Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB77



jangan lupa like komen dan voteđź’ť


~~


"Assalamualaikum" Ucap seorang wanita dengan raut wajah yang sangat terburu buru dan khawatir.


"Waalaikum salam " Jawab semuanya melihat Wanita itu,,,,dia adalah Santi yaa Santi adik dari Santika.


"Sepertinya,,,,semuanya sehat. Tidak ada yang hafus dikhawatirkan" Ucap Santi penuh kecurigaan.


"Masuk dulu nak,,,,,biar kita jelaskan kemarilah" Ucap Mirna dengan senyum penuh tanda tanyanya.


"Tanteku datang dengan siapa?" Tany Maxel.


"Wahh,,,,,Sarahhh" Ucap Mia dengan berlari memeluk sepupunya itu.


"Iya,,,kak Mia bagaimana kabarnya?" Tanya Sarah dengan membalas pelukan Mia.


"Sangat sehat,,kau bagaimana?" Tanya Mia dengan melepaskan pelukannya.


"Seperti yang kaka lihat" Jawab Sarah.


"Apa paman tidak ditanyai sayang" Ucap sedih Restu.


"Hahah pamanku kitakan baru sminggu lalu berpisah,,,,dan paman juga seorang dokter pastilah sangat sehat" Ucap Mia dengan berjalan membawa Sarah duduk bersama yang lainnya.


"Sebenarnya ini ada apa?,,,kenapa kami dipanggil dengan membawa bawa tante Mirna segala" Ucap Santi melihat kesal karena semuanya terlihat baik baik saja.


"Karena kami sangat merindukan masalan tante" Ucap Maxel.


"Sarah apa kau sudah libur sayang?" Tanya Marsel kepada Sarah.


"Belum bang,,,,karena ada kabar kalau oma entahlah kabarnya sangat menggantung kami" Jawab Sarah.


"Hahahahah tunggu sebentar yaa" Ucap Mia langsung pergi menujuh kedapur.


"Santi,,,,kenapa kau sangat lama tiba?" Ucap Wijaya.


"Diluar sangat macet paman,,,,kalau kutau semua baik mungkin saya tidak akan datang" Jawab Santi penuh penyesalannya.


"Benarkah tanteku,,,,,makanlah ini dulu" Ucap Mia dengan membawakan semangkuk sup ayam.


"Saya dipanggil disini hanya untuk mencicipi sup ini" Ucap Santi dengan menerima mangkuk itu.


supp


Santi mencicipi sup itu,,,matanya langsung membelalak karena rasa itu adalah masakan kesukannya.


"Tunggu,,,,,ini seperti sup dari" Ucap Santi dengan ekspresi kaget.


"Rasalah paman" Ucap Mia. Dengan cepat Restu mengambil mangkuk itu.


"Rasa ini seperti racikan dari Mbak Santika" Ucap Restu.


"Benarkah,,,,itu buatan Mia loh" Ucap Mia.


"Yang benar saja sayang,,,,,tapi saya saja mencoba resep dari kak Santika tidak pernah seenak buatannya" Ucap Santi.


"Jangan terlalu memujiku" Ucap Santika dibelakang,,,membuat Santi spontan membalik kearah suara itu.


"Kemarilah adikku,,,,,terimah kasih sudah memberikan cinta kepada ke4 anakku" Ucap Santika dengan membuka tangannya mita pelukan Santi, dengan cepat Santi berlari dan memeluk tubuh yang paling dia rindukan itu.


"Bagaimana ini bisa terjadi,,,,Mario apa ini hasil penelitianmu. Menciptakan nyawa" Ucap Restu membuat keluarga Wijaya ketawa.


"Hahahah paman ini,,,itu hal yang paling mustahil" Ucap Mario.


"Apa ini benaran kau" Ucap Santi dengan memeriksa bagian tubuh Santika.


"Sudahlah ini benaran kakakmu,,,,,biar kakak jelaskan semuannya yaa. Tapi kita tinggu Harris dulu" Ucap Santika dengan berjalan untuk duduk bergabung persama yang lain.


"Saya tidak perluh penjelasan itu kak,,,,Santi hanya rindu tubuh ini" Jawab Santi dengan memeluk manja Santika.


"Marsel,,,kumpul semua media kita biat komperensi pers" Ucap Handika.


"Bagaimana dengan paman Harris pa?" Tanya Marsel.


"Tuan Harris sudah dalam perjalan menuju kesini tuan" Ucap Tati.


"Wah,,,,,anak itu menggunakan apa sehingga secepat itu tibah ditanah air" Ucap Wijaya.


"Kau tau diakan,,,,apapun dia akan lakukan untuk ini" Ucap Mirna.


"Baiklah kita bersiap konperensi pers dulu setelah itu kita makan malam,,,bagaimana?" Tanya Wijaya.


"Mia sih yes" Ucap Mia.


"Harris,,,sudah tiba saya rasa dia tidak berada dijerman pada saat dihubungi" Ucap Handika.


"Benar tuan,,tuan Harris sedang berada dijepang ada urusan bisnis penting disana" Jawab Tati.


"Kau siapa?" Tanya Santi.


"Dia adalah orang yang menemaniku,,,,dia sudah kuanggap ibu ketiga" Jawab Santika.


"Terimah kasih yaaa,,,,sudah menjaga kakakku dengan sangat baik" Ucap Santi.


"Itu sudah tanggu jawab saya Nyonya" Jawab Tati dengan sedikit menunduk.


"Sarah apa kabar sayang?" Tanya Santika kepada ponakamnya itu.


"Sarah baik auntyyy" Jawab Sarah.


"Kau sangat cantik,,,,sama seperti papamu" Ucap Santika membuat Restu melihatnya.


"Apa saya tidak ditanyai Mba" Ucap Restu.


"Kau itu seorang dokter,,,pasti akan selalu baik" Ucap Santika membuat semuanya tertawa.


"Maaf Tuan,,,,,Tuan Harris sudah sampai" Ucap seorang penjaga.


"Biarkan saja,,,,,suruh masuk yaa" Jawab Santika.


"Baik nyonya" Jawabnya lalu pergih.


jangan lupa like komen dan voteđź’ť