
~
Amel yang sedang bersedih dilain sisi Mia sangat bahagia karena dapat kejutan dari Raka. Merela sedang menuju butik yang sejak dulu ingin diberikan kepadanya tapi baru sekarang dia mendapatkan kesempatan itu.
"Kita mau kemana sih?" Tanya Mia.
"Tenanglah sayangku,,,,tidak lama lagi kita akan sampai" Ucap Raka dengan fokus menyetir mobil.
"Dekat lagi sampai jadi tutup mata kamu yaaa" Ucap Raka menyampingkan mobilnya.
"Tapi kenapa harus ditutup sih,,,,kamukan tau gue takut kegelapan Raka" Ucap Mia.
"Kan ada gue,,,,jangan ngebantah yaaa" Raka langsung menutup mata Mia mengunakan syal yang sengaja ia bawah.
"Tidak akan lama koo" Ucap Raka menyalakan kembali mobilnya dan berjalan menujuh lokasi kejutannya.
Mereka berdua sudah tiba, butim itu memang tidak terlalu jauh dengan rumah Mia bahkan butik dan rumah Mia satu kompleks itu sengaja dibuat oleh Rika agar Mia tidak terlalu jauh dengan keluarganya.
"Turulah,,,hati hati yaaa" Ucap Raka membukakan pintu mobil untuk Mia.
"Raka,,,,kota sudah sampai" Ucap Mia memegang tangan Raka.
"Iya sudah dong" Ucap Raka menuntun jalan Mia menujuh pintu butik tersebut.
"Matanya sudah bisa dibukan dong" Ucap Mia.
"Etttt,,,,jangan dulu dong. Nafsu bangat sih" Ucap Raka.
Dalam ruangan itu sudah ada Siska Amel Mario Widya Maxel Rika Marsel Handika Santika Mirna Wijaya juga ikut serta memberikan kejutan untuk Mia.
"Spuraissssssssss" Ucap Semuanya. Mia kaget karena matanya yang masih ditutup.
"Spupraisss,,,,,Miakuuu" Ucap Siska pada saat mata Mia dibuka oleh Raka.
"Kenapa ada kalian,,,,dan ini tempat apaan" Ucap Mia bingung.
"Ini adalah tempat kerja kamu nanti,,,,opa berizin kamu mulai usaha dari nol tanpa membawa namaku diusaha kamu ini" Ucap Wijaya langsung memelum Mia.
"Opa terimah kasih,,,,Mia janji akan baik baik saja" Ucap Mia.
"Papa akan berikan penjagaan untuk memantaumu disini" Ucap Handika yang sebenarnya tidak mengizinkan putrinya untuk bekerja.
"Papa!" Sedih Mia.
"Jangan dibantah yaa sayang,,,lagian penjagaannya tidak akan diperlihatkan mereka semua akan menyamar sayang" Ucap Santika.
"Dan gue bakalan jadi asisten pribadi looo" Ucap Siska.
"Serius loo" Ucap Mia.
"Iya sayang,,,opamu yang memintahnya biar kamu lebih nyaman dan kalian bisa bertukar pikiran jika ada apa apa" Ucap Mirna.
"Terimah kasih banyak opa" Ucap Mia.
"Jangan ucapkan itu padaku,,,,katakan kalimat itu pada kekasihmu" Ucap Wijaya membuat Raka dan Mia malu malu.
"Cieee malu malu,,,,selamat yaa adikku yang paing cantik. Jangan terlalu capek okey" Ucap Maxel.
"Putri kecil kami ini rupanya sudah mau bekerja,,,katakan padaku jika ada masalah oke" Ucap Marsel.
"Siap,,,Mia pasti tidak akan mendapatkan masalah dalam bisnis ini. Karena semua orang yang ada disekitarku adalah handal dalam bidang bisnis" Ucap Mia.
"Katakan padaku jika kepalamu sangat sakit yaaa,,,kami tidak bisa beri ilmu bisnis tapi kami bisa beri ketenangan dalam hal pusing mengurus bisnis" Ucap Widya langsung mendapat pelukan dari Mia.
"Terimah kasih yaa kaka ipar,,,,semuanya juga Mia ucapkan terimah kasih yaa" Ucap Mia melepaskan pelukannya.
"Kau mau beri nama apa untuk butik ini" Ucap Raka.
"Yang bagus apa yaaa" Bibgung Mia.
"Agh,,,,bagaimana kalau Mbw" Ucap Mia.
"Apaan itu sayang?" Tanya Mirna.
"Mia butikue Wijaya" Ucap Mia.
"Wah bagus itu sayang" Ucap Santika.
"Mbw fiks" Ucap Wijaya.
"Karena nama dari butik ini sudah ditentuka jadi kapan rencana kau ingin meresmikan dan membuka butik ini sayang" Ucap Santika.
"Besok Mia akan membuka butik ini,,,,,dengan catatan kalian datang sebagai tamu. Hari ini Mia dan Siska akan membawa semha koleksi kami disini" Ucap Mia.
"Baiklah sayang,,,,kami akan datang sebagai tamu" Ucap Wijaya mengacak jilbab bagian atas Mia.
"Opa,,,,jilbab Mia" Ucap Mia semua langsung tertawa gemas pada Mia.
"Kami harus kembali kerumah sakit,,,,sekali lagi selamat yaa sayang" Ucap Mario.
"Terimah kasih yaa dokter handalku,,,,kapan kapan mampir lagi yaa" Ucap Mia.
"Hahahah kau ini,,,,terlalu mengemaskan" Ucap Mario. Mereka langaung izin pulabg dan menyalami semua yang menurut mereka tua dan keluar dari butik itu.
"Abang juga mau pulang yaa,,,,biasa masih ada jam kantor" Ucap Maxel.
"Iya kita juga akan pulang,,,,apa papa harus menyuruh pelayan untuk membatumu menata barang barang ini sayang" Ucap Handika.
"Tidak perlu pa,,,Mia masib bisa ko" Ucap Mia.
"Kami semua pamit yaaa" Ucap Santika.
"Iya bu,,,,hati hati yaaa" Ucap Mia.
"Semuanya hati hati yaaa" Ucap lagi Siska.
Semua sudah keluar dari butik Mia tersisa Siska Mia Amel dan Raka.
"Semua sudah begitu rapi,,,,berarti kita tinggal ambil koleksi saja dong" Ucap Mia.
"Koleksi gue juga bawa saja Mia,,,ya kali ada yang suka kan" Ucap Amel,,,dengan mata yang masih sembab.
"Mel,,,lo gapapa kan" Ucap Mia yang baru sadar.
"Iya baik saja gue,,,,jadi ruangan Mia dimana Kak" Ucap Amel mengalihkan pembicaraan.
"Ada diatas apa kalian mau melihatnya" Tawar Raka.
"Ayo,,,gue kepo sama ruangan gue" Ucap Siska langsung menarik tangan Mia yang masih bingung melihat Amel.
"Sudah tanya nanti aja,,,disini masih ada Raka" Bisik Siska.
"Apa kamu tau kenapa dia begitu" Ucap Mia.
"Ya tau,,,cuman ceritanya nanti saja" Ucap Siska.
jangan lupa berikan tanda setelah kalian baca debgan cara like komen dan VOTE agar thour lebih semangat berkarya🌹