Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB19



***jangan lupa like komen dan vote yaa teman teman ๐Ÿ’œ๐Ÿ™


selamat menunaikan lebaran ID mohon maaf lahir dan batin๐Ÿ™semoga kita masih dipertemikan dibulan yang sangat indah ini ๐Ÿ’œ1441 hijriah/2020 masehi***.


~~


Handika dan keluarga tiba dikediamannya, Wijaya juga masih mengikuti mereka. mereka semua masuk dalam rumah itu, yang langsung disambut dengan ramah oleh bu Rina.


Semua berkumpul firuang keluarga kecuali Mia yang langsung disuruh istirahat dikamarnya.


"Apa papa akan berangkat hari ini? " Tanya Handika.


"Iya hari ini kami akan meninggalkan tanah air? " Jawab Mirna.


"Bukankah itu terlalu cepat oma" Ucap Marsel.


"Kau ini, ini juga untum kalian agar bisa cepat menetap disini, saya tidak percaya dengan kerja Handika Makanya kalian juga harus disini untuk menjaga Mia" Ucap Wijaya.


"Maksud papa? " Tanya Handika.


"Tidak usah diperpanjang, kalian harus cepat cepat kerja dari disini untuk membatu papamu menjaga keamanan Mia" Ucap Mirna.


"Iya oma" Jawab Maxel.


"Mario setelah wisudah kamu inginnya bekerja dimana? " Tanya Wijaya.


"Terserah dari opa saja? " Jawab Mario.


"Bagaimana dirumah sakit keluarga kita saja nak" Ucap Handika.


"Apa kamu tidak mau cari pengalaman diluar negeri dulu cucuku" Timpal Mirna.


"Dirumah sakit kita jugakan akan dapat pengalaman sayang" Jawab Wijaya.


"Tapi lebih berpengalam lagi kalau diluar negeri pa" Jawanya kepada Wijaya.


"Sudahlah kau mau dimana sayang" Tanya lagi Wijaya.


"Mario maunya ditanah air saya oma, biar bisa sekalian mengontrol kesehatan keluar disini" Jawab Mario.


"Jadi kau tidak ingin mengontrol kesehatanku yang dijerman cucuku" Ucap sedih Mirna.


"Kau ini terlalu meloan, bukan begitu maksid dari cucu kita iya kan" Ucapnya dengan menenangkan Mirna.


"Iya oma, Mario akan mengontrol kesehatan kalian juga, toh kalian adalah keluarga inti dari Wijaya Grop" Jawab Mario.


"Baiklah jika begitu" Ucap senang Mirna.


"Papa jangan bercanda, papa tau harga Mia itu tak ternilai dihidup ini" Jawab Handika dengan sedih.


"Kau ini tidak bisa memenuhi keinginan papamu" Jawab Mirna seolah masuk dalam drama suaminya.


"Mama darahku bisa berhenti sekarang jika itu yang kalian inginkan" Ucap Handika.


"Ah kau ini terlalu lebay, papa hanya minta Mia lagian papa juga akan jaga keamanan dia, kamukan punya tiga putra apa itu kurang" Ucap Wijaya.


"Jika Mia tidak ada dirumah ini saya akan kembali bekerja diparis saja opa" Ucap Max seolah mengerti dengan maksud Wijaya.


"Marsel juga begitu pa, lagian percuma disini tidak ada sumber kehidupannku mending di amerika" Timpal Marsel. Handika langsung berdiri mendengar semua akan meninggalkannya.


"Terserah kalian saja, jika ingin membawa Mia silahkan dan kamu Mario jika ingin bekerja diliar negri juga saya tidak akan melarang. Saya akan tetap disini bersama mendiang istri saja" Ucapnya dan langsung meninggalkan mereka semua. Sedangkan Wijaya dan yang lainnya menahan tawa mereka.


"Kalian ekting pintar juga ya" Ucap Wijaya.


"Cucu siapa dulu" jawab Maxel.


"Kasihan anakku, tapi saya cukup kagum sama dia sayang dia cukup setia sama Santika" Ucap Mirna.


"Iya papa juga kagum sama dia sayang" Balas Wijaya.


"Ah untuk kalian semua cucuku laki laki jangan sesekali kalian menyakiti hati perempuan karena itu akan berefek pada Mia, ingat jika kalian memiliki pacar perlakukan seperti Mia, Paham" Ucap Mirna.


"Paham Oma" Jawab kompak semuanya.


Mereka terus berbinjang diruang keluarga dengan berbagai canda dan keseriusan yang mereka lakukan.


Seangkan Handika dengan kesedihannya akan ditinggalkan semua anaknya hanya bisa pasrah dan diam, Handika masuk dalam kamar Mia, Mia melihat kaget kedatangan Handika.


"Papa kenapa kesini? " Tanya Mia.


"Papa Hanya ingin melihat putri kecilku ini" Jawab Handika.


"Papa apa yang terjadi"


"Papamu ini akan ditinggal oleh semua anaknya sayang" Ucap Handika dengan meneteskan air mata.


"Papa kenapa menangis dan siapa yang mau meninggalkan papa" Bingung Mia.


"Kau dan semua abangmu sayang" Jawab Handika dengan meneteskan air mata kesedihannya. Rasanya dia tidak akan sanggup hidup jika ditinggal sendiri.


Janga lupa like komen dan vote yang banyak yaa biar saya bisa tetap lanjt dengan semangat, mohon maaf lahir dan batin yaaa ๐Ÿ™selamat lebaran 1441/2020๐Ÿ’œ๐Ÿ™