Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB52



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


"Karena mereka sudah tua, hahahha" Jawab Mia, semua ikut tertawa terkecuali Mirna dan Rere.


Mia melihat kearah Rere dan juga Mirna, Mia mendekat dan memeluk keduannya.


"Mia bercanda, maaf yaa" Ucap Mia dengan memegang kedua telinganya.


"Agh, bang Marsel apa keinginanku dulu belum bisa kau penuhi?" Tanya Mia.


"Kayaknya Mia sudah tidak sabar seatab dengan kak Widya" Bisik Siska ke Amel.


"Bukan cuman Ka Widya tapi ke saya juga" Jawabnya dengan santai.


"Cihhh,,,, kau terlalu percaya diri" Kesal Siska.


"Marsel, apa kau belum juga menemukan wanita pendampingmu? " Tanya Wijaya.


"Agh, perempuan yang mendekatiku semuanya hanya mengincar harta opa" Jawab Marsel.


"Maka dekatilah yang menjauhimu bang" Ucap Maxel.


"Cel, jangan begitu pada abangmu" Ucap Handika.


"Kau ini menuruni juga sikap ibumu" Ucap Wijaya.


"Apa ibuku juga susah memdapatkan pasangan opa? " Tanya Mia.


"Kenapa kau yang paling semangat sayang" Ucap Mirna.


"Mia paling suka jika memgenai ibuku oma" Jawabnya.


"Kau mau tau sayang? " Tanya Wijaya.


"Iya mau" Jawabnya denga semangat.


"Papamu tidak memceritakan mengenai mbakku sayang" Ucap Harrys.


"Papa suka sedih jika menceritakan ibu,, makanya Mia tidak pernah menanyakan itu" Jawab Mia.


"Papamu ini dulu buta akan cinta sayang" Jawab Wijaya.


"Papa buta cinta kau turunkan pada siapa? " Tanya Mia.


"Opa oma, saya mau keluar sebentar" Ucap Herry dengan bahasa jerman, semua mata melihat kearahnya.


"Kemana sayang? " Jawab Rere.


"Kemana sajalah, percuma jika saya disini saya juga tidak mengerti" Ucapnya.


"Hahahaha begitu saja ngambek, baiklah sekarang kita akan berbicara dengan bahasa jerman/inggris" Ucap Mia dalam bahasa jermam.


"Baiklah" Ucapnya dengan duduk kembali.


"Pa, jawablah kira kira siapa yang menuruni cinta buta itu? " Tanya Mia dalam bahasa inggris.


"Kalau opa lihat yang menuruni itu Mario" Jawab Wijaya, semuanya melihat pada Mario.


"Opa kenapa saya" Bingung Mario.


"Apa opa tau kalau bang Mario dekat dengan kak Widya? " Tanya Mia dengan menutup mulutnya. 'ohh astaga kenapa mulutku tidak terkontrol' batin Mia.


"Mia keceplosan" Bisik Amel pada Siska.


"Opa tau semua kegiatan kalian, tau kalian dekat dengan siapa main dengan siapa bahkan berselisih dengan siapa" Jawab Wijaya.


"Astaga Sis, apa opa juga tau hubunganku denga bang Maxel" Bisik Amel pada Siska.


"Gak penting kalau kamu" Jawab Siska.


"Mario siapa Widya? " Tanya Handika.


"Agh,,, teman saja pa" Jawab Mario dengan gugup.


"Marsel lihatlah ketiga adikmu ini, mereka sudah memiliki pasangan sedangkan kau maaih juga sendiri" Ucap Mirna.


"Bertiga, Mia tidak punya pacar oma" Ucap Mia.


"Tidak usah kau sembunyikan sayang, yang terjadi hari ini opa juga tau" Ucapnya dengan mengelus kepala Mia.


"Opa! " Ucap sedih Mia.


"Mia siapa pacarmu? " Tanya Herry.


"Tidak ada pacar pacar, lagian Mia masih kecil" Jawab Mia.


"Yela kecil dari toge" Keceplosan Siska. Amel langsung menyenggol lengan Siska.


"Kalian pergilah bersihkan tubuh, setelah itu kita makan malam, besok pagi kita akan balik jakarta" Ucap Handika.


"Baiklah papaku" Ucap Mia langsung berdiri dan meninggalkan mereka.


Dibandara.


Raka sudah berad diruang tunggu, dia bahkan belum sempat menemui keluarga Mia tapi sudah harus pulang karena pekerjaan.


"Mia, apa kau masih marah" Ucapnya dalam diri.


"Tapi siapa perempuan yang menasehatiku tadi, dia sangat pintar dalam berkata mengenai sikap perempuan" Ucapnya, Ponsel Raka bergetar menandakan ada pesan yang masuk, pesan itu dari Rika.


*✉️Rika


📥tuan, kapan berkunjung kestudion?


📤besok pagi


📥kenapa tidak malam ini saja?


📤saya masih perjalan lulang keindonesia


📥kau sekarang dimana


📥bandara jepang


Raka langsung menyimpan ponselnya disaku celananya karena pesawat akan berangkat.


jangan lupa like komen dan vote 💝