Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB38



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


"Waalaikum salam sayang, hati hati" Jawab Santi. Mia melambaikan tangannya dibalas sama Santi dan Restu.


Mia dan yang lainnya sudah pergi meninggalkan rumah.


Handika dan kedua anaknya telah tiba dibandara, mereka bergegas untuk keruang tunggu. Mia dan yang lainnya melupakan Siska dan Amel.


"Miaaaa" Teriak Siska dan Amel. Mia langsung mencari sumber suara yang memanggil namanya.


"Agh, astaga kalian hampir saya lupa" Ucap Mia.


"Apa kalian sudah siap untuk berangkat? " Tanya Mario.


"Sudah dong bang" Jawab keduanya.


"Siapa yang menyuruh kalian ikut? " Tanya Handika.


"Agh, om kok gitu sih" Ucap sedih Amel.


"Mario yang ajak mereka pa" Jawab Mario.


"Baiklah, mari masuk nanti kota terlambat" Ucap Handika dengan memegang tangan Mia.


"Bang, apa kita akan melakukan penerbangan dengan pesawat umum?" Tanya Siska dengan berjalan mengikuti Mario.


"Tidak, itu terlalu pengap, kita akan naik pesawat pribadi papa" Jawab Mario.


"Cepat kalau begitu bang" Ucap Amel.


"Kenapa mesti buru buru lagian itu milik papaku" Jawab Mario.


"Nanti kita tidak ditunggu sama om bang" Ucap Siska dengan berlari sedikit mengejar Handika dan Mia yang diikuti Amel, Mario mengeleng melihat tingkah mereka.


"Mereka ini kaya masih kecil saja" Ucapnya sendiri.


"Mia, berapa hari kita dijepang?" Tanya Siska. Yang sudah berjalan dibelakang Handika dan Mia.


"Agh, kalian ini mengagetkanku saja" Ucap Mia dengan berbalik sekilas lalu kembali melihat kedepan.


"Berapa hari Mi? " Tanya Amel.


"Besok acara wisudahnya, trus besoknya juga kita jalan jalan sampai puas jika sudah puas baru kita balik, iyakan pa? " Jawab Mia dengan melihat kearah Handika.


"Terserah darimu sayang" Jawab Handika.


"Horeeeee" Senang Amel dan Siska.


"Kalian jangan terlalu senang, kalian kalau jalan jalan siapkan uang sendiri" Ucap Handika.


"Agh, om kok begitu" Ucap sedih Siska dan Amel.


"Hahaha kalian tidak usah takut disana ada pembisnis sukses, jika pemilik banyak perusahaan satu ini tidak mau menanggung kalian" Ucap Mia.


"Siapa pembisnis sukses yang sudah menunggu kita dijepang? " Tanya Siska.


"Apa kau lupa sama bang Marsel dan bang Maxel?" Ucap Mia.


"Oh astga, iya juga sih" Ucap Amel.


"Masuklah, tidak usah banyak bicara" Ucap Handika.


Mia, Siska, dan Amel langsung masuk dalam pesawat.


"Agh astaga om ku yang paling kaya setanah air, coba kali ini tidak biarkan kami ini naik pesawat tanpa harus pusing urus itu semua" Ucap Amel.


"Pasportnya sudah ada sama saya pa" Jawab Mario.


"Wah bang Mario paling terbaik" Ucap Siska langsung masuk.


Mereka sudah melakukan perjalanan, semuanya tidur.


Pesawat sudah mendarat dengan sempurnah dibandara Jepang, mereka semua turun dengan semangat. Sudah ada Marsel dan Maxel.


"Abang" Teriak Mia dan berlari menuju mereka berdua dan memeluk Marsel terlebih dahulu.


"Apa kau sehat sayang" Ucap Marsel dalam pelukannya.


"Sangat senang" Jawabnya dan melepaskan pelukanannya berbalik memeluk Maxel.


"Ratuku ini kayaknya sangat bahagia" Ucap Maxel dengan membalas pelukan Mia.


"Mia sangat bahagia, karena kalian akan menetap di indonesia setelah ini" Jawab Mia langsung melepaskan pelukannya.


"Apa kabar kalian nak" Ucap Handika dengan memeluk Marsel dan berpindah ke Maxel.


"Kami baik pa" Jawab keduanya.


"Bang, apa urusan kalian sudah selesai" Ucap Mario dengan memeluk mereka secera bergantian. Setelah berpelukan dengan Mario kedua kakak beradik itu melihat Siska dan Amel.


"Kalian ikut juga, mari bang peluk biar kesannya kayak keluarga" Ucap Marsel.


"Tidak boleh, bukan muhkrim" Ucap Handika.


"Baiklah pa" Jawab Marsel.


"Sudah Sis, Mel mari jalan, inikan masih sore masih bisa untuk kita jalan jalan" Ucap Mia.


"Sebaiknya kau istirahat dulu" Ucap Mario.


"Iya Mi, saya capek lusa aja kita jalannya" Ucap Amel.


"Mari jalan" Ucap Maxel.


Mereka sudah masuk dalam mobil dan menuju apartemen yang sudah disiapkan oleh Marsel dan Maxel.


Mereka menggunakan dua mobil, Mia Siska Amel dan Maxel, sedangkan Handika Mario dan Marsel satu mobil lainnya.


"Bang, apa opa dan oma sudah sampai?" Tanya Mia, memecahkan keheningan.


"Iya sayang, mereka sedang menunggu kedatangan kalian" Jawab Maxel.


"Cepatlah, Mia tidak sabar berjumpah dengan opa dan oma" Perintah Mia kepada supir.


"Apa dia bisu bang" Bisik Mia.


"Hahahah tidak sayang, dia tidak tau bahasa indonesia" Jawab Maxel.


"Astaga, pantas" Ucap Siska.


"Iya" Jawab singkat Mia.


"Amel kau apa kabar? " Tanya Maxel kepada Amel yang dari tadi tidak membuka suara. Mia dan Siska membelalak mendengar pertanyaan Maxel, sederhana tapi aneh bagi mereka.


jangan lupa like komen dan vote 💝