
jangan lupa like komen dan vote 💝
~~
"Amel kau apa kabar? " Tanya Maxel kepada Amel yang dari tadi tidak membuka suara. Mia dan Siska membelalak mendengar pertanyaan Maxel, sederhana tapi aneh bagi mereka.
"Kenapa ekspresi kalian begitu? " Tanya lagi.
"Sis, apa pikiran kamu sama dengan saya? " Tanya Mia.
"Iya Mi, rasanya kayak ada yang beda" Jawab Siska.
"Apaan sih kalian, orang bang Maxel hanya tanya kabar" Ucap Amel dengan salah tingkah.
"Iya sih hanya nanya kabar, tapi disinikan ada Siska juga yang belum ditanya kabarnya" Ucap Mia.
"Huum benar tu" Jawab Siska.
"Lagian ngapain abangmu ini menanyakan kabarnya Siska, toh dia baik baik saja" Ucap Maxel.
"Tapi Amel juga terlihat baik baik saja" Ucap Siska.
"Mel, ceritain cepatan" Perintah Mia.
"Cerita apaan Mi, tidak ada apa apa" Jawab Amel dengan menundukan kepalanya.
"Ohhh sudah main rahasiaan nih" Ucap Siska, Amel langsung mengangkat kepalanya dan melihat kearah kedua sahabatnya.
"Tuan kita sudah sampai" Ucap supir dalam bahasa jepang.
"Ohh iya, terimah kasih" Jawab Maxel dengan bahasa jepang pula.
Mereka semua turun dari mobil, sudah terlihat Wijaya yang menunggunya.
"Assalamualaikum opaku sayang" Teriak Mia dengan berlari menujuh Wijaya.
"Waalaikum salam, jangan lari lari sayang nanti kau jatuh" Jawab Wijaya, langsung memeluk Mia.
"Sudah sudah sekarang bagiannya oma" Ucap Mirna. Mia langsung memeluk Mirna.
"Oma sayang sehat" Ucap Mia dalam pelukan Mirna.
"Sangat senang, kau bagaimana? " Tanya balik.
"Seperti yang kalian lihat" Jawabnya langsung melepaskan pelukannya.
"Assalamualaikum opa, oma" Ucap sopan Amel, sambil menyalami kedua orang tua itu.
"Sangat sehat" Jawab Keduanya.
"Kompak" Ucap Wijaya, mereka semua langsung tertawa.
"Sudah, ayo masuk oma sudah siapkan makan untuk kalian" Ucap Mirna.
"Benarkah, omaku ini sangat mengerti Mia sangat lapar" Jawab Mia.
Mereka langsung masuk dalam apartemen itu, menuju resto diapartemen itu, sudah ada Handika dan kedua putranya.
"Miaaa" Teriak seorang laki laki yang mengangetkan semua orang dalam ruangan itu. Laki laki itu adalah Herry putra Harry anak kedua dari Wijaya.
Herry langsung memeluk Mia, Mia sangat kaget dan berusaha melepaskan pelukannya.
"Kau siapa, main peluk saja dasar tidak punya adap" Ucap Mia dengan marah. Herry memasang ekspresi sedih karena ditolak sama Mia, untuk yang diucapkan Mia Herry tidak mengerti.
"Apa kamu tidak mengenalku" Ucap Herry dalam bahasa jerman.
"Tidak, siapa ha? " Ketus Mia dalam Bahasa jerman.
"Sayang dia adalah sepupumu" Ucap Mirna.
"Mia tidak sepupu yang langsung main peluk begini oma" Ucap Mia langsung meninggalkan Herry dan duduk dikursi yang sudah disiapkan makanan.
"Apa kau juga lupa denganku sayang?" Tanya Harrys dalam bahasa jerman.
"Wah pamanku yang paling ganteng sedunia, Mia tidak akan pernah melupakan mu" Ucap Mia langsing berdiri dan memeluk Harrys, Herry yang melihat itu sudah menagis ditempatnya, semua mata melihat aneh pada Herry apalagi Amel dan Siska mereka merasa jijik pada laki laki yang berbadan kekar tapi lembek.
Herry miliki umur sama seperti Mia mereka hanya berbeda bulan saja, Mia dan Herry bertemu pada saat masih kecil jadi Mia tidak mengenal Herry.
"Cih,, cowo badan kekar kok cengeng" Ucap Mia melihat jijik kearah Herry.
"Sudah jangan menangis, kau perkenalkan dirimu kepada semua orang oke" Ucap Mirna.
"Baiklah, perkenalkan saya Herry Wijaya anak sulung dari Harrys Wijaya" Ucapnya dengan menghapus air matanya.
Mia yang mendengar namanya langsung membelalak dan berdiri menghampiri Herry.
"Herry kok kamu sudah seganteng ini" Ucap Mia langsung memeluk Herry.
"Kau bicara apa? " Jawab Herry dalam bahasa jerman.
"Oh astaga, Kamu sudah ganteng" Jawab Mia pake bahasa jerman. Herry sudah tidak sesih lagi mereka semua sudah duduk dan makan tanpa ada suara terkecuali suara sendok dan garpu.
Jangan lupa like komen dan vote 💝