Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB148



~


"Miaaaaaaaaaa,,,,Miaaaaaaaa" Teriakan itu mengelengah keseluruh ruangan,,,Seisi rumah keluar mencari sumber suara itu dari siapa. Bahkan Handika Mirna dan Wijaya terangkat karena suara yang tidak beraklah itu.


"Astaga Siska kenapa teriak teriak sayang?" Tanya Santika yang langsung mendapati Siska dibawah.


"Mia mana Tante?" Tanya Siska yang tanpa dosa.


"Apaan,,,,bisa kaget ponakan gue kalau tingkah loo begitu" Ucap Mia.


"Hahahah maap,,,,oma opa maaf yaaa" Ucap Siska yang baru sadar.


"Kenapa teriak teriak?" Tanya Handika.


"Yaa itu Mia,,,,dari tadi dicariin. Ternayata disini" Ucap Siska langsung bersembunyi dibelakang Santika karena takut melihat mata Handika.


"Kamu mau kemana rapi benar,,,pake bawah koper segala lagi" Ucap Mirna.


"Saya ada perjalanan bisinis oma,,,,,di bali" Ucap Siska.


"Sok gaya kamu perjalanan bisnis" Ucap Handika.


"Ihhh,,om iri bilang bos" Ucap Siska membuat semuanya tertawa.


"Sudah agh,,,,,kamu harus sudah dalam perjalan Siska. Pergilah disana ada Riko yang sudah menunggumu sejak tadi" Ucap Mia.


"Kamu gak mau ngatar gue gitu?" Ucap Siska.


"Yaa kagaklah,,,,bisaaye bos antar karyawannya" Ucap Mia.


"Sudah mulai sombongnya,,,,tante Siska berangkata yaaa,,,opa oma om. Assalamualaikum" Ucap Siska langsung keluar rumah tanpa menyalami Handika Mirna dan Wijaya.


"Anak itu,,,,tapi ada pekerjaan apa disana sayang?" Tanya Wijaya dengan melihat Mia yang masih memerhatikan Siska.


"Mia,,,kamu kenapa?" Tanya Wijaya mengagetkan Mia.


"Agh,,,gak opa" Jawab Mia.


"Itu bocah mau ngapain dibali?" Tanya Handika.


"Itu,,ada klain yang mau lihat langsung koleksi kami dan dia memutuskan untuk kesana" Jawab Mia yang sedikit ragu ragu.


"Tapi kenapa kamu seperti sedih begitu?" Ucap Wijaya yang memerhatikan mimik wajah Mia.


"Mia takut Siska disana bertemu dengan keluarganya opa"Ucap Mia.


"Ya sudah dia pasti bisa melalui ini semuanya kok" Ucap Handika.


"Iya sayang,,,Siska itu anak yang kuat oma yakin dia pasti bisa menyelesaikam semuanya"Lanjut Mirna.


"Iya oma,,,lagian Mia juga siapkan orang orang Mia dibali untuk memantau dengan siapa saja dia bertemu nanti" Ucap Mia.


"Anak papa sudah memiliki orang orang kepercayaan nih" Ucap Handika yang melihat bangga pada Mia.


"Iya dong,,,memangnya papa doang yang punya orang orangan" Ucap Mia.


"Assalamualaikum" Ucap Maxel bersama Amel.


"Waalaikum salam" Jawab semuanya.


"Wuuu pengantin baru,,,,baru muncul disini" Goda Mia.


"Hahahah maklum abang masih mau menikmati keindahan pernikahan" Ucap Maxel.


"Cih,,,,lebay sumpah" Ucap Mia langsung berdiri.


"Mau kemana sayang" Ucap Santika yang dari dapur.


"Iyanih kita baru juga tiba,,,loo langsing berdiri tersumbing gue Mi" Ucap Amel.


"Yaa gue juga harus cantik cantik kali,,,,gue mau mandi bu. Siap siap menyambut ponakan gantengku" Ucap Mia langsung berjalan menujuh kamarnya.


"Hati hati jangan terlalu buru buru" Ucap Handika memerhatikan langkah Mia.


"Kalian bagaimana kabarnya sayang?" Ucap Santika langsung duduk disamping suaminya.


"Alhamdulillah kami sehat bu" Jawab Amel.


"Kamu makin cantik saja setelah nikah sayang" Puji Mirna pada Mirna.


"Agh,,,,oma bikin saya mau saja" Ucap Maxel membuat semuanya tertawa sedangkan Amel susah merona karena malu.


"Kalian susah sarapan sayang?" Tanya Santika yang terus memerhatikan anak anaknya.


"Sudah kok bu" Jawab Maxel.


"Opa juga mau siap siap yaaa. Kalian lanjutkan ngobrolnya" Ucap Wijaya langsung meninggalkan mereka.


"Iyaiya" Jawab Wijaya.


"Bentar lagi Baby Wilken tiba nya" Ucap bi Rina.


"Iya bi,,,siapkan semuanya yaaa" Ucap Santika yang sudah tidak sabar lagi.


"Kalian jangan nunda kehamilan yaa biar kita makin rame" Ucap Mirna lagi lagi membuat Amel malu.


"Tenang omaku,,,pokoknya kita akan berusaha terus" Ucap Maxel dengan semangat.


"Kau sangat antusias" Ucap Santika dengan melirik Amel yang sudah malu.


"Ibu,,,papa oma" Ucap Maxel yang sedikit berhentih.


"Umm ada apa" Jawab Handika.


"Jangan digituin agh,,,,jawab yang benar" Ucap Santika.


"Kami sudah mencari cari rumah tadi" Ucap Maxel dengan tunduk.


"Trus rumahnya sudah dapat sayang" Ucap Santika.


"Iya sudah,,,,kita juga rencananya mau pindah hari ini" Ucap Maxel yang masih nunduk.


"Ya sudah kalau itu mau kalian,,,,kami tidak akan maksa sayang. Yang intinya kalian saling mengerti dan sayang aja yaaa" Ucap Mirna.


"Iya,,,dengar apa kata oma kalian. Kalau ada masalah diselesaikan dengan kepala dingin yaaa" Ucap Santika.


"Oma sama ibu izinin kita pindah gitu" Ucap Maxel.


"Apa alasan kalian misah rumah?" Ucap Handika dengan nada ketus.


"Yaa kami cuman pengen mandiri saja pa" Ucap Amel penuh hati hati.


"Mandiri,,,tapi kenapa harus pisah rumah. Dirumah ini kalian juga tetap diajarkan hidup mandiri" Ucap Handika.


"Jangan gitu,,,biasa saja nadanya kasian anak anak" Ucap Santika.


"Kita tau pa,,,tapi kami ingin ngerasain serba sendiri itu bagaimana pa" Ucap Maxel yang sudah mulai kepancing emosi.


"Tapi kenapa harus misa_" Wijaya memotong ucapan Handika.


"Handika jangan dipaksa begitu,,,,,kamu harus bisa menerima keputusan putra putramu. Kamu juga waktu pertama nikah dulu langsing minta pisah tempat tinggal pada kami,,,,kenapa sekarang kamu jadi ngegas kalau dia minta mandiri" Ucap Wijaya.


"Bang Maxel mau pindah rumah" Ucap Mia dengan nada sedih.


"Iya sayang,,,,abang akan selalu kesini kok" Ucap Maxel.


"Nya tuan,,,,tuan Marsel sudah tiba" Ucap Rina memecahkan ketegangan.


"Baiklah,,,susah yaaa nanti kita bicarakan lagi" Ucap Santika langsung berjalan menujuh pinta,,,,langsung diikuti dengan yang lainnya.


"Assalamualaikum semuanya" Ucap Marsel dengan menirukan suara anak kecil.


"Waalaikum salam" Jawab semuany,,,Baby Wilken langsung disambut oleh Wijaya dan dibawah masuk. Mario dan Widya juga ikut mengatar baby Wilken.


"Ponakan onty,,,,yang paling uwuwuwu" Ucap Mia penuh kegiraan.


"Kamu mau punya ade sayang" Ucap Handika pada Mia.


"Sejak dulu Mia menginginkan tangisan dan ketawa seorang anak kecil pa,,,,,sekarang bang Marsel sudah memberikannya pada Mia" Ucap Mia langsung memeluk Handika karena pikirannya langsung mengingat Max yang mau pindah rumah.


"Jangan sedih dong,,,,,,hari ini kan harusnya kita bahagia" Ucap Wijaya yang melihat Mia sudah meneteskan air mata.


"Opa,,,Mia nangis karena bahagia" Ucap Mia yang masih memeluk Handika.


"Marsel, Maxel, Mario bukahlah undangan itu" Ucap Wijaya. Ketiganya langsung mengambil satu satu yang sudah tertulis nama mereka masing masing.


"Opa apa ini serius" Ucap ketiganya dengan kaget.


"Isinya apa bang?" Ucap Mia dengan menghapus sisa air matanya.


"Coba Mia lihat" Ucap Mia langsung mengambil milik Mario. Mia sangat kaget saling bergantian melihat ketiga kado dari Wijaya.


"Opaaaa" Ucap Mia makin sedih.


"Mia sayang,,,kenapa nangis?" Ucap Santika dan memeluk putri semata wayangnya.


"Mia akan kesepian kembali bu,, Mia akan selalu merasakan rindu. Mia akan sendiri lagi bu" Pecah tangis Mia dipelukan Santika.


"Kita tidak bisa egois sayang,,,,bentar lagi kamu akan meninggalkan kami semua" Ucap Santika dengan cepat Mia melepaskan pelukannya dan berlari keluar rumah,,,Membuat Handika refleks mengejar tetapi langsing dihentikan Wijaya.


"Tidak usah dikejar nak,,,dia hanya butuh ketenangan nanti juga dia akan mengerti" Ucap Wijaya.


jangan lupa dilike komen serta VOTE yaaa manteman,,,,,terimah kasih masib tetap stay dikaryaku🌹