Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB55



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


"Apa abang sudah melupakan kenangan disini,,,,, agh yang benar saja" Ucap Mia langsung pergi meninggalkan mereka, yang lainnya hanya menggeleng kepala melihat tingkah Mia, Wijaya bahkan Mirna dibuatnya pusing.


"Astaga anak itu membuatku berpikir" Ucap Mirna langsung pergi, Wijaya dan yang lainnyapun sudah berada dalam pesawat.


"Mia, apa kau mau mengajariku bahasa indonesia? " Tanya Herry.


"Tentu saja, tapi bukan saya" Jawab Mia.


"Siapa, saya maunya kamu" Merengek Herry.


"Ada banyak guru bahasa indonesia, sebagian dari mereka juga masih banyak yang pengangguran jadi kita gunakan saja jasa mereka, dan saya,,,,,, saya punya banyak kesibukan" Ucap Mia.


"Iya sayang, opa akan mencarikanmu guru bahasa indonesia" Ucap Wijaya.


"Tapi saya maunya Mia opa, lagian apa sih kesibukannya" Ucap kesal Herry.


"Ohhh jadi kamu tidak tau apa kesibukan putri ini, sini biar saya beritahu Mia Ayunda Wijaya adalah putri tunggal dari Handika Wijaya ini sedang berusa untuk belajar dan mempertahankan nilai nilainya karena dia ingin jika sudah wisuda nanti semua abangku menerima penghargaanku" Ucap Mia dengan senyum senyum.


"Cucuku ini, kalian berdua istrahatlah" Ucap Wijaya.


Semuanya telah terlelap dengan mimpi mereka terkecuali Mia dan Herry, karena Herry yang banyak menanyakan semua tentang jakarta. Herry dan kedua orang tuanya ikut balik dijakarta tapi tidak menetap disana mereka hanya mengantar Wijaya dan Mirna.


Diindonesia.


Raka sudah tiba dikantor Ranaya, semua karyawan memperhatikan kedatangan Raka. Apalagi kaum hawa mereka sangat terpesona dengan ketampanan Raka, ini bukan kali pertama Raka keperusahaan tapi tatapan mereka masih juga sama. Raka yang hanya acuh dengan tatapan itu, dia hanya tetap tenang jalan menuju ruangan Ranaya.


tingggggg


Lift sudah berada dilantai paling atas, ruangan Ranaya, dia berjalan menuju meja sekretaris papanya.


"Apa tuan Ranaya ada didalam" Ucap Raka pada sekretaris itu.


"Tuan ada didalam, silahkan tuan muda" Jawabnya dengan mempersilahkan Raka.


"Terimah kasih" Ucapnya langsung berjalan diruangan Ranaya.


tok tokk tok


"Masuk"Ucap Ranaya dari dalam.


clekkk


Raka masuk mendekati meja Ranaya, Ranaya yang masih sibuk dengan laporan yang menumpuk dimejanya tidak tau bahawa yang datang adalah Raka.


"Selamat Pagi tuan" Ucap Raka, Ranaya yang mengenali suara Raka langsung menyimpan laporannya dan menatapa Raka.


"Hmmmm,,,,,, dimana keberadaan Rika sekarang? " Tanya Ranaya.


"Saya juga tidak tau pa" Jawab Raka.


"Ada papa mengajak saya kesini?" Tanya Raka dengan mendudukkan bokongnya.


"Papa hanya ingin memberitahumu" Ucapnya dengan berjalan menujuh Raka.


"Beritahu apa? " Tanya Raka.


"Apa kau serius dengan Mia? " Tanya Ranaya dengan menatap putrinya.


"Iya pa, Raka sangat menyayangi dia, Mia adalah cinta pertamaku dan akan kujadikan cinta terakhirku" Ucap Raka penuh dengan percaya diri.


"Siapa Mahesa? " Tanya Lagi Ranaya, Raka langsung melihat Ranaya dengan kaget.


"Agj, dia adalah penggoda pada saat saya masih sekolah dulu diamerika pa" Jawab Raka.


"Baiklah, kau harus berusaha mendapatkan cinta Mia, Mia sudah mencintaimu juga tinggal kamu saja yang menyakinkan Mia" Ucap Ranaya dengan menepuk bahu anaknya itu.


"Terimah kasih pa" Ucap Raka.


"Kapan wisudahmu sayang?" Tanya lagi Ranaya.


"Lusa pa" Jawabnya.


"Selamat ya, papa minta kau harus meneruskan perusahaan ini nak" Ucap Ranaya.


"Tapi bagaimana dengan perusahaan di singapura pa? " Tanya Raka.


"Biarkan Rika yang mengurus itu nak" Jawabnya.


"Pa Raka tetap memgurus perusahaan ini kelak, tapi masih ada papa ini dan papa masih sangat muda, biarka Raka mengembangkan bisnisku yang disana pa" Ucap Raka.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, toh ini semua akan menjadi milikmu" Ucap Ranaya.


"Papa tidak ada pekerjaanku disini? " Tanya Raka.


"Tidak ada nak, kau pergilah untuk mempersiapkan wisudahmu, dan jangan lupa sebentar kau harus menjemput kedatangan keluarga Handika" Ucap Ranaya.


"Baiklah pa, saya pamit yaa pa, jika membutuhkan jasaku katakan saja" Ucap Raka.


"Iya, kau memang anak hebatku" Ucap Ranaya.


"Assalamualaikum pa" Ucapnya dengan menyalami tangan Ranaya, Ranaya sendiri membelalak melihat perubahan itu.


"Waalaikum salam, apa papa tidak mimpi" Jawab Ranaya dengan kaget.


"Hahahah latihan pa, sayakan calon mantu Om Handika yang penuh dengan kesopanan" Ucap Raka.


"Baiklah, baiklah" Ucap Ranaya.


Raka sudah keluar dari ruangan Presdil itu, dia menyusuri Kantor itu menuju lift khusus presdil itu.


jangan lupa like komen dan vote 💝