
Jangan lupa like komen dan vote yaa teman teman yang banyak ya🙏💜
~
Mia bangkit dari rebahannya dan memilih untuk membersihkan diri karena waktu sholat magrib telah tiba.
Semenjak Ibu Santika meninggal Mia tidak pernah meninggalkan sholatnya karena baginya pada sholatlah dia bisa menyampaikan rindu terhadap ibunya. Bahkan Mia memutuskan memakai jilbab karena tidak mau menambah dosa ibunya.
Setelah memberaikan diri dan berwudu, Mia langsung memakai pakaiannya dan melakukan sholat magribnya. Sholatnya telah selesai tampak Mia sedang berdo'a meminta perlindungan dan kesahatan kepada sang Lillah🤲.
Setelah sholat dan berdoa, Mia mengambil alqur'annya, ya begitulah aktifitas Mia pada saat sedang pusing dan tidak tenang hati, Mia selalu mencari ketenangnya dengan
membaca Al-Qur'an bukan pergi berbelanja.
Diluar mobil Handika baru tiba, Handika keluar dari mobil dan memasuki rumahnya.
"Bu Rina, apa Mia sudah pulang?" Tanya Handika.
"Sudah tuan, Nyonya muda sedang dikamarnya" Jawab bu Rina.
"Baiklah, kembali lanjutkan pekerjaanmu" Suruh Handika. Handika menuju kamar dan langsung membersihkan tubuhnya. Melakukan hal yang sama dengan Mia mengerjakan kewajibannya sebagai manusia.
Handika dan Santika mengajarkan kepada ke empat anaknya tentang agama, Handika selalu tegaskan untuk mengerjakan kewajiban sebagai manusia sesibuk apapun kewajiban itu harus dijalankan.
Mia dan Handika melakukan sholat isya dikamar mereka sendiri. Dirumah besar itu sebenarnya ada mushola hanya saja pada saat Mia pulang Handika tidak ada dirumah makanya dia memilih sholat di kamarnya saja.
Setelah sholat isya Mia memilih duduk dibaklon kamarnya memandangi jalan yang ramai dan memandangan indah dari baklon kamarnya. Bu Rina mengetuk kamar Mia atas perintah dari Handika.
tok tok
"Nyonya muda makan malam sudah siap" Ucap bu Rina dibalik pintu kamar Mia.
"Saya segera turun bi" Ucap Mia sedikit teriak.
Bu Rina langaung meninggalkan kamar Mia dan turun dibawah. Mia langsung turun kebawah, terlihat sudah ada Handika dimeja makan, Mia tersenyum kepada Hnadika yang memperhatikan Mia dari duduknya.
"Papa sudah pulang?" Tanya Mia sembari duduk.
"Iya sayang" Jawabnya. Handika dan Mia memulai makan malam mereka hanya auara sendok dan garpu yang ada dimeja makan itu.
Setelah makan malam Mia memilih untuk bersantai diruang keliarga dan menyalakan televisi untuk menemaninya beraantai. Sedangkan Handika masuk diruang kerjanya karena banyak pekerjaan yang sengaja ia tinggal untuk dikerjakan dirumah.
Tak lama bersantai hp Mia berdering Mia mengambil hpnya dan melihat nomor tak dikenal, Mia malas mengangkat panggilan itu Mia mengabaikan panggilan itu.Tetapi Mia merasa terganggu karena panggilan yang terus berulang. Mia mengangkat panggilan tersebut.
"Assalamualakum" Ucap Mia dengan sopan.
"Waalaikum salam" Jawab orang yang berada ditelepon itu. Mendengan suara itu Mia membuang nafasnya dengan kasar.
"Mau kaka apa sih?" Ucap Mia dengan nada kesal.
"Saya menginginkanmu Mia Ayunda" Ucapnya.
"Sudahlah saya sangat sibuk, ***" Ucapnya terpotong oleh sang penelpon.
"Kenapa buru buru sekali saya menginginkanmu Mia" Ucapnya lagi.
"Hey, siapa yang mengganggumu" Jawab santainya.
"Apa yang kau inginkan dariku" Ucapnya dengan datar.
"Hanya dirimu" Jawabnya.
"Tidak semudah itu" Ucapnya dengan ketus.
"Haahahaha, kalau begitu izinkan saya untuk berusaha" Jawabnya.
"Sialahkan jika enkau mampu, assalamualaikum" Ucap Mia langsung mematikan telponnya.
Mia memikirkan cara agar bisa terhindar dari Raka, Mia tidak suka karena Raka terlalu seenaknya terhadapnya. Mia mencoba menghubungi Mario karena fikirnya hanya Mario yang bisa membantunya.
duttt dutt duttt
Panggilan tersambung Mario mengankat panggilan dari Mia.
"Assalamualaikum Nyonya" Ucap Mario.
"Waalaikum salam bang, Mia mau tanya, apa mengganggu waktumu?" Tanya Mia dengan Sopan.
"Tidak ada yang bisa menentang kehendakmu sayang, katakanlah" Jawab Mario.
"Apa abang tau siapa Raka Adijaya?" Tanya Mia.
"Hahha apa kau sudah lupa dengannya sayang?" Jawabnya. Mia bingung denga jawaban Mario berikan.
"Lupa, apa Mia mengenalnya?" Tanyanya lagi.
"Sangat, sangat mengenalnya sayang" Jawab Mario.
"Siapa dia bang?" Mia masih belum mengingat siapa Raka.
"Raka Adijaya adalah putra tunggal dari paman Ranaya Adijaya, apa kau sudah mengingatnya?" Ucap Mario, Mia yang mendengar itu membelalak, Mia tidak sangka bisa bertemu dengan Raka secepat ini.
"Serius bang?" Tanyanya lagi, Mia tampak tidak percaya.
"Apa pernah abang main main ha?" Jawabnya. Mia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Mia bingung harus berekspresi bagaimana antara senang atau jengkel terhadap teman kecilnya itu. Mario yang bingung tak ada suara dari penelpon mencoba untuk bertanya kepada Mia.
"Apa masih ada tuan putri disini?" Tanyanya, Mia langsung sadar kalau masih abangnya ditelponnya.
"Ah maaf bang, sampai disini dulu ya bang Mia tutup, Assalamualaikum" Ucapnya.
"Waalaikum salam, jangan begadang terus" Jawabnya lanaung mematikan telponnya tampan menunggu jawaban dari Mia.
Mia maaih bingung dengan kabar yang dia dapat baru tadi, rasanya dia tidak percaya tapi tidak mungkin Mario membohonginya, Mia masih bingung harus bagaimana jika ketemu dengan Raka, rasanya Mia ingin memarahi Raka karena tidak bilang dari awal kalau dia itu putra Ranaya, tapi bingung juga kenapa dia tidak sampai mengenali Raka.
"Apa yang kamu pikirkan?" Ucap Handika membuyarkan lamunan Mia.
Jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa💜🙏 mari saling mendukung dalam berkarya😊