
jangan lupa like komen dan vote 💝
~~
"Bang, i_bu ibu" Ucapnya dengan menunjuk bagian jedela. Semua mata melihat arah itu, Mario dengan cepat memeriksa jendelah itu.
"Ada apa Mario? " Tanya Wijaya.
"Tidak ada siapa siapa opa" Jawab Mario dengan mendekat pada mereka.
"Apa yang kau lihat? " Tanya Wijaya.
"Tadi ada ibu, papa ibu masih ada" Ucapnya dengan air mata yang berderai.
"Iya sayang, ibumu masih ada dihati kita" Jawab Handika dengan meneteskan air mata.
"Tidak, Mia tadi melihatnya dengan jelas, ibu juga mengatakan kalau Mia harus selalu menjadi anak yang baik" Ucap Mia menyakinkan mereka.
Semuanya melihat kasihan pada Mia, pikir mereka Mia hanya mimpi karena terlalu capek sehingga dia mengirah itu kenyataan.
"Jika itu yang dikatakan ibu maka jadilah yang terbaik sayamg, sekarang kita makan yaaa" Bujuk Maxel.
"Tapi tadi ada ibu, apa kalian tidak percaya pada saya" Ucap Mia menyakinkan mereka.
"Apa yang terjadi ini paman? " Bisik Herri pada Restu dalam bahasa inggris.
"Apa kau tidak tau bahasa indonesia" Tanya Restu dengan bahasa inggris, Herri hanya menggeleng tidak mengerti.
"Katanya Mia melihat ibunya" Ucap Restu, Herri membelalak.
"Apa! " Kaget Herry, semua mata melihat kearahnya.
"Ada apa nak? " Tanya Rere dengan bagasa jerman.
"Agh,,,, tidak ada bu" Jawabnya dengan gugup.
"Ayok, kita makan yaa, tante Santi sudah menyiapkan kita makanan enak" Bujuk Marsel pada Mia.
"Baiklah" Ucap Mia dengan berdiri, Handika dan ketoga putranya pun ikut berdiri, Semuanya sudah berjalan duluan menujuh ruangan Makan. Handika sendiri masih memperhatikan jendela kamar Mia.
"Pa, ayo" Ajak Mario.
"Apa disana benaran tidak ada? " Tanya Handika.
"Tidak ada pa, mungkin Mia hanya bermimpi" Ucap Mario.
"Baiklah, mari" Ucap Handika langsung pergi, Mario juga berjalan mengikuti belakang Handika.
Semua sudah berada dimeja makan, mereka juga sudah memulai aktifitas makan mereka, dengan mengambil berbagai menu yang disiapkan Sinta. Mia hanya melamun terlihat tidak ada nafsu makannya.
"Mia sayang, kamu mau tante ambilkan apa? " Ucap Santi dengan memyentuh pundaknya. Mia tersadarkan dengan suara dan sentuha Santi.
"Mia tidak nafsu tante, maaf yaa Mia mau kekamar" Ucapnya langsung berdiri dan meninggalkan mereka semua.
Semuanya melihat kearah Mia, dengan bingung kelakuan Mia yang sangat berubah.
"Tidak perluh, biar saya yang berikan, siapkan saja makanan untuk dua orang dalam satu piring" Ucap Handika. Santi pun melakukan sesuai yang diperintahkan Handika.
"Ini" Ucap Santi dengan memberikan piring yang berisi makanan itu pada Handika.
"Terimah kasih, ma pa, Handika makan bersama Mia dikamar ya" Izin Handika pada Wijaya dan Mirna.
"Pergilah nak, jelaskan dia. Tapi ingat jangan sampai penjelasanmu menyakitinya" Ucap Wijaya. Handika langsung berjalan menujuh makan Mia.
clekkkkk
Pintu kamar Mia dibuka, terlihat ada Mia yang berdiri dijendela yang dia tunjuk tadi, Handika mendekat dan merangkul pinggang Mia.
"Sayang, kita makan yaa" Ucap Handika dengan lembut.
"Mia tidak lapar pa" Jawabnya denga tatapan diarah luar jendelah.
"Baiklah" Ucapnya denga meletakkan makan itu diatas meja.
"Kita duduk disana saja" Lanjutnya dengan menunjuk kursi yang ada diteras kamar Mia.
"Baiklak pa" Ucapnya denga melangkah menujuh kursi itu.
"Apa papa tidak makan? " Tanya Mia.
"Bagaimana bisa makanan itu masuk jika nafsu makanku saja tidak mau makan" Jawab Handika dengan duduk disamping Mia.
"Papa,,,,,,, makanlah, nanti papa sakit" Ucap Mia.
"Sebentar kita makan bareng yaa, sekarang ceritakan pertemuanmu pada ibumu" Ucap Handika dengan memegang tangan Mia.
"Tapi Mia benaran lihat ibu pa" Ucap Mia.
"Iya sayang, papa percaya, ceritakan bagaimana ibumu sekarang" Ucap Handika.
"Ibu sudah sangat cantik pa, ibu sudah agak gemukan dibandingkan pada saat dia sakit dulu, ibuku juga terlihat bersinar" Ucap Mia dengan senyumnya.
"Benarkah, apa ibumu sangat bahagia jika tidak bersama papa?" Tanya Handika.
"Tidak, ibuku ingin hidup bersama kita juga, hanya mungkin masih ada yang belum ia penuhi" Jawab Mia dengan Yakin.
"Kenapa kau, melepaskan ibumu pergi, kenapa kamu tidak menahannya untuk tinggal disini sama kita?" Tanya lagi Handika.
"Sudah kukatakan pa, tapi kata ibu, dia belum menyelesaikan tugasnya" Jawab Mia.
"Apa, dia mengatakan itu? " Kaget Handika.
"Iya, pa. Mia mendengar itu dengan jelas" Ucap Mia.
"Baiklah, simpan ini biar papa cari tau mengenai ibumu" Ucap Handika.
"Tidak perluh pa, ibu akan datang jika waktunya sudah tiba" Ucap Mia.
jangan lupa like komen dan vote 💝