
Jangan lupa like komen serta vote yang banyak yaa manteman 💜🙏
~~
"Karena kau menyebutnya dengan kata sampah itu" Ucap Marsel.
"Sudahlah bang, jangan kotori tanganmu dengan kulit perempuan ini" Ucap Maxel.
"Apa salah saya sehingga saya ditahan disini" Marah Anesa.
"Kau ini terlalu berani marah dihadapan kakakku, kau tau kau bisa mati sekarang" Ucap Maxel.
"Kau bertanya kenapa saya menculik dan menahanmu disini? " Ucap Marsel penuh penekanan.
"Karena kau telah meracuni Mia Ayunda Wijaya" Lanjutnya lagi, Anesa membelalak tidak percaya jika berurusan dengan putri kesayangan Wijaya.
"Kenapa apa kau tidak tau mengenai identitasnya" Tanya lagi.
"Jadi saya ingatkan menjauhlah dengan Mia,karena jika Handika Wijaya yang menanganimu kau akan mati atau mungkin keluargamu akan kehilangan kekuasaannya" Ucap Maxel.
"Saya masih kasih ampun untukmu walaupun kau tidak memintanya, saya kasihan sama masa depanmu, tapi jika kau melakukannya lagi maka bersiaplah untuk mati ditanganku" Ucap Marsel penuh penekanan.
"Sudah bang sekarang kita pulang" Ucap Maxel.
Mereka meninggalkan Anesa yang masih bergelut dengan pikirannya yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, ini diluar dugaannya. Aplagi Anesa tau kekuasaan keluarga Wijaya dia sedikit takut tapi dia tidak juga terimah jika Raka harus jatuh ditangannya.
"Aaaaaaa, kenapa saya begitu bodoh mengenalinya, SIALLLL"Teriak Anesa. Dua orang penjaga mendekat kearah Anesa.
"Kenapa teriak teriak nona" Ucap salah satu dari mereka.
"Bukan urusan kalian, lepaskan saya. Saya mau pulang" Ucap Anesa.
"Kau ini tidak tau berterima kasih, nasibmu sangat baik kali ini, kau tidak didatangi oleh tuan besar jika dia yang datang kesini kau mungkin akan mati" Jawab penjaga itu.
"Kalian terlalu banyak bicara, lepaskan saya apa kalian tidak mendengar perintah tuan kalian"
"Kau terlalu berani nona" Jawab penjaga itu dengan melepaakan Anesa. Anesa diantarkan pulang bahkan sampai rumah karena itu perintah dari Marsel.
Anesa tiba dirumahnya, semua orang rumah mengkhawatirkan dia yang tidak pulang seharian, ibu bahkan ayahnya mengerakkan orang kepercayaan mereka untuk mencari Anesa, tapi tidak juga ditemukan.
"Ma, pa" Ucap Anesa dengan menyalami kedua orang tuanya.
"Dari mana kau nak, seharian kemarin kau tidak pulang bahkan kontakmu tidak bisa dihubungi" Ucap Risa(ibu Anesa).
"Saya dari. Anesa berpikir harus jawab bagaimana karena jika menyebut dari rumah temannya mereka tidak akan percaya." dari luar kota mah, ada urusan yang harus Anesa selesaikan disana" Ucapnya dengan takut.
"Kota mana yang kau kunjungi?" Tanya Andi(ayah Anesa).
"Sudahlah ma, pa Nesa sangat capek, Nesa juga sangat lapar ma" Ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Sedangkan Andi merasa ada yang disembunyikan dari putrinya, tidak biasanya dia seperti itu.
^
Dirumah sakit Marsel dan Maxel telah tiba diruangan Mia.
"Bagaimana apa kalian sudah melakukan tugas kalian? " Tanya Wijaya.
"Sudah opa" Jawab keduannya.
"Bagus"
"Maxel, apa kau bisa membantu papa? " Tanya Handika.
"Bisa pa katakanlah" Jawabnya dengan pecaya diri.
"Kau ini cucu oma paling pecaya diri" Ucap Mirna.
"Papa minta kamu menggantikan papa dikantor, papa belum mau kantor sampai Mia sembuh total" Ucap Handika.
"Baiklah pa, kapan saya bisa kekantor? " Tanya Maxel.
"Besok, disana ada asisten dan sekretaris papa yang akan membantumu nak" Jawab Handika.
"Baiklah pa" Jawab Maxel.
"Bagaimana denga perusahanmu yang diparis Cel? " Tanya Wijaya.
"Disana ada asistenku yang mengurusnya opa" Jawabnya.
"Kembalilah disana, urus tanggung jawabmu disana. Untuk perusahanmu Handika kau urus juga sendiri untuk menjaga Mia ada saya dan Mirna yang akan terus disisinya" Ucap Wijaya.
"Tapi pa_" Ucapan Handika terpotong.
"Tidak ada tapi tapian, apa kau yidak mempercayai kami ha" Jawab Wijaya.
"Baiklah jika itu mau papa" Pasrah Handika.
"Kembalilah bekerja, lagian disini juga ada Mario dokter handal kita" Ucapnya lagi.
"Tapi bukankan bang Mario juga ada sidang skripsi?" Tanya Mia.
"abang sudah sidang kemarin sayang, jadi tinggal tunggu wisudahnya saja" Jawab Mario.
"Urus penerbangan kalian secepatnya, jika kalian ingin tinggal diindonesia katakan saja padaku nanti saya kuuruskan" Ucap Wijaya kepada Mrsel dan Maxel.
Jangan lupa like komen dan vote yang banyak 💜🙏