Mia Ayunda

Mia Ayunda
Mia kalah cepat



jangan lupa like komen dan vote yaa teman teman๐Ÿ’œ๐Ÿ™


~~


Ketiga gadis itu masih duduk dikafe masih menikmati minuman dan pemandangan kota, berbincang dan tertawa bersama.


Raka yang sedari dari tadi memperhatikan mereka rasanya ingin menghampiri ketiga gadis itu hanya saja Raka masih ada pertemuan bisnis, sebenarnya Raka masih kuliah tapi Ranaya sudah mempercayai kemampuan Raka.


Jelang beberapa waktu akhirnya pertemuan dengan clain selesai, Raka lansung bergegas mendekati meja Mia dan teman temannya, Mia dan teman temannya menyadari kedatangan Raka tetapi mereka seolah tidak tau.


Raka menarik kursi dari meja lain dan duduk didepan Mia, Mia sangat kesal dengan kedatangan Raka selalunya saja tiba tiba. Siska sangat sedang karena Raka duduk diseblahnya ya walaupun matanya tidak pernah lepas memandang Mia. Amel bingung dengan pakaian Raka terlalu format menurutnya.


"Maaf kayaknya kita sudah mau pulang" Ucap Mia sambil berdiri. Dengan cepat Raka memengang tangan Mia.


"Duduklah sebentar Mia" Ucapnya masih memegang tangan Mia. Mia menurut dan duduk kembali.


"Maaf nih kak bukannya kakak yang kemarin dikampus, siapa namanya?" Ucap Amel sambil menunjuk Raka.


"Raka"Jawabnya.


"Ah,, kak Raka sedang apa disini?" Tanya Siska.


"Saya lagi ada pertemuan dengan clain dari luar negeri" Ucapnya dengan menatap Mia.


"Bukannya kakakn masih mahasiswa?" Tanya Amel.


"Iya,, tapi Ayah saya mempercayaiku untuk hal ini. Jawabnya. Mata Raka tidak pernah memalingkan pandangannya kepada Mia, sedangkan Mia memilih melihat ke arah lain.


"Apa kalian sudah selesai Q&A nya?" Tanya ketus Mia.


"Siapa yang Q&A Mi?" Tanya polos Siska.


"Tulislah Nomor hpmu Mia" Ucap Raka dengan mengulurkan Hpnya kehadapan Mia. Mia melirik kearah Hp itu dan melihat Raka.


"Maaf tuan Raka, saya bukan perempuan murahan" Ucapnya.


"Tidak ada yang bilang kalau kau itu murahan nona" Jawab Raka.


"Tulislah"Lanjutnya lagi.


"Maaf kak Mia bukan tipe orang yang lansung memberika nomor hpnya ke orang yang belum begitu ia kenal" Ucap Amel.


"Dan saya bukan tipe orang yang meminta nomor hp kecuali itu penting untukku" Ucap Raka.


"Tapi bagiku kau tidak penting" Ucapnya lansung berdiri dan meninggal mereka.


"Maaf kak, kami duluan ya, ayo Sis" Ucap Amel sambil menarik tangan Siska.


"Saya akan mengambil secara paksa nona" Teriak Raka kepada Mia. Mia langsung menoleh kebelangan.


"Sialahkan jika kau bisa" Jawab Mia dengan sedikit berteriak.


Ketiga gadis itu keluar dari kafe dan memasuki mobil mereka masing masing, Mia masih duduk dalam mobilnya dan melihat kearah pintu keluar kafe, rasanya Mia sangat


kesal karena tingkah Raka. Mia mengambil Hp dan menekan aplikasi pesan.


#siska/amel


Mia:kalian pulanglah, saya masih ada pekerjaan


Mia telah tiba disuatu rumah yang tidak begitu besar, rumah itu adalah tempat kepercayaan Mario, Mia memarkirkan mobilnya. Terlihat banyak prajurit diluar Mia keluar dari mobil dan memasuki rumah itu semua memberi hormat kepada Mia.


Rumah ini hanya Mia dan Mario yang tau, rumah ditempati oleh orang orang kepercayaan Mario, Mario memberitahukan kepada Mia jika ada masalah dia ke rumah itu saja.


"Assalamualaikum semua" Ucapnya dengan menghadap kesemua yang didalam rumah itu.


"Waalaikum salam Nyonya muda" Jawab mereka serentak.


"Saya ingin kalian cari tau siapa Raka Adijaya, dan sembunyikan serapat mungkin identitas saya termaksud nomor telpon saja" Ucapnya penuh penekanan.


"Baik nyonya muda" Jawab mereka.


"Baiklah besok saya akan kesini lagi, dan data itu harus sudah ada, paham" Ucapnya lagi.


"Baik nyonya" Jawab salah satu dari mereka.


Mia keluar dari rumah itu dan memasuki mobilnya, menyalan mobil dan meninggalkan kediaman itu.


Dalam perjalanan pulang tiba tiba hpnya bunyi terlihat nomor yang tidak dikenal, Mia hanya mengabaikan panggilan itu. Tapi hp itu terus berbunyi masih dengan panggilan yang sama, Mia mengambil hp dan menekan tombol jawab.


"Assalamualaikum" Ucap Mia.


"Waalaikum salam nyonya" Jawab orang yang didalam telpon itu.


"Dengan siapa" Ucapnya lagi.


"Raka Adijaya" Jawabnya.


Mia memicikan matanya, tidak menyangka dengan cepat mendapatkan nomor hpnya. Mia bingung siapa Raka ini.


"Dari mana anda dapatkan nomor saya?" Tanyanya.


"Hahah itu adalah hal yang muda bagiku nona" Jawabnya.


"Ah" Ucap singkatnya.


"Kau kalah cepat menyembunyikan semuanya Mia" Ucapnya dengan mematikan teleponnya.


Mia kesal dengan kecepatan Raka, rasanya Mia ingin marah tapi entah mau marah kesiapa. Mia memukul stir berulang kali.


Mobil Mia telah tiba dirumah kediaman Handika, Mia keluar dari mobil dan memasuki rumah itu.


"Bu apa ibu ada dirumah?" Tanya Mia kepada Bu Rina.


"Tuan besar sedang keluar Nyonya muda" Jawab kepala pelayan itu.


"Baiklah siapkan saya air hangat untuk saya bu" Ucapnya dengan meninggalkan Bu Rina.


Mia merebahkan tubuhnya diranjang empunya. Mia memikir siapa Raka Adijaya. Seberapa kekuasaannya sehingga begitu cepat dia mendapatkan Nomornya.


"Ahhhhh, sial siapa dia sebenarnya" Ucapnya sendiri dalam kamar, dan memegang kepalanya.


Jangan lupa like komen dan vote yan banyak๐Ÿ’œ๐Ÿ™


follow ig @mazna syahdan ๐Ÿ˜Š