
~
"Aaaaaaaaaa" Teriak Mia melihat Maxel membawa bunga yang sangat besar,,,,,semua orang kaget termalsud Maxel sendiri.
"Mia sayang kenapa" Ucap Handika menhampiri Mia yang sudah menutup matanya.
"Astaga kenapa bisa ada ade gue disini" Ucap Maxel langsung buru buru membawa masuk kembali bunganya didalam kamar.
"Kenapa teriak teriak pagi pagi" Ucap Mirna yang baru keluar dari kamar bersamaan dengan Wijaya.
"Sayang bunganya sudah tidak ada" Ucap Handika memeluk Mia.
"Cucuku,,,,,kau sudah kembali" Ucap Wijaya.
"Bunga,,,,siapa yang berani bawa bunga dirumah ini?" Tanya Marsel dengan suara khas bangun tidur.
"Tadi Maxel,,,,mungkin untuk Amel" Jawab Santika.
"Mia kekamar yaaa" Ucap Mia lalu pergi.
"Kapan anak itu tiba?" Tanya Mirna.
"Tadi subuh Ma" Jawab Santika.
"Sudah kembalilah dikamar masinh masing,,,,,sebentar lagi sarapan pagi" Ucap Wijaya semuanya bubar.
Dihotel.
"Amel,,,kau ini mau nikab tapi masih saja jalan jalan" Omel Riri pada Amel.
"Lagian Amelkan sudah kembali Mi" Jawab santai Amel.
"Apa kau tau,,,,papi dan mami sangat sibuk bulan bulan ini kau malah minta nikah" Ucap Fatih.
"Iya maaf pi" Amel yang masih menahan amarahnya.
"Sudah,,,,,hubungi keluarga pacarmu. Katakan pada mereka kalau kami sangat sibuk dan pernikahan kalian harus dilangsungkan minggu ini juga" Ucap Riri penub ketegasan,,,Amel yang sudah tidak tertahankan oleh emosinya kini meludak.
"Papi sama Mami terus saja urus pekerjaan kalian,,,,,kalian tidak pernah mau meluangkan waktu untuk bersamaku. Bahlan saya harus menikahpun kalian sangat terburu buru. Kalian tidak pernah tau bagaimana perasaanku,,,,yang tidak pernah dapatkan kasih sayang langsung dari kalian. Gue anak kalian apa bukan sih" Ucap Amel pemuh amarah dengan meneteskan air mata.
"Kamu masih saja menjawab,,,,kamu mau nikah atau tidak sih. Papi dan Mami sangat sibuk ini juga untuk kamu" Ucap Riri.
"Urus saja pekerjaan kalian. Kalian terlalu membesarkan urusan pekerjaan dari pada gue. Jika memang kalian sangat sibuk pergilah urus pekerjaan kalian. Amel masih bisa nikah tanpa kalian" Ucap lalu pergi keluar dari kamar hotel mereka.
"Amel,,,,Amelll,,,,Amel dengarkan Mami" Teriak Riri.
"Sudahlah,,,,jika dia mengingikan itu. Sekarang kita harus kembali ke New Your disana masih banyak yang harus kita kerjakan dan sangat penting" Ucap Fatih( Fatih adalah papi tiri Amel). Amel yang mendengar ucapan Fatih membuatnya sangat terpukul rasanya ini sangat menyakitkan baginya.
Amel memilih pergi dari hotel itu,,,rasanya di sendiri bingung harus kemana karena kalau kerumah sangatlah todak mungkin. Selama ini dia tidak pernah terbuka mengenai keluarganya kepada siapapun.
Amel yang terus menangis sambil mengendarai mobil miliknya,,,kini dia memutuskan untuk keapartemen Siska mungkin sama Siskalah dia akan mencurahkan rasa sakitnya dan menurutnya akan sesikit legah jika masalah ini dibagikan bersama sahabatnya. Amel susah tiba diapartemen Siska,,,tidak ada Siska didalamnya tapi pin apartemen itu Amel sendiri tau,,,Tempat itu adalah tempat kedua bagi Amel untuk istirahat.
Merebahkan tubuhnya diranjang milik Siska,,,menangis mengingat kata kata yang dikeluarga Riri dan Fatih membiatnya teringat pada papa kandungnya yang sudah tiada. Rasanya jika masih ada papanya nasip Amel pasti tidak semalang ini.
Cllekkkkk
"Kenapa apartemenku sampai berantakan begini,,,,masa iya ada maling sih" Ucap Sii
ska sendirinya dengan bingung.
"Astaga kamarku,,,,," Ucap Siska buru buru berlari menujuh kamar. Ya g benar saja dia dibuat kaget melihat orang yang baring dengan seenaknya diranjang ternyamannya.
"Kamu siapa,,,,berani sekali kau tiduran ditempat ternyamanku" Ucap Siska membuat Amel terbangun dengan mata yang sangat lembab. Siska lagi lagi dibuat kaget.
"Amel,,,,kamu kenapa. Kenapa matamu babak belur gini" Canda Siska membuat Amel semakin menangis.
"Loh,,,,kenapa tambah nangis ****" Siska langsung memeluk sahabatnya ity.
"Ka,,,gue lagi sedih kenapa kamu malah bercandasih. Hiks hiksss hiks" Ucap Amel dipelukan Siska.
"Kamu kenapa,,,,cerita dong sapa tau gue bisa ketawakan" Ucap Siska yang masib bercanda.
"Agh,,,,kamu ini nyesel gue kesini" Amel langsung melepaskan pelukannya.
"Ya udah,,,keluar gih" Ucap Siska.
"Siskaaaaaa" Teriak Amel yang makin kesal.
"Apaan,,,,loo sudah bikin apartemen gie berantakan gini. Sebenarnya ada apasih,,,tidak seperti biasanya juga" Ucap Siska.
"Siska plissss kita serius yaaa" Ucap Amel.
"Iya sayang,,,ada apa. Apa bang Cel sudah tidak mau sama kamu?" Tanya Siska.
"Bukan itu,,,ini masalah mami dan papi gue" Ucap Amel sedikit sedih.
"Mereka sangat mementingkan pekerjaan mereka dibandingkan gue,,,bahkan Mami gue sendiri gitu Sis. Guekan jadi sedih" Ucap Amel yang sudah menangis kembali.
"Sudah,,,,sabar saja inilah kehidupan kita tidak akan pernah hidup sempurnah bahkan apapun yang kita inginkan juga tidak akan semuanya terpenuhi sayang" Ucap Siska dengan menguatkan Amel.
"Tapi bagaimana ceritanya gue nikab tanpa mereka,,,,siapa yang akan menjadi wali nikahku nanti. Mereka juga susah kembali ke New Yuor Si"Keluh Amel.
"Kamukan masih punya kang Wahyu,,,adik papa kamu yang dibandung itu,,,,itu masih bisa kau jadikan Wali kan" Ucap Siska.
"Ko loo pintar sih,,,,gue baru ingat. Papa kan punya saudarah yaa" Ucap Amel yang sudah semangat kembali.
"Jangan sedih lagi,,,,sekarang loo bersiin tuh yang berantakan diluar yaaa. Loo kalau mau marah jangan sama barang barang gue sayang" Ucap Siska membuat Amel kesal.
"Tapi gue_"
"Gak pake gue gue,,,,dan satu kabar yang gue dapat tadi luu akan nikah barengan sama Bang Mario dan kak Widya" Ucap Siska.
"Benarkah" Kaget Amel.
"Iya,,,buruan bersikah sanah" Suruh Siska.
terimah kasih yaaa teman teman masih tetap stay disini,,,jangan pernah bosen loošjangan lupa like komen sertakan juga VOTE agar thour tetap semangat post episod berikutnyaš¹