Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB72



jangan lupa like komen dan voteđź’ť


~~


Seminggu setelah kepulangan Santi dan Harri kediaman Handika berjalan masih dengan ketenangannya.


Wijaya dan Mirna yang sudah menetap diindonesia juga sudah menjalankan altifitas mereka masing masing.


Mia juga sudah masuk kampus, semua berjalan dengan sangat baik.


Siang ini Mia mendapatkan kabar bahwa lado untuk Handika akan diberikan malam ini. Semua rencana sudah disusun dengan sangat baik oleh Mia dan Santika.


"Reki apa semua sudah siap?" Tanya Mia kepada Reki. Mereka sekarang berada disuatu restoran disana juga ada Jori Siska dan Amel.


"Sudah siap nyonya" Jawab Reki.


"Tidak perlu pake nyonya, Nona saja bagaimana" Ucap Mia.


"Baillah Nona" Jawab keduanya.


"Mia sebenarnya apa siha yang kalian bicarakan" Ucap Amel.


"Bentar lagi kalian kabalan tau" Jawab Mia.


"Agh,,,,,,,terlalu banyak tekateki" Ucap Siska.


"1 jam lagi nyonya besar akan tiba nona" Ucap Jori.


"Hmmm saya tau" Jawab Mia.


"Nyonya besar siapa, apa oma Mirna?" Tanya lagi Santi.


"Bukan" Jawab Singkat Mia.


"Tante Santi" Tebak lagi Amel.


"Agh,,,,,, sudahlah ini bukan tempat tebank tebakan" Ucap Mia.


"Tapi siapa Miaaa" Ucap kesal Siska.


"Nyonya besar sudah tiba nona" Ucap Reki.


"Lah katanya sejam lagi" Kaget Amel.


"Kalian ini terlalu banyak bicara" Ucap Jori.


Terlihat ada seseorang yang jalan mendekati meja mereka, tampaknya dia seorang wanita tapi mukanya tertutup sangat rapi.


"Assalamualaikum Nyonya Muda" Ucap Tati dengan memberi hormat.


"Waalaikum salam bi" Jawab Mia.


"Sebaiknya kita bicara diruangan tertutup Nyonya" Ucap Tati dengan menunjuk ruangan yang sudah mereka pesan.


"Baiklah,,,, apa kalian masih mau disini?" Tanya Mia kepada kedua temannya.


"Kami mau ikut" Jawab kedunya dengan kompak.


"Sebaiknya kalian disini saja" Ucap Tati.


"Tidak boarkan mereka masuk, karena rencana ini mereka ikut andil didalamnya" Ucap Mia.


"Baiklah nyonya, Mari" Ucap Tati dengan mempersiapkan Mia dan Santika jalan lebih dulu.


"Apa kabar ibuku" Bisik Mia dengan memegang tangan Santika.


"Ibu sangat baik sayang" Jawabnya.


"Orang ini siapa yaa, terlihat sangat akrap sama Mia" Bisik Siska kepada Amel.


"Entahlah,,,,,,saya juga baru bertemu dengan mereka" Jawab Amel dengan berbisik.


"Masuklah,,,,,Jangan terlalu banyak bertanya jika sudah didalam" Ucap Jori dengan tehas kepada Siska dan Amel.


"Iya iya" Jawab keduanya dengan masuk dalam ruangan.


"Mia sebenarnya kita itu mau ngapain sih" Ucap Siska.


"Biarkan saja bu,,,,, mereka sudah menjaga putriku dengan sangat baik" Ucap Santika dengan membuka penutup dikepalanya.


'putri dia ini siapa sebenarnya' batin Siska.


'hah putriku' batin Amel.


"Tan_te Santi_ka" Ucap Kaget Siska dan Amel.


"Iya sayang,,,,,,terimah kasih yaa sudah menjaga putriku selama ini" Jawab Santika.


"Tapi bukannya tante sudah_" Ucap mereka terpotong.


"Kalian ini terlalu kompak,,,,,,panjang ceritanya. Sekarang bukan saatnya bercerita" Ucap Tati.


"Kau ini siapa sih,,,,sedari tadi ngegas mulu" Kesal Amel.


"Tapi ini Siska tidak mimpikan" Ucap Siska dengan mencubit Amel.


"Awww kalau mau cek mimpi atau tidak cubit sendiri kenapa kau mencubitku" Ucap Amel dengan meringgis kesakitan.


"Hahahaj sudahlah. Kalian terlalu berlebihan" Ucap Mia dengan menggeleng kepalanya melihat tinggah kedua temannya.


"Bu beritahu mereka apa yang harus mereka lakukan" Perinta Santika.


"Baiklah Nyonya. Jadi tugas kalian adalah hanya berpura pura memberi pernyataan palsu kepada tuan besar Handika, bahwa Mia sakit dan terbaring diapartemennya" Ucap Tati menjelaskan kepada kedua gadis itu.


"Agh,,,,,,,, apa tidak ada tugas lain saja. Berpura pura pada paman Handika itu tidak semudah anda berbica" Jawab Siska dengan gas.


"Siska,,,,,, Mereka ahli dalam berpura pura kok jadi renang saja" Ucap Mia.


"Mia kau tau kami_" Ucap Siska terpotong oleh Amel.


Plakkkkkk


"Sudahlah kita akan jalankan kok,,,,tapi sakit apa?"Ucap Amel.


"Heyyyy berbohong_" Ucap Siska terpotong oleh Mia.


"Kamu diperintahlan berbohong pada papa bukan pada bang Mario. Lagian jika masalahnya sakit mereka pasti akan cepat datang tidak banyak bertanya" Ucap Mia.


"Okey baiklah" Ucap Siska.


"Nak Siska bisakan berbohong?" Tanya Santika.


"Kalau berbohong sebenarnya gampang tante,,,tapi jika disuru berbohong pada Mario Siska mundur deh" Ucap Siska.


"Kalian bilang saja Mia sakit karena ada bunga diapartemennya dan dia langsing pingsan disana" Ucap Tati.


"Trus kalai mereka datang tidak ada buka disana bagaimana?" Tanya Amel.


"Astaga kenapa kalian ini lalot sekali" Kesal Tati.


"Jadi begini sayang,,,,,disana tidak akan ada bunga. Diapartemen itu kami sudah hias dengan berbagai hiasan untuk menyambut kedatangan Handika" Ucap Santika.


"Trus kalau Mario,,Marsel atau Maxel yang deluan tiba bagaimana?" Tanya Siska.


"Mereka tidak akan bisa naik keatas terkecuali Handika yang duluan tiba. Mereka akan tiba sama sama didepan pintu apartemen itu" Ucap Lagi Santika.


"Jalan saja tugas kalian,,,,," Ucap Tati.


"Baik laksanakan" Ucap keduanya dengan memberi hormat.


"Hahahahahah kalian lucu sekali" Ucap Santika.


"Baik bu kami jalan keapartemen dulu yaa" Ucap Mia dengan menyalami Santika yang diikuti kedua sahabatnya.


"Tunggu,,,, Siska yakin bang Marionpasti tau pertemuan kita sekarang ini" Ucap Siska. Karena Mario tidak perna kehilangan jejak mereka.


"Itu sudah menjadi urusan kami. Pergi saja jalankan pekerjaan kalian" Ucap Tati dengan sedikit emosi.


"Ihhh dasar nenek peok" Ucap Siska langsung berlari. Semua tertawa mendengar ucapan Siska.


jangan lupa like komen dan voteđź’ť