
jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa teman teman 💜🙏
~~
"Cihhh, abang baiklah pergilah mandi, setelah itu kita cerita ditaman" Ucap Mia. Marik langsung berdiri dan meninggalkan mereka.
"Sayang, apa kalian sudah makan malam? " Tanya Handika.
"Papa, belum pa" Jawab Mia.
"Kemarilah kalian tidak boleh telat makan" Ucap Handika.
"Baiklah pa, ayo" Ucap Mia dengan mengajak kedua sahabatnya.
"Duduklah, kita tunggu abang kalian disini sebentar lagi dia akan turun" Ucap Handika.
"Tapi abangkan baru juga naik pa" Ucap Mia.
"Iya, tapi lebih baik kita makan sama sama, atau kalian sudah sangat lapar" Jawab Handima.
"Belum om, biar abang Mario datang dulu" Ucap Siska.
"Iya pa, kita tunggu bang Mario dulu" Lanjut Mia.
"Om, Raka itu sebenarnya kerja apa disingapura?" Tanya Amel.
"Om juga tidak tau, tapi kata Ranaya dia ada urusan mendadak sayang" Jawab Handika.
"Siapa Ranaya? " Tanya Siska.
"Astaga Sis, Om Ranaya itu papanya Raka, iyakan Om" Jawab Amel.
"Iya sayang" Jawab Handika.
"Ohh"Jawab singkat Siska.
"Apa kalian sedang menungguku" Ucap Mario dari arah belakang.
"Cepatlah bang, Mia sangat lapar" Ucap Mia, Mario sudah duduk disamping Mia.
"Kau ini, terlalu kepo sayang" Ucapnya dengan mengacak rambut Mia.
"Abanggg" Kesal Mia.
"Sudah, ayo makan" Ucap Handika, semuanya makan dengan menu pilihan mereka masing masing, meja makan sangat hening hanya bunyi garpu dan sedok yang menemani mereka.
Mereka sudah selesai makan, semuanya duduk diruang keluarga kecuali Handika yang keruang kerjanya.
"Abang ceritakan mengenai Raka" Ucap Amel.
"Iya bang, sebelum larut malam" Lanjut Siska.
"Hmmm, kalian ini terlalu kepo" Jawab Mario.
"Ayolah bang, buruan" Ucap Mia.
"Jadi Raka itu seorang pengusaha muda, jadi dia itu memegang perusahaan cabang papanya yang berada diluar negeri" Ucap Raka.
"Trus!" Kepo Mia.
"Agh, abang Mia serius" Ucap Mia.
"Memangnya kamu maunya yang mana" Tanya Mario.
"Semuanya, mengenai Raka. Atau Raka kerja apa disingapura" Ucap Mia.
"Jadi Raka itu kesana karena ada penyedotan dana dicabang perusahaan itu, makanya dia kesana" Jawab Raka.
"Trus ngapain Om Ranaya memperkerjakan Raka, lagian Raka juga masih kuliah bang, dan Raka juga pewaris tunggal" Ucap Siska.
"Raka dilatih, lagian itu semua permintaannya juga, dia tidak mau menikmati uang papanya terus" Jawab Mario.
"Mia belum puas bang" Ucap Mia.
"Sudahlah, abang mau istirahat besok harus kebutik untuk fiting baju kita sayang" Ucap dengan meninggalkan mereka.
"Apa kalian mau ikut ke jerman" Tanya Mario.
"Kita bang" Tanya Siska.
"Bukan, sofa itu, iya kalian" Ucap Mario.
"Memangnya bisa bang" Ucap Amel.
"Sudahlah jika kalian tidak mau" Ucapnya langsung pergi.
"Bang Mario kamj mau ikut" Teriak Siska.
"Terserah"Jawabnya dengan pergi.
Mia masih tidak puas dengan ucapan Mario, rasanya masih ada yang belum diceritakan Mario, Mario memang belum menceritakan sedetailnya mengenai Raka.
"Ada Mi? " Tanya Siska.
"Ada yang aneh, kita harus cari tau ini" Ucap Mia.
"Bagaimana caranya, kamukan tidak bisa keluar rumah dan kami juga harus tetap bersamamu disini" Ucap Amel.
"Setelah kita dari jepang" Jawab Mia.
"Tapi jika opa Wijaya membatasi gerakan kita bagaimana? " Tanya Siska.
"Tidak ada yang bisa tetang keinginan Mia" Ucap Mia.
"Tapi ada yang bisa melawan kekuasaan Wijaya Mi" Ucap Amel.
"Sidahlah, itu sudah menjadi rencanaku, kalian bantu saja saya bagaimana" Ucap Mia.
"Kita setujuh saja Mi" Ucap Siska.
"Iya setujuh" Lanjut Amel.
"Baiklah, sekarang kita tidurrr" Ucap Mia.
"Ayok"Jawab keduanya.
jangan lupa like komen dan juga vote yang banyak yaa manteman 💜🙏