Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB147



~


Akhirnya tiba hari dimana Siska harus menjalan tugasnya dari Mia untuk ke Bali melalukan perjalan beberapa yang harus diselesaikan disana.


Bertepatan hari ini juga Rika dan Baby Wilken sudah dibolehkan kembali dirumah, semua keluarga sangat bahagia dan sudah disiapkan penyambutan untuk baby yang pertama kali dirumah megah itu.


"Siska kamu akan berangkat jam 08:00 pagi ini" Ucap Mia yang membangunkan Siska yang masih tertidur nyenyak.


"Siska bangun" Ucap Mia seraya mengoyang tubuh Siska.


"Apaan sih Mia" Ucap Siska sedikit serak.


"Ya bangun,,,,ini sudah jam 07:00 loo" Ucap Mia sudah sangat kesal.


"Iya,,,gue tau kali. Kenapa loo masoh disini?" Tanya Siska Yang melihat Mia belum juga siap siap.


"Lah trus dimana,,,,toh ini kamar saya" Ucap Mia yang masih kesal.


"Gak kebutik loo" Ucap Siska langsung duduk disamping Mia.


"Gak,,,hari ini baby Wilken sudah diizinkan pulang jadi gue bakalan ikut dalam penyambutannya" Ucap Mia lalu berdiri.


"Dan kamu harus mandi sekarang,,,,nanti dibandara akan ada Riko dia sudah mengurus semuanya" Ucap Mia lalu keliar dari kamar.


"Banguslah kalau begitu" Teriak Siska langsung bergegas kekamar mandi.


"Mia sayang,,,kenapa belum siap siap. Apa hari ini weeken yaa" Ucap Wijaya yang melihat cucunya masih memakai baju tidur.


"Mia gak kebutik opa,,,Mia mau menyambut baby Wilken" Ucap Mia lalu duduk disamping Wijaya.


"Agh,,,,baiklah. Kenapa nih" Ucap Wijaya.


"Mia hanya rindu pada opa" Ucap Mia dengan senyum pepsodenya.


"Makanya jangan terlalu sibuk,,,kamu kalau sudah kerja melupakan segalanya bahkan papamu pun kau lupakan" Ucap Wijaya langsung merangkul Mia.


"Maaf opa,,,Mia sangat senang dengan pekerjaan ini,,,adem bangen" Jawab Mia.


"Hmm,,,,,kenapa nih kok romantis banget" Ucap Mirna dari belakang dengan secangkir kopi untuk suaminya.


"Hahahah ini sayang,,,katanya dia merindukanku" Ucap Wijaya,,,Mirna langsung mendekat dan duduk disamping Mia.


"Oma,,,,Mia juga merindukanmu" Ucap Mia lalu mencium Mirna.


"Tapi kenapa belum siap siap nih,,,,biasanya sudah dikantor kalau jam begini" Ucap Mirna.


"Mia hanya mau ikut menyambut kedatangan baby oma,,,,nanti sianglah baru kebutik" Ucap Mia.


"Ohh,,,,bagaimana hubunganmu dengan Raka sayang?" Ucap Mirna membuat Mia membelalak.


"Responnya tidak usah selebay itu agh" Ucap Wijaya mengoda Mia.


"Agh,,,oma kenapa menanyakan itu!" Ucap Mia yang sudah merona karena malu.


"Lah,,,,oma juga mau lihat kamu bahagia sayang. Kalau menurutmu sudah pas dan sudah matang kenapa tidak,,,,iyakan sayang" Ucap Mirna.


"Masih banyak yang Mia belum capai oma,,,,jadi Mia masih mau fokus kebutik dulu" Jawab Mia.


"Memangnya apa yang mau kamu capai?" Tanya Wijaya.


"Ya Mia mau bawah butik itu keinternasional,,,dengan usaha Mia dan yang lainnya. Mia juga mau memperbanyak cabang dulu opa" Ucap Mia membuat Mirna dan Wijaya kagum.


"Kau memang sudah sangat dewasa sangat,,,,Papamu bisa melakukan itu apalagi ibumu tapi kamu masih tetap berusaha dan itu membuat opa papamu dan ibumu bangga sayang" Ucap Wijaya.


"Kerja boleh tapi jangan terlalu capek" Letus Handika dari arah belakang. Membuat ketiganya menoleh kesumber suara itu.


"Iya papaku,,,,Mia akan jaga kesehatan" Ucap Mia.


"Kenapa kamu tidak kekantor?" Tanya Mirna yang juga kaget melihat Handika masih menggunakan baju santay.


"Hari ini adalah kedatangan cucuku ma,,,,dan saya memutuskan untuk menyambutnya" Ucap Handika lalu duduk didepan ketiganya.


"Dia saja,,,masih butik kecil sudah bisa dia tinggal apa lagi saya sudah banyak yang handel disana kenapa tidak demi cucu" Ucap Handika sedikit membagakan dirinya.


"Huuu papa,,,,tuhkan menjatuhakn Mia. Mia akan buktikan pada papa. Kalau nantinya koleksi dari butik Bmw akan menjadi rebutan internasional" Ucap Mia yang tidak mau kalah.


"Hahahahaha sudahlah,,,,kerja boleh tapi ingat sama kesehatan dan pemilik harta kita siapa" Ucap Mirna selalu mengikatkan kepada keturunannya mengenai orang orang tidak mampu.


"Siap oma" Ucap Mia seraya memberi hormat.


"Miaaaaaaaaaa,,,,Miaaaaaaaa" Teriakan itu mengelengah keseluruh ruangan,,,Seisi rumah keluar mencari sumber suara itu dari siapa. Bahkan Handika Mirna dan Wijaya terangkat karena suara yang tidak beraklah itu.


kira kira suara siapa yaa guys😁monggo ditebak dikomentar sayang,,,,jangan lupa like komen dan VOTE yaaa mantemanku piling budiman🌹