Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB50



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


"Miaaa" Teriak Raka.


Mia terus berjalan tidak menggubris panggilan dari Raka, Mia menangis entah apa yang dia tangisi rasanya sakit jika mengetahui kalau Mahesa itu sama dengannya mantan pacar.


Mia berjalan samapi diparkiran, dia masuk dan duduk didalam dalam keadaan menangis.


Raka dan Mahesa.


Raka melihat kesal pada Mahesa kenapa dia harus muncul disaat begini.


"Kamu ngapain disini" Ucap Ketus Raka.


"Ternyata kamu masih sedingin dulu sayang" Jawabnya dengan manja.


"Apa kau tau dia siapa? " Ucap Raka.


"Dia temanmukan"


"Dia itu pacarku, dan kau mengaku mantanku sejak kapan kita pacarn ha" Ucap Raka penuh amarah. Widya dan yang lainnya tak sengaja melewati tempat duduk Raka dan Mahesa.


"Kak Raka, ko bukan Mia" Ucap Amel. Raka menoleh kearah Amel, dengan kagetnya dia langsung berdiri.


"Agh tadi dia pergi karena marah sama saya" Jawab Raka langsung menghampiri mereka.


"Dan kaka hanya diam melihat dia marah" Ucap Siska.


"Ya mau bagaimana lagi" Ucap Raka.


"Kak cepat kita cari Mia, bisa mati kita jika Mia kenapa napa" Ucap Siska langsung menarik tangan Widya.


"Sentar dulu dek, Mel hubungi ponsel Mia" Suruh Widya dengan cepat Amel mengambil ponsel dan menghubungi Mia.


"Dan kau, saya tidak mengenal pasti siapa kamu, tapi asal kamu tau sifat perempuan jika sedang marah itu harus dimanja oleh kekasihnya, jika dia pergi meninggalkan kamu disini sebaiknya kamu mengejarnya bukan hanya duduk melihat kepergiannya. Perempuan akan menyalah artikan kamu jika begitu dan perempuan tidak akan mempercayaimu lagi" Ucap Widya kepada Raka.


"Tapi ini_" Ucapnya terpotong.


"Mia tidak mengangkat panggilannya kak" Ucap Amel.


"Oh astaga, Malaikat pencabut nyawa sudah menunggu kita diapartemen jika Mia celaka" Ucap Siska dengan menepuk dahinya.


"Sudah mari kita pencar dan mencari Mia" Ucap Amel.


"Tunggu, tempat inj sangat luar, apa diantara kalian tidak ada yang menyimpan aplikasi lokasi yang kalian hubungkan pada ponsel kalian dengan ponsel Mia? " Tanya Widya.


"Tidak kak" Jawab keduanya.


"Agh,,,,, astaga" Ucap Widya dengan betpikir.


"Saya ada" Ucap Raka.


"Coba cek dimana dia sekarang" Ucap cepat Widya. Raka langsung membuka ponselnya dan melihat keberadaan Mia.


"Diparkiran" Ucap Widya. Dengan cepat mereka langsung pergi menuju parkiran.


Diparkiran.


Mia masih menangis rasanya itu sangat sakit, jika perempuan itu tidak muncul mungkin mereka akan kembali baik baik saja.


Mia menghapus air matanya dan melihat siapa yang mengetuk pintu mobilnya. Kaca pintu Mobilnya langsung Mia buka.


"Kalian dari mana" Ucap Mia dengan tatapan didepan.


"Kak, duduk disamping Mia yaa" Ucap Siska langsing membuka mintu kemudi.


"Kamu dari mana sayang? " Tanya Widya dengan lembut. Mia langsung menatap Widya, Widya tau Mia baru saja menangis karena matanya sangat helas membekak.


"Kita pulang yaa" Ucap Siska.


"Iya pulang saja" Jawab Amel.


"Dari mana.....hmm" Ucap Lagi Widya.


"Mia tadi ketemu mantan Raka kak, Raka sudah membohongi Mia, dia ternyata sudahengingkari janjinya dulu" Jawab Mia dengan meneteskan air mata.


"Kau tau, semua abangmu akan marah jika melihat kau menangisi laki laki lain, bahkan om Handika mungkin bisa saja memutuskan persahabatannya dengan Om Ranaya" Ucap Widya dengan mengusap pipi Mia.


"Kakak tau papanya Raka? " Kaget Amel.


"Apa kau lupa, dia pacar siapa" Jawab Siska.


"Iya juga sih, secarakan bang Mario serba bisa, mungkim saja kejadian hari ini bang Mario sudah mengetahuinya" Ucap Amel.


"Jangan menangis yaa, Mario selalu cerita padaku, kalau dia tidak suka kau sudah tumbuh besar seperti sekarang. Apa kau tau apa alasannya?" Tanya Widya, Mia menggeleng kepalanya.


"Karena dia tidak mau kamu harus mengalami sakit hati seperti orang dewasa pada dasarnya, dia mungkin bisa mrnahan amarahnya kepada orang yang menyelekaimu selagi kau masih bisa diselamatkan, tetapi dia tidak bisa melihat air mata ini jatuh apalagi itu hanya karena laki laki yang tidak bertanggung jawab" Lanjut Widya.


"Terimah kasih yaa kak" Ucap Mia langsung memeluk Widya, Widya membalas pelukan itu.


"Kita sidah sampai" Ucap Siska.


"Masuk ya kak, biar saya kenalkan ke opa oma" Ucap Mia.


"Jangan sekarang sayang, ingat bang Marsel belum melakukan itu, dan kau harus melakukan itu pada pasangan bang Marsel dulu" Ucap Widya.


"Hati kak Widya sama bang Mario sama yaa" Ucap kagum Siska.


"Iya jadi banyak belajar saya hari ini" Jawab Amel.


"Trus kaka pulang pake apa? " Tanya Mia.


"Tempat tinggalku dekat sini kok, biar saya jalan kaki saja" Ucap Widya.


"Jangan biar kami antar saja kak" Ucap Mia.


"Iya kak" Lanjut Amel.


"Tidak perlu sayang, hitung hitung olahraga" Jawab Widya.


"Tapi nanti kakak kenapa napa dijalan" Ucap Mia.


"Apa kau lupa sama kekuasaan abangmu ha" Ucap Widya dengan mencubit pipi Mia.


"Agh,,, baiklah. Hati hati kak" Ucap Mia langsung memeluk Widya.


Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sejak tadi.


jangan lupa like komen dan vote 💝