Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB144



~


"Sekarang giliranmu nyonya Maxel" Ucap Siska melihat Widya sudah selesai menganti bajunya.


"Kalian berdua bisa pergi,,,biar Mia sama Siska yang bantu saya untuk memakai gaun ini" Perintah Amel yang langsung disorot mata tajam milik Siska.


"Maaf yaa nyonya Maxel,,,,ini itu tugas mereka. Jadi ikuti saja dan pergilah coba gaunnya" Ucap Siska yang makin kesal dengan merapatkan giginya. Dengan cepat Amel langsung masuk diruang ganti.


"Kamu kenapa sih,,,entar tua tau marah marah mulu" Ucap Mia.


"Ini Ac nya ditambah kali yaa biar gue gak panas" Ucap Siska.


"Hahahhah gini nih,,,,kelamaan jomblo" Ledek Maxel.


"Masya Allah cantiknya" Ucap Widya melihat Amel,,,semuanyapun ikut terpana dengan cantiknya Amel.


"Gaunnya cantik yaa" Ucap Siska.


"Iri bilang bosss" Ucap Amel.


"Kalian bantu buka lagi yaa,,,,besok baru dipake" Ucap Mia dengan cepat Gina dan Qipa melakukan tugas mereka.


"Apa ada yang ingin ditambah tuan?" Tanya Mia pada Mario dan Maxel.


"Saya rasa sudah sangat sempurnah,,,,terimah kasih banyak yaa" Maxel langsung berjabatangan dengan Mia dan Siska.


"Alhamdulillah,,,kami merasa sangat bahagia karena tuan mudah sudah memilih butik kami untuk merancang gaun pernikahan kalian tuan,,,terimah lasih banyak" Jawab Mia dengan gaya layaknya seorang bos.


"Kami akan kembali untuk menyiapkan yang lain dilain tempat,,,terimah kasih sekali lagi" Ucap Mario yang juga menjaba tangan Mia dan Siska.


~


Keesokan harinya dimana hari pernikahan kedua abangnya,,semua persiapan sudah disiapkan secara matang oleh keluarga Wijaya. Pernikahan Maxel dan Mario dilansungkan dihotel berbintang dibuat sangat sederhana hanya kerabat debat yang diundang.


"Nak,,,siapa yang akan ijab kabul deluan?" Tanya Penghulu pada Maxel dan Mario.


"Maxel lebih dulu,,,karena dia yang lebih kakak pak" Jawab Handika.


"Baiklah,,,nak Maxel apa sudah siap?" Tanya penghulu.


"Insay Allah siap pak" Jawab Maxel dengan sedikit gerogi. Penghulu langsung menikahkan keduanya dan alhamdulillah sua saksi mengucapkan kata.


"Sah"


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah selamat kalian akhirnya sudah resmi menjadi suami istri" Ucap penghulu pada Amel dan Maxel.


"Sekarang kota lanjut pada nak Mario,,,,apa kau sudah siap?" Tanya penghulu pada Mario.


"Dengan izin Allah,,,Insya Allah saya siap" Jawab Mario penuh percaya diri. Dengan kata yang sama yang keluar dari bibir para saksi semuanya mengucapkan kata.


"Sah"


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah selamat kalian akhirnya sudah resmi menjadi suami istri" Ucap pada Mario dan juga Widya.


"Selamat yaa bang,,,akhirnya kalian disatukan lagi" Ucap Mia pada Maxel dan Amel.


"Selamat yaa bang Maxel,,Amel selamat juga. Akhirnya impian kamu terwujudkan" Ucap Siska yang tidak kalah bahagia.


"Iya makasih yaa" Ucap keduanya.


"Selamat yaa bang,,,uwu akhirnya nikah juga" Ucap Mia pada Widya dan Mario.


"Bang Mario kak Widy pasangan yang tidak kalah uwu uwu selamat yaaa" Ucap Siska.


"Terimah kasih yaa,,,,kalian memang paling terbaik" Ucap Mario.


"Makasih yaa sayangku" Ucap Widya pada keduanya. Segala ucapa yang diberikan kepada kedua mempelai dari keluarga dan para kerabat dekat masing masing mempelai.


Waktu sudah pukul 23:00 acara juga sudah selesai,,,rasa legah yang dirasakan oleh keluarga Wijaya terutama Mia dan Siska yang dipercayakan untuk mengurus semuanya.


"Alhamdulillah,,,,selesai juga yaa Mi" Ucap Siska yang sudah merebahkan tubuhnya.


"Iya,,,,capekku langsung hang deh kayaknya lihat mereka semua bahagia" Ucap Mia.


"Ibu,,,ibu,,,,bu,,,pa,,,papa" Teriak Marsel dari arah kamar. Membuat seisi rumah kaget.


"Iya sayang ada apa kenapa teriak teriak gitu sih" Ucap Santika yang baru selesai mandi.


"Ada apa bang?" Tanya Mia yang juga sangat kaget.


"Itu bu,,,Rika. Rika mau melahirkan" Ucap panik Marsel.


"Alhamdulillah,,,,ayo kita bawa dirumah sakit" Ucap Santika.


"Cepat,,,, Mia sayang perintahkan pada supir untuk menyiapkan mobilnya sayang" Teriak Marsel dengan sangat kaget.


"Sayang,,,Rika akan melahirkan" Teriak Santika pada Handika yang masih dalam kamar mandi.


"Serius sayang,,,,cepat kalau begitu" Jawab Handika yang masih dalam kamar mandi.


"Sayang,,,sakit sayang sakit" Keluh Rika.


"Kak Rika yang kuat yaa,,,,kaka pasti bisa" Ucap Siska yang bingung mau ngapain.


"Bang mobil sudah siap,,,buruan bang" Teriak Mia dari lantai bawah,,,sedangkan Rika Marsel dan juga Siska turun kebawa mengunakan lift rumah.


"Bu,,,Pa cepatan dong" Teriak Mia yang sudah melihat Rika dan Marsel ada dibawah.


"Iya sayang,,,ibu sudah mau turun ini" Balas teriak Santika.


"Ayo sayang,,,kamu pasti kuat" Ucap Marsel menguatkan Rika.


"Siska,,hubungi Mario untuk mengabari rumah sakit menyiapkan ruangan persalinan" Perintah Handika pada Siska,,,tidak pake pikir Siska langsung menghubungi Mario.


dutt duttttt


Tidak ada jawaban dari pengantin baru itu,,,Siska tidak bisa berpikir katena melihat kesakitan Rika.


"Sakit sayang,,,sakit" Keluh Rika yang sudah dalam perjalanan.


"Bang Mario ngapain sih,,,kok gak diangkat" Ucap Siska.


"Telpon terus nak" Ucap Santika,,,semuanya tidak ada yang berpikir jernih,,pokoknya Rika lah yang lebih harus diutamakan.


"Masih gak diangkat tante" Ucap pasrah Siska.


Terimah kasih masih tetap stay disini sayangku,,,,jangan lupa diliku komen sertakan juga dengan votenya yaa agar thour tetap semangat post episode berikutnya. Mari saling membantu dan mendukung😍🌹