
jangan lupa like komen dan voteđź’ť
~~
"Tidak jadi masalah bang" Jawab Mia.
Mia dan yang lainnya akhirnya mengistirahatkan tubuh mereka, semuanya sudah terlelap dengan mimpi mereka masing masing.
Waktu pagi sudah tiba, Santi dan pelayan lainnya mempersialkan sarapan pagi untuk keluarga Wijaya.
Pagi ini adalah sarapan terakhir bagi Harri dan keluarga serta Santi dan suami. Mereka sama sama memutuskan untuk kembali ketempat mereka masing masing.
"Selamat pagi tanteku paling cantik" Ucap Mia kepada Santi.
"Pagi sayang,,,,,,,kau terlalu cepat turun nak. Tantemu ini belum selesai menyiapkan sarapan kalian" Jawab Santi dengan fokusnya ke sup ayamnya.
"Hummmm,,,,,,ini adalah kesukaan kami" Ucap Mia dengan menghirup aroma sup ayam itu.
"Tentu saja sayang" Jawab Santi dengan membelai kepala Mia.
"Mia dengar hari ini tante bakalan kbari kebandung" Ucap Mia dengan mendudukan bokongnya kekursi.
"Iya sayang,,,,, Sarah sudah terlalu lama hidup sendiri disana" Jawab Santi.
"Ummm,,,,,,dapur ini bakalan sunyi lagi" Ucap Mia.
"Tante akan sering kesini kok sayang. Jangan begitu nanti tantemu ini tidak pulang karena melihatmu sedih begini" Ucap Santi dengan mencubit pipi Mia.
"Wahhhhhh. Ini sangat enak tante" Ucap Maxel merusak suasana sedih.
"Kenapa disini terlihat ada aroma sedih ya bi" Lanjutnya lagi dengan menghadap Bi Rina.
"Agh,,,,,,abang kalau tau faktanya pasti akan sedih juga" Ucap Mia.
"Maxel sudah tau sayang" Ucap Santi.
"Adeku sayang paling syantiklah pokoknya. Tante Santi itu tidak pergi jauh hanya dibandung kenapa harus sesedih itu" Ucap Maxel dengan duduk disamping Mia.
"Mia juga tau hanya dibandung. Tapi bagi Mia itu sangat jauh" Ucap Mia.
"Kalian obrolin siapa. Jangan bilang gosipin saya" Ucap Marsel.
"Didiri bang Marsel itu tidak ada yang harus digosipin" Jawab Maxel.
"Jangan terlalu lancang sama abangku" Ucap Mia.
"Terimah kasih sayang" Ucap Marsel dengan mengecup kening Mia.
"Duduklah sesuai kursi kalian supnya sudah siapa" Ucap Santi dengan persialkan Sup masakannya.
"Bi panggil semua anggota keluarga untuk sarapan" Lanjutnya lagi memerintah Bi Rina.
"Baik nyonya" Jawab Bi Rina.
Dikediaman Ranaya.
Pagi ini juga pagi terakhir bagi Raka, karena dia sudah harus berangkat kesingapura.
"Selamat pagi bu,pa" Ucap Raka dengan duduk dikursinya.
"Pagi sayang" Jawab keduanya.
"Sudah siapa pa" Jawabnya dengan sedikit sedih.
"Apa kau sudah menghubungi Mia sayang?" Tanya lagi Ranti.
"Belum, mungkin Raka tidak akan menghubunginya" Jawabnya dengan memakan sarapan yang disiapkan Ranti.
"Selamat pagi semua" Ucap Rika dari arah pintu.
"Pagi sayang,,,,,kemarilah untuk sarapan bersama kami" Jawan Ranti.
"Terimah kasih tanteku. Bagaimana tuan Raka apa hari ini kita bisa berangkat" Ucap Rika langsing duduk disamping Raka.
"Tentu. Kau cepatlah selesaikan kuliahmu agar kau bisa menemaniku disana" Jawab Raka.
"Makanlah. Penerbanganmu 2 jam lagi" Ucap Ranti.
Mereka sudah selesai sarapan, Ranaya dan Ranti sudah bersiap mengantarkan putranya dibandara.
Kemdaraan mereka sudah meninggalkam kediaman Ranaya. Suasana sangat senyam tidak ada yang membuka suara.
Dikediaman Handika.
Sama seperti Raka, Herri juga sudah meninggalkan kediaman Handika. Mereka diantar oleh semua keluarga Wijaya.
Mereka semua sudah tiba dibandara. Terlihat ada keluarga Ranaya juga disana.
"Heyyyy nak Ranaya" Ucap Mirna.
"Agh,,,,,,,Tante. Ohh kalian, apa tante juga akan berangkat?" Kaget Ranaya.
"Cuman Harri yang berangkat" Jawab Mirna.
"Agh,,,,,,,,bang Ranaya kau ini terlalu sibuk sehingga tidak pernah menemuiku" Ucap Harris dengan memeluk Ranaya.
"Kau ini terlalu pelupa anak ingusan. Kemarin wisudah putraku kau juga kan datang" Kesal Ranaya dan melepaskan pelukannya.
"Agh,,,,, iya juga yaa" Ucap Harris.
"Apa kau putra dari bocah ingusan ini?" Tanya Ranaya kepada Herri.
"Maaf paman saya tidak bisa berbahasa indonesia" Jawab Herri dengan bahasa inggris.
"Bang jangan bilang gitu dong disini juga ada istriku" Ucap sedih Harri.
"Istrimu sangat cantik, kau apakan dia sehingga dia mau sama kamu ha" Ucap lagu Ranaya.
"Sudah bacotan kalian todak akan pernah selesai. Kau Ranaya ngapain disini?" Ucap Wijaya.
"Kami memgantar Raka om" Jawab Ranti.
"Nak Raka mau kemana?" Tanya Mirna.
"Dia bakalan melanjutkan perusahaan disingapura tante" Jawab Ranaya.
"Dimana dia?" Tanya lagi Mirna.
"Disana" Jawab Ranti, Semua melihat kearah tunjuk Ranti. Terlihat ada Raka dan seorang gadis bersamanya tampak sangat akrap entahlah apa yang mereka bahas.
jangan lupa like komen dan voteđź’ť