Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB42



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


Mario tidak pernah mamalingkan pamdangannya, begitupun seseorang itu dia tetap berdiri enggan untuk mendekat kearah keluarga bahagia itu. Marsel yang sadari itu langsung mendekat ke Mario.


"Pergilah temui dia Rio" Bisik Marsel, Mario kaget langsung melihat Marsel.


"Pergilah, dia sudah jauh jauh kemari untuk bertemu denganmu" Ucapnya lagi.


"Bang Mario kemarilah kita ambil sesi foto" Ucap Mia, Maril melihat sosok wanita iti yang masih berdirk ditempat dan berpindah melihat senyum Mia.


"Amel apa kau mau membantu abangmu ini" Bisik Maxel, yang dari tadi juga memperhatikan Wanita itu, wanita itu adalah Widya yaa Widya wanita yang Mario Cintai sejak SMA yang tidak diketahui siapapun dikeluarga Wijaya.


"Memangnya dia siapa" Tanya Amel.


"Abanb juga tidak tau tapi dari tadi dia saling pandang dengan Mario, pergilah" Jawab Maxel.


"Bang Maxel kemari" Ucap Mia. Maxel langsung mendekat. Amel pergi kearah Widya, Widya yang sadar ada yang mendatanginya dari keluarha Wijaya langsung pergi tapi langsung ditahan oleh Amel.


"Kak, maaf apa kakak teman bang Mario" Ucap Amel.


"Bu,, Bukan saya tidak mengenal mereka" Jawabnya dengan grogi.


"Hah kakak kenapa jadi takut begitu, apa kakak ink kekasoh bang Mario" Tebak Amel, Widya langsung memandang Amel.


"Bukan, apa hubunganmu dengan mereka?" Tanya Widya.


"Saya teman Mia kak, kakak sendiri apa hubungan kakak dengan Mario" Tanya Amel.


"Tidak ada" Jawab Widya.


"Duduklah dulu kak" Mereka duduk bersampingan.


"Kau berteman dengan Mia sejak kapan?" Tanya Widya. 'kayaknya kaka ini sudah mulai nyaman bersamaku' batin Amel.


"Sejak SMP kak, trus kaka sendiri kapan kenal sama bang Mario" Ucap Amel.


"Apa! Baiklah kaka akan cerita padamu tapi ini rahasia kita" Ucap Widya, Amel mengangkukan kepalanya.


"Mario itu kekasihku tidak ada yang mengetahui kami berpacaran, kecuali keluarga dari tuan Bajari" Ucap Widya, Amel kaget jika bang Mario yang dingin ternyata sudah memiliki kekasih.


"Sejak kapan kak? " Tanya Amel.


"Sejak SMA" jawabnya.


"Wah, sudah begitu lama, tapi kenapa harus disembunyikan" Amel masih dengan banyak pertanyaannya.


"Tidak, Amel belum puas kak, biarkan Amel tau dulu baru pulang" Ucap Amel.


"Oh jadi kamu yang namanya Amel, kakak Widya" Ucapnya dengan memberikan tangannya didepan Amel.


"Amel kak" Jawab Amel dengan menyambut tangan Widya.


"Kakak jawab dulu pertanyaan ku yang tadi?" Tanya Amel.


"Kau sendiri kenapa menyembunyikan hubunganmu dengan Maxel? " Tanya Widya.


"Wah kakak tau, ya karena Amel belum siap cerita sama Mia itu aja" Jawab Amel.


"Oh ya"


"Iya kak, jawablah" Kepo Amel.


"Kakak belum siap saja" Jawab Widya.


"Tidak siap, kenapa kakakkan hanya berpacaran bukan untuk bekerja" Ucap Amel.


"Hubungan kami ditentang oleh Mia, dia tidak setujuh jika Mario bersamaku, saya sendiri sudah iklas untuk meninggalkan Mario tapi Mario tidak mau, dia bilang kita butuh waktu untuk menjelaskan hubungan ini padanya" Ucap Widya dengan meneteskan air mata.


"Agh, kakak jangan nangis, Amel yakin waktu itu Mia masih sangat kecil dan takut kehilangan bang Mario" Ucap Amel dengan memegang tangan Widya.


"Iya kakak tau" Jawabnya, ponsel Amel bergetar tanda ada panggilan dari Mia.


"Angkat saja dek, dia pasti khawatir sama kamu" Ucap Widya, Amel langsung menekan Warna hijau pada ponselnya.


"Assalamualaikum Mi" Ucapnya


"Waalaikum salam, kamu dimana kenapa kau tidak pulang, astaga kami juga sampai lupa padamu" Ucap Mia.


"Maaf tadi saya ketoilet trus pas balik kalian sudah tidak ada" Jawab Amel pura pura sedih.


"Sekarang kau dimana, bang Maxel akan menjemputmu" Tanya Mia.


"Masih dihotel" Jawabnya.


"Baiklah jangan kemana mana, Bang Maxel sudah jalan" Ucap Mia.


"Baiklah, assalamualaikum "


"Waalaikum salam" Jawab Mia langsung memutuskan panggilannya.


Jangan lupa like komen dan vote 💝