
jangan lupa like komen dan vote 💝
~~
"Sabar, saya pake baju dulu, masa iya cerita dalam keadaan begini" Jawab Amel. Dengan berjalan menuju kopernya.
"Cepatan Mel" Kesal Siska.
"Sabar boskue" Ucap Amel. Amel sudah selasi pakaian, dia duduk ditengah, kanan Mia dan kiri Siska.
"Jadi gini, tadi itu saya tidak ketoilet" Ucap Amel.
"Trus" Ucap keduanya.
"Ohw sabar, Saya itu bertemu seseorang, dia itu adalah_" Ucapnya terpotong karena adayang mengetuk pintu kamar apartemen mereka. tokkkk tokkkk
"Siapa? " Tanya Mia.
"Biar saya buka" Ucap Amel.
crekkkkk
"Agh, bang Mario ada apa bang? " Tanya Amel.
"Kamu ikut abang" Ucap Mario dengan nada dingin.
"Kenapa bang, inikan sudah malam" Takut Amel.
"Ada apa sih bang? " Tanya Mia.
"Tidak ada sayang, Amel abang tunggu diresto" Ucap Maril langsung pergi meninggalkan kamar Mia.
"Ada apa sih, kok saya jadi merinding gini ya melihat ekspresi bang Amrio" Ucap Takut Amel.
"Kamu kate abang saya mahkluk gaib apa" Ucap Mia.
"Ada apaan sih? " Tanya Siska.
"Bang Mario memanggil Amel" Ucap Mia dengan masuk didalam.
"Bang Mario minta ketemuan sama Amel, tapikan pacar kamu itu bang Maxel bukan Mario, rasa aneh aja gitu" Ucap Siska.
"Iya juga, Amel kamu pergi sana temui bang Mario, dan kita akan ikut dengan bersembunyi" Ucap Mia.
"Saya setujuh" Semangat Siska.
"Baiklah" Ucap Amel.
"Amel, saya akan menghubungimu jangan dimatikan panggilannya kami akan mendengar pembicaraan kalian tewat panggilan itu" Ucap Mia.
"Ide yang bagus, buruan" Lanjut Siska.
Amel sudah pergi menujuh Restoran lantai paling bawah diapartemen itu. Mia dan Siska sudah berjalan lagi menujuh tempat pertemua Amel dan Mario.
"Assalamualaikum bang" Ucap takut Amel.
"Waalaikum salam, duduklah" Ucap Mario.
"Abang Minta kau tutup cerita mengenai Widya" Tudupoin Mario.'astaga bang Mario tau kalau saya bakalan ceritakan ini, Mia tolong Saya dong plisss' batin Amel.
"Iya bang" Jawabnya dengan takut.
"Tapi nama itu tidak asing ditelingaku" Bisik Mia.
"Kami kenal sama nama Widya" Ucap Siska.
"Astaga Widya, nama itu disebut paman Restu, tapi katanya itu hanya teman SMA" Jawab Mia.
"Apa jangan jangan" Ucap Siska.
"PACAR" Ucap keduanya yang didengar oleh Amel dan Mario, Mario dan Amel melihat kearah suara itu. Mario langsung berjalan menujuh persembunykan Mia dan Siska.
"Kalian ngapai disini? " Tanya Mario.
"Agh, tadi Mia lapar makanya kesini" Jawab Mia dengan cepat.
"Lapar, apa kamu sudah memesan makanan? " Tanya Mario.
"Kita baru juga mau pesan bang" Ucap Siska.
"Baiklah jika sudah makan, kalian kembali dikamar jangan kemana mana, abang mau tidur" Ucap Mario langsung meninggalkan mereka.
"Amel duduk" Perintah Mia.
"Widya siapa? " Tanya Siska.
"Kak Widya itu pacar bang Mario" Jawab Amel.
"Abangku punya pacar" Kaget Mia.
"Iya Mi" Jawab Amel.
"Kenapa saya tidak tau itu" Tanya Mia.
"Mia Ayunda Wijaya, Apa kamu sudah lupa sama kepintaran bang Mario" Ucap Siska.
"Iya juga sih, tapi ngapain juga bang Mario sembunyiin ini dari saya" Ucap Mia.
"Hey, kalian belum tidur" Ucap Maxel.
"Agh, bang Maxel?" Kaget Amel.
"Hmmmm, kayaknya kita harus pergi deh" Ucap Siska.
"Iya, saya terlalu murah jika haris jadi obat nyamuk" Lanjut Mia.
"Kalian bicara apa sih" Ucap Amel.
"Kalian kenapa belum tidur?" Tanya lagi Maxel.
"Agh, kami tadi lapar bang, tapi sudah kenyang kok" Ucap Mia langsung berdiri.
"Siska kamu masih disini" Lanjutnya lagi.
"Tidaklah, secantik ini tidak seharga obat nyamuk" Berdiri Siska.
"Obat nyamuk gimana sih maksudnya? " Tanya Maxel.
"Hahajahhaha, sudahlah saya ngantuk, ayo Sis" Ucap Mia lansung pergi bersama Siska.
Jangan lula like komen dan vote 💝