
~
"Miaaaaa" Teriak seseorang membuat seisi rumah itu melihat kearah suara cempreng itu.
"Astaga,,,,suaramu membuar semua orang pegang dada lo" Ucap Handika pada Siska yaa yang teriak adalah Siska.
"Heheheh maap om" Ucap Siska dengan salah tingkah.
"Mia,,,,berangkat yuk" Ucap Amel yang baru tiba.
"Kalian hati hati yaaa,,,,jangan begadang" Ucap Handika yang sebenarnya tidak merelakan anaknya jalan sendiri.
"Bayy,,,,Assalamualaikum" Ucap Mia lalu menyelami mereka yang diikuti dengan Sisma dan Amel.
"Opa dan oma juga hati hati yaaa" Ucap Mia.
"Iya sayang" Jawab Wijaya.
Dirumab sakit.
Hari ini Widya sudah bisa keluar rumah sakit, tapi belum diizinkan bekerja oleh Mario.
"Siapa?" Tanya Widya melihat Mario baru saja selesai menelpon.
"Itu Mia kejogja sama Siska dan Amel jadi saya perintahkan orang orangku mengikuti langlah mereka tapi Mia tidak boleh tau" Ucap Mario.
"Ummm" Ucap Widya.
"Langsung saya antar diapartemen atau mau singgah dimana dulu?" Ucap Mario yang mendorong kursi roda Widya.
"Pulang saja deh,,,,malas keliling saya" Ucap Widya.
"Sampe sana istirahat yaa,,,jangan banyak gerak dulu. Nanti saya kirim satu pembatu untuk mrlayanimu" Ucap Mario. Mereka sudah dalam perjalanan.
"Gak usah ah,,,,Saya bisa ko" Ucap Widya.
"Tolong yaaa,,,,jangan membantah sekali ini saja" Ucap Mario.
"Tidak mau,,,,sudah biasa ko hidup sendiri" Ucap Widya. Mario malah sedih mendengar itu.
"Jangan bilang gitu dong,,,,kan ada abang" Ucap Mario dengan menghibur Widya.
"Iya bambang ganteng" Ucap Widya lalu mereka tertawa.
Mario sudah mengantar Widya sampai dengan selamat,,Mario langsung pulang dirumah karena hari ini Minggu jadi tidak bekerja hampir 10 hari Mario tidak pulang dirumah karena harus mengurus dan menemani Widya.
"Assalamualaikum" Ucap Mario lalu menyalami Handika dan Santika yang sedang bersantai diruang keluarga.
"Waalaikum salam" Jawab keduany.
"Opa Oma mana bu?" Tanya Mario.
"Mereka kejerman sayang,,,,Herdin sakit" Jawab Santika.
"Oww,,,,bang Cel dan yang lainnya?" Tanya Mario lagi karena tidak melohat keberadaan mereka.
"Mia dijogja,,Marsel dan Rika dikamar,, Maxel lagi dikantor katanya banyak kerjaan" Ucap Santika.
"Bagaimana keadaan Widya?" Tanya Handika.
"Alhamdulillah hari ini dia sudah pulang pa" Jawab Mario.
"Sudah kamu pergilah mandi setelah itu kita makan siang yaa" Ucap Santika.
"Siap bu" Ucap Mario lalu pergi.
"Iya,,,saya sudah tidak sabar menimang cucu" Jawab Handika lalu menyimpan majalanya menghadap Santika.
"Kau maunya laki laki atau perempuan?" Tanya Handika.
"Apapun itu yang penting ibu dan anaknya sehat sih" Ucap Santika.
"Mia akan punya ponakan yaa,,,,lucu gitu yang lucu gendong so lucu" Ucap Handika dengan senyum membayangkan itu.
"Nya tuan makan siangnya sudah siap" Ucap Rina dari belakang mereka.
"Iya,,,,panggilah Marsel dan Rika" Ucap Santika.
"Sayang Ranaya dan Ranti sudah menujuh disini lo" Ucap Handika.
"Oya,,,baguslah kita akan makan siang bareng" Ucap Santika.
"Santikaaaaa" Teriak Ranti dari arah Pintu.
"Astaga,,,,bikin kaget saja" Ucap Santika dengan memegang dadanya.
"Istrinya diajari agama dong" Sindir Handika.
"Agh,,,apaan sih kamu" Ucap Ranti.
"Rika mana?" Ucap Ranaya.
"Tunggu om sama tante juga mana,,,,kenapa rumah kalian ini mendadak sunyi sih" Ucap Ranti dengan mencari keberadaan yang lainnya.
"Kayak rumahmu rame saja" Ucap Handika dengan ketus.
"Yaa rame lah kan banyam pembantu" Ucap Ranti.
"Mama sama papa dijerman,,,Mia dijogja. Marsel Rika dan Mario ada dikamar Maxel ada dikantor" Ucap Santika.
"Apa Mario Marsel dan Rika sekamar?" Kaget Ranti membuat Ranaya Handika Santika pusing.
"Yaa tidaklah tanteku masa iya saya sekamar dengan pengantin bisa sakit mata ini" Ucap Mario yang baru turun dari kamar.
"Iya juga sih" Ucap Ranti.
"Wah Tantekuuu" Teriak Rikavdari atas.
"Jangan lari sayang,,,,hati hati saja tantemu ini tidak akan lari ko" Ucap Santika.
"Kamu apa kabar,,,hmmm sudah gemuk yaaa" Ucap Ranti memeluk ponakan rasa putrinya itu.
"Iya dong kan sudah jadi nyonya Marsel" Ucap Marsel.
"Hmmm sombongnya menantuku" Ucap Ranti lalu tertawa.
"Sudah kita makan siang yuu" Ajak Santika.
"Kamu yang masak San?" Tanya Ranti.
"Tidak,,,Bi Rina masakannya tidak kalah enak" Ucap Santia lalu berjalan menuju dapur.
hueekkkkkk
hueellllkkkkkkk*
jangan lupa tinggalkan jejak baca kalian dengan cara like komen dan VOTE yaa agar bisa melanjutkan karya ini dan thour tetap semangat🌹