Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB63



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


Mereka terlalu asik cerita hingga lupa sama waktu, waktu yang sudah mrnujuh pagi ini tetapi mereka masih juga tidak menyelesaikan cerita mereka.


Hari sudah pagi, Santi sudah didapur yang kini ditemani oleh Rere dan pelayan lainnya. Mia dan ketiga abangnya masih tertidir didalam satu ranjang berempat.


Sedang Wijaya dan yang lainnya, sudah melakukan aktifitas mereka masing masing. Herri yang sedari tadi bibgung mau ngapai dia pun ikut bergabung didapur.


"Mia dan yang lainnya dimana tante Santi? " Tanya Herri dalam bahasa jerman.


"Mereka masih tidur sayang" Jawab Santi dengan bahasa jerman juga.


"Bagaimana kabar putrimu San? " Ucap Rere dengan bahasa indonesia tapi logat jerman.


"Alhamdulillah dia baik" Jawab Santi.


"Kenapa dia tidak ikut kemari? " Tanya Herri.


"Dia sedang sekolah" Jawabnya.


"Hmmm,,,,, disini ternyata sangat membosankan tidak ada yang asik, bahkan semua orang sobuk dengan kegiatan mereka sendiri" Gerutu Herri.


"Sayang, setelah sarapan tante akan mengajakmu keliling" Ucap Santi.


"Benarkah" Semangat Herri.


"Tentu, kita akan mengelilingi kota ini, kau mau kemana pertama? " Tanya Santi.


"Ini kali pertama dia keindonesia San, jadi dia tidak tau mengenai kota ini" Ucap Rere.


"Agh,,,, pantas baiklah tante akan membawamu kesuatu tempat pasti kamu suka" Ucap Santi.


Dikediaman Ranaya.


Hari ini adalah hari paling bersejaha bagi Raka dan yang lainnya, karena hari ini adalah waktunya mereka wisudah. Raka dan keluarga sudah bersiap siap untuk berangkat. Karena acara pengumumannya pagi dan acara perpisahannya malam.


"Bagaimana penampilanku bu" Ucap Raka dengan merapikan jasnya.


"Kau sangat tampan sayang" Ucap Ranti.


"Wah, tumben kau seganteng ini bang" Ucap Rika.


"Setiap hari saya selalu tampan" Ucap Ketus Raka.


"Hahahaha iya iya deh" Ucap Rika.


"Raka, apa Mia tau jika kau bakal wisidah? " Tanya Ranaya.


"Entahlah pa" Jawabnya pasrah.


"Papa sudah mengundang Handika dan papa pesan Mia untuk ikut bersamanya jika datang nanti" Ucap Ranaya.


"Sudah dulu ceritanya, sekarang kota sarapan dulu" Ucap Ranti.


"Baiklah bu" Ucap Raka.


Mereka semua telah selesai sarapan, mereka langsung bergegas menuju hotel tempat terselenggaranya acara Wisudawan itu.


Dikediaman Handika.


Mia dan ketiga abangnya masih belum juga bangun, bahkan mereka tidak menyadari sinar matahari yang masuk menyelinap lewat jemdela tanpa izin.


duttttt dutttt dutttt.


"Ummmmm" Ucap Mia dengan berusaha mengumpulkan nyawanya yang enatah kemana.


"Astaga Mia masih molor" Ucap Siska dengan sedikit meninggi.


"Turunkan nada suaramu mengganggu moodku saja" Ucap Mia langsung mengubah tiduran menjadi duduk.


"Baiklah, nyonya mudah, apa kau lupa hari ini" Ucap Siska.


"Hari ini Rabu" Jawab Mia dengan polos.


"Miaaaa" Teriak Siska, membuat Mia mengelus teringanya.


"Apasih, kenapa teriak teriak untung jantungku lagi baik" Ucap Mia.


"Hari ini itu kak Raka Wisudah dan kau tidak mengingat itu, ohh ya ampun" Ucap Siska.


"Trus urusannya dengan saya apa Sis" Jawab Mia.


"Ya Allah, Mia plis deh saya tau kamu sakit hati, tapi saya juga tau kalau kamu itu cinta" Ucap Siska.


tokkkk tokkkk


"Masukkkk" Teriak Mia.


"Maaf nyonya dan tuan ditunggu dimeja makan" Ucap Rina dengan menundukan kepalanya.


"Baiklah kami akan datang" Jawabnya.


"Halo" Ucap Mia pada ponselnya.


"Saya pastah Mi, terserah loo deh" Ucap Siska dengan melemas.


"Tadi kamu bicara apa? " Tanya Mia.


"Tidak ada replay, sudah saya tutup bay" Ucap Siska langsung mematikan panggilan itu.


"Cihhh,,,,, kenapa jadi marah" Ucap Mia dengan kaget.


"Bang, bang, bang" Lanjutnya dengan mengoyang tubuh ketoga abangnya.


"Ya Allah tidak ada yang bergerak, baiklah pake jalan pintas saja" Ucap Mia dengan mengambil ancang ancang.


"Hmmmm"Dehemnya dengan memegang lehernya.


"Abanggggggggggg" Teriak Mia membuat ketiganya bangun dan mencari arah teriak itu. Semua mata melotot melihat Mia yang mengerjai mereka.


"Kenapa kalian malah melotot, bangun semua sudah menunggu kita" Ucap Mia dengan turun dari ranjang, sedangkan ketigamya masih melihat Mia denga tatapan aneh.


"Ada apa sayang kenapa teriak teriak" Ucap Handika dengan mengatur nafasnya.


"Astaga papa, apa teriakku sampai dibawah" Kaget Mia.


"Ada apa kenapa teriak teriak" Ucap lagi Mirna.


"Agh,,,,,, oma, opa, tante Rere, tante Santi, paman Harris, paman Restu, Herri kalian juga disini" Ucap Mia dengan kaget.


"Teriakmu mrnbuat kami jantungan dibawa" Ucap Herri.


jangan lupa like komen dan vote 💝