Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB150



~


Keadaan Siska dibali,,,Siska merasa sangat lelah karena perjalanannya yang cukup lelah baginya.


Siska sudah mendapatkan kontak orang yang harus dia temui besok. Karena masoh banyak waktu, Siska memilih untuk rebahan saja dihotel yang sudah disiapkan oleh Riko.


"Huffffg,,,,akhirnya saya mengincak tanah lahirku lagi hari ini" Ucap Siska dengan menutup matanya.


^


Dijakarta.


Mia sebenarnya sangat takut kalau Siska kenapa napa disana,,,enathlah kenapa harus berpikiran begitu.


"Harus bagaimana yaaa" Ucap Mia dengan berpikir. Mia sudah berada dibutiknya.


"Selamat siang menjelang sore nyonyaku" Ucap Jori membulyarkan pikiran Mia.


"Agh,,,,kamu. Ada apa?" Ucap Mia.


"Tidak ada,,,tadi lewat saja diarea sini jadi saya singgah saja" Ucap Jori langsung duduk disofa milik ruangan Mia.


"Riko mana?" Ucap Mia.


"Ada diluar,,,dia masih melihat pekerja katanya baru mau kesini" Jawabnya dengan menekan bell.


"Mau tekan bell itu ha" Ucap Mia.


"Tungguh saja" Jawab Jori sambil menunghu yang datang.


"Kakak memanggilku" Ucap Qipa depan pintu,,,pintu tidak ditutup.


"Bukan kaka,,tapi dia tuh" Ucap Mia.


"Qipa,,,,bawakan kaka kopi yaaa" Ucap Jori langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mia.


"Kamu,,,,,Qipa. Sekalian perintahkan Riko kesini yaaa" Ucap Mia.


"Kaka mau diambilman minum apa?" Ucap Qipa.


"Saya mau Riko saja" Ucap Mia. Qipa langsung pergi.


"Kenapa dengan Riko,,,,apa dia melalukan kesalahan?" Tanya Jori.


"Tunggu saja kalau dia sudah disini" Ucap Mia langsung fokus dikerjaannya lagi.


"Apaan,,,ganggu aja sih" Ngomel Riko langsung duduk didepan Mia.


"Ada tugas untuk kamu" Ucap Mia.


"Siap,,,apaan?"


"Kamu harus pergi susul Siska disana. Saya sudah menyurus beberapa untuk menjaga keselamatnya. Tapi gue pikir pikir kamu juga harus kesana untuk cari tau sama siapa saja dia bertemu" Ucap Mia.


"Lah,,,bukannya dia disana atas perintahmu?" Ucap Jori.


"Iya perintahku,,,,kamu akan mengerti kalau sudah disana. Maka pergilah sore ini" Ucap Mia.


"Hmmmm,,,,,baiklah" Pasrah Riko.


"Tidak usahlah. Dia dengan siapa kalau kita kesana" Ucap Riko.


"Kan banyak orang,,,ada Qipa Gina Cita ibu ibu juga ada dua kali" Ucap Jori.


"Tidak,,,,,mereka tidak bisa diandalkan. Apalagi untuk keselamatannya" Ucap Riko.


"Iya gue tau,,,,cuman ngetes doang" Ucap Jori.


"Kopinya datang" Ucap Qipa dengan suara khasnya yang cempreng.


"Kenapa ada dua?" Tanya Jori.


"Untuk kak Riko lah" Ucap Qipa meletakan kopi diatas meja.


"Gue gak mau kopi" Ucap Riko langsing pergi. Mia dan Jori sudah mengerti kenapa dia pergi hitu saja.


"Qipa salah yaa kak,,,,kenapa jadi ketus gitu sih" Ucap Qipa bingung melihat Riko.


"Loo sih,,,,nawarin Kopi" Ucap Jori menakut nakuti Qipa.


"Emang apa salah kopi kak" Ucap polos Qipa.


"Qipa,,,,kamu kembali kerja saja yaaa" Ucap Mia.


"Qipa salah apa kak?" Ucap Qipa masih bingung.


"Qipa gak salah,,,,lanjutkan pekerjaanmu yaaa" Ucap Mia,,,,Qipa langsung pergi dengan masih rasa tidak enak pada Riko.


"Qipaaaaaa" Panggil Cita.


"Agh,,,kak Cita" Ucap Qipa.


"Kenapa bingung gitu sih,,,,ada tugas dari kak Mia" Ucap Cita.


"Kaka adeknya kak Riko kan?" Ucap Qipa.


"Iya emangnya napa"


"Kak Riko ada masalah apa dengan Kopi?" Tanya Qipa.


"Kopi,,,,siapa itu?" Ucap Cita bingung.


"Ihhh,,kakak kopi siapa yang kaka tanyakan. Emang ada orang namanya kopi" Icap Qipa.


"Yaa kamu tadi bilang bang Riko punya masalah apa sama kopi" Ucap Cita.


"Maksudnya kopi minuman kak" Ucap Qipa yang sudah kesal.


"Hahahah ohhh" Cita hanya tertawa.


"Emang kak Riko kenapa sampai kamu tanya punya masalah dengan kopi" Ucap Cita dengan tertawa.


"Tadikan kak Jori minta Qipa bawakan kopi,,,yaaa sekalian saja Qipa bawakan kak Riko. Eh pas Qipa kasih Kak Riko langsung keluar dari rauangan kak Mia. Dan kata kak Jori gara gara Qipa tawarin kopi makanya kak Riko keluar" Ucap Qipa mencoba menjelaskan.


"Alah palingan bang Riko punya tugas tuh dari kak Mia. Makanya dia tidak meminum kopi dari kamu. Kak Riko itu pecinta kopi. Maafin abang gue yaaa" Ucap Cita menepuk pundak Qipa.