Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB78



jangan lupa like komen dan vote😍


~~


"Baik nyonya" Jawabnya lalu pergih.


"Assalamualaikum,,,,mama dimana mama?" Ucap Harris dengan sedikit berlari mendekati kurumunan keluarga itu.


"Apa apaan ini,,,,,semuanya sehat kenapa kalian memanggilku kemari" Lanjutnya lafi dengan kesal.


"Kau ini tidak pernah berubah" Ucap Santika dengan mendekati adik iparnya itu,,,sedangkan yang lain hanya senyum melihat tingkah Harris.


"Tunggu,,,,tapi saya tidak bermimpikan" Ucap Harris dengan menepuk pipinya.


"Ini kisah nyata,,,,apa kau tidak merindukanku" Ucap Lagi Santika.


"Agh,,,,,,,mbakkuuuuu apa ini benaran kau" Ucap Harris dengan mau memeluk Santika tapi tingkahnya itu ditahan oleh Handika, sehingga membuat semua orang tertawa.


"Abang,,,,biarkan saya memeluknya sedikit saja" Renggek Harris.


"Kau terlalu seenaknya saja" Ketus Handika.


"Handika kau ini terlalu pelit,,,,biarkan saja adikmu itu" Ucap Mirna.


"Tidak,,,,tidak boleh pokoknya tidak boleh" Ucap Handika.


"Kenapa kau terlalu pelit,,,,kemarilah kesayangku" Ucap Santika langsing memeluk Harri,,,Harris langsung menerima pelukan Santika dan mengeluarka lidanya kepada Hadika.


"Apa pamam menyesal kemari?" Tanya Mia.


"Tentu saja tidak,,,,sepenting apapun pekerjaan peruasahaan akan kutinggal demi melihat mbak cantikku ini" Jawab Harris langsing melepaskan pelukannya.


"Maaf Tuan saya mengganggu,,,,semua media sudah ada diluar" Ucap Tati.


"Baiklah,,,,,siapkan diri kalian untuk koperensi persnya" Ucap Wijaya.


"Tapi bagaimana ceritanya ini?" Tanya Harris.


"Nanti juga kau tau,,,,apa kau juga mau ikut?" Jawab Wijaya.


"Ikutttt lah" Jawab Harris.


"Kenapa kau malah mau dipeluknya" Bisik Handika kepada Santika.


"Dia juga kaget dan pasti merindukan saya" Jawab Santika.


"Hmmmmmmm" Batuk Santi.


"Kaka ipar pasti akan puas tapi nanti yaa" Ledek Santi langsung meninggalkan mereka.


"Dasar adik ipar lucnut" Kesal Handika.


"Ibu,,,,," Teriak Mia.


"Iya sayang,,,bahagia terus yaa"Jawab Handika.


"Pasti,,,,,hidup Mia kembali sempurnahhh" Ucap Mia dengan memeluk keduanya.


" Dimana abangmu sayang" Ucap Santika.


"Tuhhhh" Ucap Mia dengan menunjuk kearah pintu ada semua disana menanti mereka.


"Sayang,,,,apa kalian menunggu kami?" Tanya Santika.


"Tentu ibuku" Ucap Maxel.


"Sekarang saya sudah terabaikan" Ucap Handika dengan memandang kearah lain.


"Tentu saja,,,,,tidak papaku sayang" Ucap Mia dengan mencium pipi Handika.


"Hahahaj benar pa,,kami tidak akan mengabaikanmu" Ucap Maxel.


"Sudahlah mari kita masuk" Ucap Marsel.


"Baiklah putraku,,,,,Mari sayang" Ucap Santika. Semuanya langsung masuk didalam yang sudah ada banyak media disana.


"Santika duduklah disana sayang,,,ajak juga suami dan anak anakmu" Ucap Mirna. Semua sudah duduk ditempat yang sudah disediakan.


"Nyonya Santika,,,bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya seorang media.


"Bukankah nyonya sudah tiada 4 tahun lalu?"


"Bagaimana ceritanya nyonya?"


"Nyanya ayoo jelaska" Itu semua pertanyaan dari media.


"Baiklah,,,saya akan menjawab semuanya" Ucap Santika.


"Sebenarnya 4 tahun yang lalu saya tidak meninggal,,,,saya hanya sedikit sakit saja,,,mayat yang dimakankan 4 tahun yang lalu adalah orang lain yang tidak memiliki keluarga" Ucap Santika.


"Apa tujuan nyonya melakukan itu?" Tanya mereka lagi.


"Karena saya mau menyembuhkan diri saya sendiri,,,,,saya menyembuhkan diri saya dengan fokus" Jawabnya lagi.


"Bagaimana perasaan tuan mengenai hadirnya kembali nyonya Santika?" Tanya lagi.


"Tentu saya sangat bahagia,,,,hidupku kembali sempurnah" Jawab Handika dengan menarik tangan Santika.


"Sudah cukup,,,istri dan anakku akan istirahat terimah kasih" Ucap Handika langsing pergi.


jangan lupa like komen dan vote😍