
jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa guyysss💜🙏
~~
Pagi telah tiba matahari sudah naik hingga bumi sudah cukup cerah, sinar matahari masuk tidak izin dijendelah rumah sakit tepatnya dikamar Mia, Mia dan Marsel belum juga membuka mata mereka, keduanya tidak melaksanakan kewajibab mereka.
Maxel dan Mario sudah berada diperjalana menujuh rumah sakit, dengan membawa kebutuhan Marsel dan Mia.
Mia telah membuka matanya lebih dulu sesuai yang diminta sang kaka, Mia melihat Marsel yang tertidur dalam keadaan duduk Mia merasa bersalah membuat kakaknya tidur dengan posisi duduk, rasanya Mia ingin membangunkan Marsel tapi niatnya diurungkannya karena Marsel baru saja tertidur. Terlihat ada yang membuka pintu dari luar, Mia menoleh kearah pintu terlihat ada Maxel dan Mario yang mendekatinya.
"Assalamualaikum tuan putri" Ucap Maxel mendekati ranjang Mia.
"Waalaikum salam bang" Jawab Mia.
"Syukurlah kau sudah sadar sayang" Ucap Maxel dengan membelai kepala Mia. Sedangkan Mario menyimpan barang barang yang mereka bawah dari rumah.
"Bang Mia mau pulang" Ucap Mia.
"Istirahatlah dulu, tubuhmu maaih sangat lemah sayang" Ucap Mario langaung mendekati Mia. Marsel merasa ada mengganggu telinganya akhirnya dia terbangun mendapati adik adiknya didalam ruangan itu.
"Apa kalian sudah lama disini" Ucap Marsel dengan suara serak.
"Baru saja bang" Jawab Maxel.
"Abang sebaiknya istirahat biarkan kami yang menjaga Mia hari ini" Ucap Mario.
"Tidak perlu, apa kalian membakan keperluan abang" Ucap Marsel.
"Iya semua keperluannya ada disana" Jawab Mario dengan menunjuk diarah sofa.
"Terimah kasih, abang mau mandi dulu, selamat pagi tuan putri"Ucapnya dengan memegang pipi Mia, dan pergi menuju kamar mandi.
"Selamat pagi juga bang, bang jangan lupa sama janji semalam" Ucap Mia sembari senjum, langka Marsel terhentikan karena kata janji dan menoleh ke Mia memberikan senyumnya. Yang lain hanya bingung apa yang dimaksud oleh Mia.
"Bang Marsel janji apa kepadamu sayang" Tanya Mario sambil duduk disamping Mia.
"Apa kalian juga mau berikan apapun yang Mia minta bang" Ucap Mia dengan tersenyum.
"Katakan apapun yang kau minta abang pasti turuti" Ucap Maxel.
"Janji" Ucapnya dengan memberikan jari kelincinya kepada Maxel. Maxel mengaitkan jari kelincinya seolah mengiyakan.
"Kalau bang Mario, apa abang tidak ingin berjanji" Ucap Mia dengan melihat ke Mario.
"Semuanya akan abang berikan untukmu, katakanlah" Ucapnya dengan memegang hidung Mia. Mia memberikan jari kelincinya Mario mengaitkan kelincinya ke jari kelinci Mia.
"Bang dimana papa? " Tanya Mia.
"Papa keluar negeri" Tanya Mia.
"Iya sayang, ada urusan mendadak disana" Jawab Maxel.
"Papa pasti tidak tau kalau Mia disinikan, apa kalian menyembunyikan semua ini" Tanyanya lagi.
"Tentu saja tidak sayang, nomor papa tidak bisa dihubung" Ucap Marsel dari arah pintu kamar mandi, semua menoleh kearahnya.
"Bersabarlah papa akan tiba 5 jam lagi" Ucap Maxel.
"Kalian kapan kembali" Tanya Mia.
"Sampai kau benar benar pulih tuan putri" Ucap Mario.
"Maxel kau pergilah beli sarapan untuk kita, dan kamu Mario pergilah bertemu dengan dokter yang menangani Mia tanyakan kondisinya karena itu bagianmu biarkan abang disini menjaga ratu kita ini" Perintah Marsel, mereka semua tidak ada yang menolak karena Marsel pengganti Handika jima Handika tidak ada.
"Baiklah bang, Maxel keluar yaa dek" Izin Maxel kepada Mia. Mia senyum dan mengangkukan kepalanya.
"Abang juga keluar jangan bikin bang Marsel repot kasian kayaknya dia terlihat sangat lelah" Ucap Mario dengan mengelus kepala Mia.
Keduanya sudah meninggalkan Mia dan Marsel, mejalankan perintah mereka sesuai yang dikatakan Marsel.
Mia memperhatikan abangnya yang sedang bersiap siap dengan memakai kaos dan celana jeas pendek tapi sangat terlihat tampan.
"Bagaimana dengan janji abang" Ucap Mia. Marsel menghela nafasnya dengan susah, ternyata adiknya itu sangat kepo dengannya.
"Sudahlah abang masih pengen fokus kekamu sayang, abang belum ada niat mempersunting seorang gadis" Ucapnya dengan menduduknya bokongnya dikursi sampin ranjang Mia.
"Ah, abang ngapain fokus ke Mia, Mia kan masih punya papa yang selalu jagain Mia" Ucapnya dengan mengkerutkan bibirnya.
"Hahah jangan gitu dong ekspresinya, senyumlah sayang" Bujuknya.
"Tidak mau" Ucapnya dengan membuang mukanya diarah lain.
"Baiklah abang akan menikah, Mia mau kaka ipar yang bagaimana?" Ucap Marsel. Mia langsung menoleh ke Marsel dengan senyum kemenangannya.
"Pokoknya yang terbaiklah bang, yang sayang sama abang, Mia, bang Maxel dan bang Mario serta hormat ke papa juga" Ucapnya.
"Mia sayang"
Mia dan Marsel menoleh kesuara yang dari arah pintu, Mia tersenyum begitu juga dengan Marsel. 💜🙏
jangan lupa like komen serta vote yang banyak