
jangan lupa like komen dan vote 💝
~~
"Agh,, oma kenapa menangis" Ucapnya lagi dengan mendekati Mirna.
"Tidak sayang, saya hanya mengingat masa lalu" Ucapnya dengan menghapus air matanya.
"Tapi apa oma tersinggung sama kata kata saya" Ucap sedih Mia.
"Tidak ada yang tersinggung, kau tidak salah, kembalilah ditempat dudukmu" Ucap Wijaya.
"Mia minta maaf oma" Ucap Mia dengan memegang tangan Mirna.
"Kamu tidak salah, kembalilah ditempat dudukmu, jika kau terus berdiri kakimu akan cape" Ucap Mirna, Mia pun kembali kelursinya.
Flask back on
Pada saat Mirna melahirkan Harris rahimnya harus diangkat karena adanya kontraksi pada rahimnya, Wijaya mengiyakan itu demi keselamatan istrinya. Padahal mereka berencana akan memiliki anak 4 dua wanita dan dua pria. Tapi Tuhan berkehendak lain. Mirna sedih jika menyinggung hal sedikitnya anak karena akibat diangkatnya rahimnya itu kekalalaian yang terlalu bekerja keras,sehingga terjadi kotraksi. Masalah ini hanya Handika dan Wijaya yang tau sengaja tidak diberi tau Ke Harris karena takutnya dia merasa bersalah.
Flaskh back off.
"Mia sayang tidurlah, tidak usah pikirkan oma yaa" Ucap Handika.
"Iya pa" Jawabnya.
"Bang, apa kita masih lama" Ucap Harris.
"Sebentar lagi, kenapa kamu jadi tidak sabaran ha" Jawab Wijaya.
"Saya sudah sangat rindu sama indonesia, tanah kelahiranku" Ucapnya dengan senyum.
"Nanti Mia bakalan temanin paman untuk jalan jalan" Ucap Mia dengan semangat.
"Ponakan yang baik" Ucap Harris.
"Tidak ada yang boleh jalan jalan" Ucap ketus Handika.
"Agh, bang perintah dari mana itu" Ucap Harris.
"Lihatlah, kau itu sudah tua" JWab Handika.
"Agh,,,, papa lihatlah itu, dia bahkan tidak mau melihatku bahagia, apalagi papakan sudah mau tinggal bersamanya dan saya akan sendiri nanti disana, masa jalan jalan saja tidak bisa" Ucapnya dengan merengeh sedih.
"Handika, jangan begitu pada adikmu" Ucap Mirna.
"Tidak boleh, ya tidak boleh" Ucap Handika dengan menahan senyumnya.
"Agh,,,, pamankan sudah besar, sudah bisa jalan sendiri trus kenapa jalan jalan harus minta izin pada papaku" Ucap Mia.
"Tapi, paman ingin jalan bersamamu sayang" Jawab Harris.
"Trus apa hubungannya dengan papaku? " Binggung Mia.
"Mia sayang, pamanmu ini memang pengusaha sukses dijerman tapi dia itu sangat bodoh, sudahlah sayang istrahat saja" Ucap Wijaya.
"Tidak sok sedih, sekarang bagianku" Ucap Handika.
"Kau itu harusnya jangan bersikap seperti anak anak, ingat istri dan anakmu, apa kau tidak malu" Ucap Wijaya.
"Sudah jangan begitu, dia ini anak bungsuku jadi wajar dia begini" Ucap Mirna.
"Agh, Mama terbaik pokoknya" Ucap Harris.
"Bersiaplah kita akan tiba 20 menit lagi" Ucap Marsel.
"Wah,,,, baiklah" Ucap Mia.
Mereka akhirnya leanding dengan sempurnah, Wijaya dan keluarga keluar dari pesawat terlihat ada 4 mobil yang datang menjemput mereka termaksud Santi dan Restu ada dibandara menjemput mereka.
"Welcome kembali sayang" Ucap Santi dengan memeluk Mia.
"Iya tante"Jawabnya dalam pelupan Santi.
Yang lainnya masih berpelukan dengan Restu, karena Mia masih belum mau melepaskan pelukan Santi.
"Tante, selamat datang" Ucap Santi pada Mirna.
"Terimah kasih sayang" Jawabnya dengan memeluk Santi.
"Kau sudah sangat dewasa" Ucap Wijaya.
"Sejak dulu sayakan sudah dewasa paman" Ucap Santi dengan memeluk Wijaya.
"Itu siapa sih, kayaknya akrap sekali" Bisik Herri pada Siska,dengan bahasa jerman. Siska yang tidak mengerti apa yang dikatakan Herry hanya mengerutkan keningnya.
"Berbicaralah dalam bahasa inggris" Ucap Siska dalam bahasa inggris.
"Agh, maaf itu siapa?" Tanyanya dengan bahasa inggris.
"Itu adik dari almarhumah ibunya Mia" Jawab Siska.
"Ohhh, pantas mirip kukira itu tante Santika" Ucapnya dengan menganggukan kepalanya.
"Cieee,ehmmm" Ucap Amel.
"Apaan sih, mari izin pulang" Ucap Siska.
"Baiklah" Jawabnya dengan mendekati Wijaya.
"Opa, kami pulang yaa terimah kasih atas liburannya" Ucap Amel dengan sopan.
"Apa sudah ada jemputan untukmu" Ucap Wijaya.
"Iya opa, tuh" Ucap Siska dengan menunjuk sebuah mobil.
"Baiklah, kalian hati hati yaa" Ucap Wijaya.
jangan lupa like komen dan vote 💝