
Jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa 💜🙏
~
"Mia sayang"
Mia dan Marsel menoleh kesuara yang dari arah pintu, Mia tersenyum begitu juga dengan Marsel.
"Papa" Jawab keduanya. Ya Handika tiba lebih awal tidak sesuai prediksi Mario.
"Bagaimana ini bisa terjadi sayang" Ucapnya sambil duduk disamping Mia, Marsel berdiri disamping Handika.
"Tidak ada yang harus dikhawatirkab kok pa" Ucap Mia.
"Bagaimana tidak ada yang dikhawatirkan sayang mukamu sangat pucat" Ucapnya dengan mengelus pipi Mia.
"Abang Marsel jelaskan kepada Papa, Mia baik baik saja kan" Ucapnya dengan melihat Marsel.
"Kata dokter aih begitu pa, cuman kita tunggu Mario pulang dulu, mungkin dokter akan menjelaskan riwayat Mia" Ucap Marsel.
"Dimana Mario Sel?" Tanya Handika.
"Mario sedang bertemu dengan dokter yang menangani Mia pa" Jawabnya.
"Udah papa istirahat dulu, lagian ada abang Mia yang selalu ada disini" Ucapnya dengan memegang lengan Handika.
"Betul pa kata Mia, papa pulanglah dulu istirahat agar tenaga papa kembali fit lagi" Lanjut Marsel.
"Bagaimana saya bisa istirahat jika kau masih pucat begini sayang"Jawab Handika.
Pintu kamar Mia terbuka terlihat ada Maxel dengan membawa kantong plastik ditangannya, Maxel kaget karena Handika sudah berada dirumah sakit.
"Assalamualaikum pa" Ucap Maxel dengan menyalami tangan Handika.
"Waalaikum salam" Jawab ketiganya.
"Apa itu Maxel? " Tanya Handika.
"Ini makanan pa, untuk kita semua" Jawabnya dengan meletakkan makanan dimeja.
"Papa kapan tiba, bukannya 3 jam lagi yaa" Tanya Maxel dengan mendekati mereka.
"Ya seharusnya begitu tapi semuanya papa percepat karena mendengar kabar Mia masuk rumah sakit" Jawab Handika.
"Bersabarlah sedikit kita tunggu Mario datang dulu, ambilkan untuk Mia biarkan dia makan lebih dulu" Ucap Marsel.
"Saya juga mau tunggu bang Mario dulu" Jawab Mia.
Tidak lama Mario tiba, Mario juga sama kagetnya dengan Maxel melihat Handika yang kecuali masih dalam perjalanan. Mario langsung duduk disamping Marsel dan Maxel disofa panjang dalam ruangan Mia. Sedangkan Handika duduk disamping Mia.
"Assalamualaikum Pa,"Ucapnya dengan menyalami tangan Handika.
"Waalaikum salam" Ucap mereka serentak.
"Bagaimana keadaan Mia Rio? " Tanya Marsel.
"Mia sudah lebih baik dari pertama kali dia dibawah dirumah sakit, tetapi sebisah mungkin kita tidak membuatnya kaget atau takut untuk waktu dekat ini, imun Mia sangat rendah karena kurang mengonsumsi vitaminnya".Jelas Mario.
"Apa Mia sudah bisa kembali Bang? " Tanya Mia.
"Ya hari ini kamu sudah bisa kembali, tetapi ingat perkataan abang tadi dan jangan lupa untuk minum vitaminmu tepat waktu" Jawab Mario.
"Siap dokter" Jawab Mia dengan memberi hormat kepada Mario. Semuanya tersenyum dengan tingkah Mia.
"Apa kita audah bisa makan? " Tanya Maxel, Semua tertawa melihat ekspresi Maxel yang sedari tadi menahan laparnya.
"Makanlah nak" Ucap Handika.
"Ini untuk ayah dan Mia" Ucap Marsel dengan memberikan dua box makanan.
Semuanya telah menyantap makanan mereka masing masing, tidak ada percakapan diantara mereka.
^
Dirumah Ranaya, Raka terlihat sangat gelisa karena hari ini Raka tidak bisa mengunjungi Mia karena harus keluar kota untuk beberapa urusan, Raka sebenarnya menolak tugas ini tetapi Ranaya tidak menerimah penolakan, Ranaya juga tau jika Mia sedang dirumah sakit tetapi Ranaya bilang semua kakanya ada disana.
"Tapi ayah berilah saya beberapa menit untuk melihatnya sebentar yah" Ucap Raka kepada Ranaya.
"Sudalah kau harus ke bandung Raka disana sangat membutuhkan dirimu, lagian Mia punya kakanya" Jawabnya.
Raka pergi meninggalkan Ranaya dengan emosi yang sangat tinggi, Raka tidak terimah dengan suruhan Ranaya, Raka sangat frustasi dengan keras kepala Ranaya.
Jangan lupa like komen dan vote yang banyak 💜🙏