
jangan lupa like komen dan vote yaa😍
~~
"Miaaaaaaaaaa"
brukkkkkkkkkk
"Widyaaaa" Teriak semuanya yang melihat Widya sudah jatuh menahan darah yang berada tepat didada bagian kanan atasnya. Ya Widya kena tembakan yang seharusnya mengenai Mia tetapi dia merelakan dadanya untuk menyelamatkan Mia.
"Kak Widya,,,kak bertahanlah" Ucap Mia dengan air mata.
"Mario perintahkan supir untuk menyiapkan mobil" Ucap Handika,,,semua yang disana khawatir melihat Widya yang sudah berderai dengan darah.
"Nak,,,, bertahanlah kau pasti kuat" Ucap Santika dedengan memegang Widya.
"Bertahanlah sayang,,,demi saya demi kita" Ucap Mario langsung mengangkat tubuh Widya menujuh mobil yang sudah dia siapkan.
"Maxel perintahan pihak rumah sakit untuk mempersiapkan ruang operasi" Ucap Wijaya langsung berjalan mengikuti belakang Mario.
"Marsel,,,,cari tau siapa yang melakukan ini pada adikmu" Perintah Handika.
"Baik pa" Jawab Marsel langsung berjalan yang langsung diikuti Rika.
"Sayang apa kau tidak apa apa?" Tanya Handika pada Mia yang sudah menangis dipelukan Santika.
"Hikkss,,,hikss kak Widya terlalu nekat pa" Ucap Mia.
"Jangan salahlan dirimu yaa,,,mari kita kerumah sakit" Ucap Ranti.
"Iya sayang,,,tidak baik kau menangis terus" Ucap Mirna.
"Tunggu,,,,sebaiknya kalian bulang saja dirumah,,,ini juga sudah hampir malam. Dan Ibu harus istirahat" Ucap Handika pada Mirna.
"Iya benar kata Handika bu,,,kalian semua pulanglah,,,kau juga ikutlah dulu bersama Santika dan yang lainnya" Ucap Ranaya kepada Ranti.
"Mia mau kerumah sakit,,,,,bagaimanapun kak Widya sudah rela mati demi Mia" Ucap Mia.
"Tapi sayang,,,,penembakan itu tujuannya untukmu bagaimana jika akan diulang lagi,,,dan pasti kau masih trauma jadi jangan keras kepala dulu yaa" Ucap Handika penuh kelembutan.
"Tapi pa_" Ucap Mia.
"Sudahlah sayang apa kata papamu benar,,,kita berdoa dirumah saja yaa" Bujuk lagi Santi.
"Mia tidak mau,,,Mia akan tetap disini jika tidak diizinkam kerumah sakit" Ucap Mia masih tidak mau pulang.
"Papa,,,," Panggil Marsel yang sudah berganti yang diikuti dengan Rika.
"Kau cari tau siapa yang merencanakan ini dan siapa yang sudah berani melukai calon menantuku ini,,,,jika kau sudah menadapatkan siapa pelakunya cepat kabari saya" Ucap Handika.
"Baiklah jika kau tidak mau pulang,,,,ibu pulanglah bersama Santika Santi dan Ranti biar Mia ikut bersama kami dirumah sakit" Lanjutnya lagi.
"Kalian tidak boleh membantah" Ucap Handika lagi.
"Rika,,,kau ikutlah bersama kami temani Mia dirumah sakit" Ucap Ranaya.
"Baik pa" Ucap Rika.
"Mari jalan,,,,kalian juga pulanglah bersama supir dan beberapa pengawal yang akan mengikuti kalian dari belakang" Ucap Handika langsung meninggalkan mereka.
"Mari sayang" Ucap Rika langsung merangkul Mia.
"Iya bu" Jawab keduanya langsung berjalan mengikuti Handika dan Ranaya.
"Cucuku,,,,,jika kau sudah temukan orangnya beritahu kepadaku biar kutembak mati dia" Ucap Mirna.
"Iya Oma,,,,saya jalan mencari tau dulu yaa" Ucap Marsel.
"Sebaiknya kalian juga harus tinggalkan tempat ini" Lanjut Marsel lalu berjalan mengikuti belakang ke4 wanita itu.
Dirumah sakit.
Widya langsung ditangani oleh Mario dan beberapa dokter lainnya.
"Bertahanlah semuanya akan baik baik saja" Ucap Mario dengan memegang tangan Widya.
"Dengarkan saya,,,,katakan pada om Handika yang merencanakan ini adalah laki laki yang berbanan kekar berkulit hitam dan memiliki tinggi badan seperti layaknya para body gard,,jadi kau harus periksa semua body gard yang ada diacara itu" Ucap Widya penuh dengan penekanan menahan sakit yang didadanya.
"Dokter,,,sekarang waktunya" Ucap Dokter Tirta.
"Baiklah,,,,bersiaplah semuanya" Ucap Mario langsung memberikan obat bius pada Widya.
Diluar ruang operasi ada Maxel dan Wijaya yang sudah sampai lebih dulu.
"Papa" Ucap Handika yang baru saja tiba.
"Opa bagaimana kak Widya?" Tanya Mia masih dengan air matanya.
"Jangan menangis sayang,,,,Widya pastibakan baik baik saja didalam ada abangmu" Jawab Wijaya menanangkan Mia.
"Hikss,,,,hiksss,,hikss seharusnya ini terjadi pada Mia kenapa kak Widya senekat itu" Ucap Mia.
"Jangan salahkan dirimu dek,,,,ini bukan salah kamu kok" Ucap Rika yang berada disamping Mia.
"Iya nak,,,tidak baik jika kau menyalahlan dirimu terus" Ucap Ranaya.
"Tapi ini benaran salah Mia" Ucap Mia membuat Handika melihat sedih pada putrinya,,,,Handika juga tidak habis pikir jika ini terjadi pada Mia.
"Maxel,,,,pergilah selidiki kasus ini bersama Marsel" Perintah Handika.
"Biarkan Rika saja pa,,,,Maxel disini saja bersama Mia,,,Rika dan Marsel yang akan menyelidiki ini" Ucap Rika dengan berdiri.
"Sayang,,,kau baru saja menikah,,,bahkan seharusnya malam ini kalian bahagia berakhir dengan begini kau duduklah bersama Mia disini" Ucap Wijaya.
"Tidak,,,paman Rika pergilah saya yakin kalian pasti akan temukan pelakunya" Ucap Ranaya.
"Kau mau melukai menantuku" Kesal Handika.
"Sudahlah,,,,pergilah nak. Sampaikan pada Marsel kau akan ikut menyelidiki ini" Ucap Ranaya.
"Biarkan saya ikut,,,,,jika membiarkan mereka berdua mungkin mereka tidak akan menyelidiki kasus tapi mereka akan membuatkan kita kasus" Ucap Maxel dengan senyum liciknya sedangkan Rika tunduk karena malu.
plakkkk.
"Ikutlah bersama mereka kalau begitu,,,,tapi ingat kau jangan meledek mereka" Ucap Wijaya.
"Aww,,, siap opaku" Ucap Maxel dengan memberikan hormat.
"Rika sayang,,,,katakan padaku jika mahkluk ini meledek kalian" Ucap Wijaya. Membuat semuanya tersenyum.
terimah kasih yaa masih stay sampai disini yaaa tetap dilanjut masih banyak yang lebih greget dan menarik. Jangan lupa di like komen dan VOTE😍