
~
Pagi telah tiba, matahari sudah terbit dengan sempurnah. Mia Siska dan Amel sudah bersiap untuk ke bandara.
"Apa tidak ada yang ketinggalan?" Ucap Amel yang sangat semangat.
"Semua sudah aman,,,,goooo" Ucap Siska yang tidak kalah semangatnya.
"Korea i'm coming" Ucap Mia dengan menarik kopernya.
"Nona Mia" Panggil Jori.
"Agh,,,bagaimana apa ibu papa keberatan dengan kebedangkatan kami" Ucap Mia.
"Tidak Nona,,,mereka percaya dengan kalian" Ucap Jori.
"Trus apa yang membawahmu disini" Ketus Siska.
"Mengantar kalian sampai bandara" Jawab Jori langsung membukakan mobil.
Mobil sudah meninggalkan apartemen Siska, jarak bandara dengan apartemen Siska cukup jauh.
"Herri juga ikutkan" Ucap Mia.
"Iya Nona,,,dia juga sudah dijalan bersama Riko" Jawab Jori.
"Huaaaaaahhhhh,,,masih jauhkan tidur dululah" Ucap Amel.
"Tidur mulu kerjaan loh" Ucap Siska.
"Idih mending gue nah loo iri doabg kerjaanloo" Ucap Amel.
"Sudahlah ini adalah hari bahagia kita jangan berdebat terus yaa" Ucap Mia.
Dikediaman Handika.
Semua keluarga sedang bersantai dan melakukan aktifitas mereka masing masing. Rika yang perutnya makin besar dan sudah memasuki bulan lahiran kini sedang berolaraga ditaman rumah.
"Cucuku,,,jangan terlalu cape" Ucap Wijaya yang juga duduk santai ditaman memperhatikan Rika dan Marsel.
"Tidak kok opa,,kata dokter sering olaraga agar nanti persalinannya berjalan lancar" Ucap Rika.
"Iya opa,,,lagian kalau cuman jalan jalan gini mana capek" Sambung lagi Marsel.
"Hmmm,,,,kau tidak tau saja betapa beratnya yang dibawa istrimu itu" Ucap Mirna.
"Hahahha iya sayang. Tapu saya cukup salut sama siaganya dia" Ucap Wijaya dengan tertawa kecil.
"Papa" Merenggek Harris.
"Ada apa,,,kau ini seperti anak kecil saja" Ucap Wijaya.
"Bang Handika pa,,,," Ucap Harris dengan menunjuk Handika yang juga mendekat kearah mereka.
"Ada apa lagi sih,,,,kalian ini dikit lagi punya cucu tapi masih saja berkelahi" Ucap Mirna.
"Dia yang duluan pa" Ucap Handika dengan tatapan tajamnya.
"Kenapa,,,apa yang buat abangmu marah ha" Ucap Mirna sedangkan Rika dan Marsel melihat lucu pada paman dan papanya.
"Gara gara dia ini Mia dan yang lainnya kekorea,,,,dia terlalu **** atau bagaimana sih" Ucap Handika.
"Bukan soal itunya pa,,,setidaknya putriku pergi dari apartemen Siska" Ucap Handika.
"Lagian hanya seminggu bang" Ucap Harris.
prukkk
"Kua kira enak apa rasanya membiarkan putri kecil kita pergi sendiri apa lagi pamitannya hanya lewat telpon" Ucap Handika dengan menjitak kepala Harris.
"Sudah. Agh kalian ini tidak malu dilihatin sapa anak dan mantu kalian" Ucap Mirna.
"Mia akan aman saja disana,,,,pergilah kalian mengganggu ketenangan kami saja" Ucap Wijaya keduanya langsung pergi.
"Dia itu terlalu mengkhawatirkan Mia" Ucap Mirna.
"Begitulah,,,bukan cuman dia bahkan saya saja sebenarnya khawatir. Makanya saya suruh orang untuk menjaga mereka" Ucap Wijaya.
"Semoga saja cicit kita perempuan" Ucap Mirna.
"Aamiin" Ucap Wijaya dan Marsel.
Dibandara.
Mereka sudah tiba dengan selamat dibandara, terlihat ada herry yang sudah menungguh mereka dengan gaya yang santai tapi masih sangat ganteng dilihat.
"Apa kmu sudah lama menunggu?" Tanya Mia.
"Kenapa kalian lama sekali ha" Ucap Herri dengan bahasa indonesia tapi masih logat bule.
"Huh namanya cewe" Ucap Siska.
"Nona,,sebentar lagi pesawat akan berangkat sebaiknya kita bersiap saja diruang tunggu" Timpal Jori.
"Tunggu,,,kita jangan bilang kalau kalian juga ikut" Ucap Siska melihat Jori dan Riko.
"Iyalah kami diperntahkan untuk terus mengawasi kalian" Jawab Riko.
"Whatttttt" Kaget ketiganya dengan mata melotot.
"Kenapa harus ikut sih,,,,jadinya kan gak bebas" Ucap Mia.
"Maaf Nona ini perintah dari nyonya" Ucap Riko.
"Mia kenapa harus gini sih" Ucap sedih Siska.
"Ya gapapa kali,,,,kamukan jago teknologi jadi tugasmu adalah cari jadwal Lee Min Hoo dimana saja untuk minggu ini dan kita akan kesana" Ucap Amel.
"Idih tumben tuh otak jalan" Ucap Siska.
"Tapi,,,gue sih setujuh sama Amel" Lanjut Siska lagi.
"Terserah deh,,susah amat sih jadi keturunan Wijaya" Kerutuh Mia sambil jalan.
"Santai saja kali Mia,,,,mereka tidak akan berjalan lanyaknya penjaga atau body gard tapi mereka akan melamar seperti teman kita saja" Ucap Herri.
"Iya terserah,,,,ayo nanti kita terlambat gimana" Ucap Mia.
Semuanya sudah masuk dalam pesawat menujuh korea,,perjalan yang cukup panjang mereka memilih tidur untuk menghilangkan kebosanan masing masing.
jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like komen dan Vote yaa agar thour lebih semangat untuk berkarya🌹