Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB 10



jangan lupa like dan vote ya teman teman yang banyak, tinggalkan jejak kalian biar saya lebih semgata lanjutnya 💜🙏


~~


"Itu belum seberapa" Ucapnya langsung pergi meninggalkan ketiga gadis itu.


"Isss ka Anesa itu dendan apa sih sama kamu Mia" Ucap Amel.


"Astaga Mel, ka Anesa itu tudak juga Raka dekat dengan perempuan lain termaksud Mia" Jelas Siska.


"Lagian kamu juga Mi, coba biarin aja mereka dua ini lakukan tugas mereka" Ucap Amel.


"Sudah ah, kalian niat bantuin gak sih" Jawab Mia.


"Ya niat, tapi saya gak suka kamu diginiin Mi" Ucap Amel.


"Ada kenapa basah gini sayang" Datang Raka kaget melihat Mia yang sudah basah.


"Itu tadi orang gak segaja jatuh trus minumannya tumpah kesaya" Jawap Mia dengan memberi kode Amel dan Siska agar tidak ribut.


"Ini benaran gak sengaja kan? " Tanyanya lagi.


"Iya sayang, udah pesanan sayan mana? " Ucap Mia dengan mengulurkan tangannya kedepan Raka. Raka menatap Mia dengan dengan senyum karena baru mendapatkan panggilan sayang darinya.


"Itu sudah datang" Ucapnya dengan mata melihat kearah pelayan.


"Silahkan dinikmati" Ucap pelayan.


Mia langsung memakan nasi gorengnya tetapi aksinya itu dihentikan oleh bodygardnya.


"Maaf nona, izinkan saya menyakinkan makanan itu benar aman untukmu" Ucapnya dengan menuntukan kepalanya.


"Ah, jika ini diberi racun apa kamu mau menanggung itu?" Tanya Mia.


"Iya nona, itu sudah resiko saya menjadi bawahan" Jawabnya.


"Tidak, saya tidak mau berdosa karena ini" Ucap Mia.


"Maaf nona, jika nona memakan itu yang beracun kami juga tetap akan mati nona" Ucapnya.


"Kenapa begitu? " Tanya Mia, sedangkan Siska Amel dan Raka menyimak percakapan mereka.


"Karena kami akan dibutuh oleh tuan besar nona"


"Sudahlah sayang beri saja dia untuk melakukan tugasnya dengan baik" Ucap Raka.


"Sudahlah tidak akan ada apa apa, lagian tugas mereka hanya berdiri dibelakangku bukan menyicipi makananku" Tolak Mia.


Mia langsung memasukkan makanan itu kemulutnya, tanpa ada keraguan semuanya pun mengikuti apa yang dilakukan Mia karena perut mereka juga sudah begitu lapar.


"Kita pulang ya" Ucap Mia dengan memegang kepalannya.


"Mia, kamu gak apa apa kan? " Tanya Siska.


"Iya hanya pusing sesidik kayaknya efek sakit kemarin" Jawabnya dengan perasaan tidak enak.


"Kalian mau kemana, apa ada kegiatan lain" Ucap Raka.


"Tidak kita pulang saja, Mel Sis kalian kerumahku saja dulu ya" Ucap Mia.


"Okeyy" Jawab kompak keduannya.


"Baiklah, biar saya yang mengantar kalian" Ucap Raka sudah berdiri dikursinnya.


"Apa kamu tidak ada kelas?" Tanya Mia.


"Tidak semua hari ini selesai" Jawabnya.


Mereka semua langsung meninggalkan kantin menujuh parkiran, dengan rasa yang tidak enak Mia tetap berusa kuat untuk jalan dan tidak mengeluh apapun ke Raka.


brukkkkk


Mia pingsan, untungnya Raka dengan sigap menangkap tubuhnya, dengan cepat Raka mengangkat dan memasukan kedalam mobil.


"Tuh kan apa juga saya bilang dia mah keras kepala orangnya" Cemas Siska.


"Cepat ka, Mia keluarin busa dimulutnya" Ucap Amel dengan rasa takut.


"Pasti ini karena makanan tadi" Tebak Siska.


"Mia mah, keras kepala'an makanya begini" Ucap Amel.


"Sudah kalian jangan terlalu panik, hubungi om Handika dan seluruh abangnya" Ucap Raka dengan fokus mengendarai. Mebdengar nama Handika rasa takut kedua sahabat itu tambah menjadi jadi karena mereka akan mendapatkan sidang panjang hari ini.


Siska langsung mengambil hp ditasnya dengan rasa takut dia menekan nomor bang Mario, karena hanya bang Mario yang bisa mengerti ini dan menangani ini dengan tenang.


dutttt duttt duttt


Bang Mario tidang mengangkat panggilan dari Siska, Siska jadi takut jika harus menghubungi Handika. Raka sudah tiba dirumah sakit, dengan cepat Raka mengangkat Mia dan masuk dalam rumah sakit, ada suster yang menunggu mereka, Mia langsung dibawah diruangan ICU, dengan cepat dokter langsung menangani Mia.


Raka Siska dan Amel menunghu diluar dengan cemat dan takut para bodygard berada disana menjaga keamaan itu.


"Bagaimana apa kalian sudah menghubungi om Handika? " Ucap Raka.


"Kak saya gak berani sampaikan ini ke om Handika" Ucap takut Siska. Denga cepat Raka mengambil hpnya dan menghubungi Handika.


jangan lupa like dan vote yang banyak yaa 💜🙏