Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB32



***jangan lupa voteπŸ’ komen dan like juga tinggalkan jejak bacamu yaa πŸ’œπŸ™


*selamat membaca**


~~


"Agh,, Mia rinduuuuu" Kaget Mia dan berlari menujuh orang yang menjawab salam mereka.


"Tidak usah lari sayang, dia tidak akan kabur" Ucap Handika.


"Ah papa, kapan tante tiba" Tanya Mia, yang datang adalah Santi adik dari Santika istri Handika.


"Belum lama, kau bagaimana kabar sayang" Jawabnya.


"Mia sangat baik, dimana Sarah? "


"Sarah, tidak ikut dia sefang sekolah" Jawabnya.


"Mia rindu sama dia, tapi Mia akan mengatur jadwal agar bisa bermain dirumah tante" Ucap Mia.


"Iya, bagaimana kuliahmu sayang" Tanya Santi.


"Sangat baik, tapi Mia masih diliburkan oleh opa" Ucap Mia.


"Kenapa? "


"Mia kemarin sedang sakit San, jadi papa meliburkannya" Ucap Handika.


"Kenapa saya tidak diberi tahu jika Mia sakit? " Tanyanya pada Handika.


"Begini San, Mia keracunan pada saat makan dikantin kampusnya, itu terjadi sangat tiba tiba jadi kami tidak bisa memikirkan apapun apalagi menghubungimu" Jawab Handika.


"Kau terlalu banyak alasan bang, sudahlah Mia apa kau mau jalan jalan bersama tante" Tanyanya pada Mia.


"Mau, kita ke moll" Jawab Mia.


"Tidak boleh ada yang pergi pergi"Ketus Handika.


"Kenapa begitu, kau ini tidak mau melihatku bahagia ya" Protes Santi.


"Sayang jangan bicara begitu, bang Handika mungkin takut jika Mia kenapa kenapa" Ucap Restu(Suami Santi).


"Tapi, saya hanya membawa Mia kemoll tidak kepenjahat ko" Ucap Mia.


"Begini adik iparku paling cantik, Mia kemarim diracuni oleh putri tunggal dari Andi Ambrin" Ucap Handika.


"Oh ya, berani juga yaa itu anak, baiklah sayang kita tidak usah kemana mana" Ucapnya sambil mengelus pipi Mia.


"Apa aku tidak dipeluk atau ditanyai kabar" Ucap Mario.


"Ohhh, ponakan tante paling ganteng" Ucapnya langsung memeluk Mario.


"Kenapa harus kutanyakan kabarmu, kaukan dokter jadi kau bisa menjaga dirimu" Ucapmya dengan melepaskan pelukannya. Semua tertawa.


"Hahaha Mia setuju itu tan, mana ada dokter sakit, makanya Mia tidak menanyakan kabarmu paman" Ucap Mia kepada Restu.


"Agh, kau ini, setidaknya kau peluk pamanmu ini sayang" Ucap Restu.


"Nasip jadi dokter yaa paman, kita tidak akan dikhawatirkan" Ucap Mario, semua tertawa.


"Sudahlah, kau jelek jika begitu. Sekarang bagaimana jika kita bikin kue saja sayang biar kita tidak bosan" Ucap Santi.


"Boleh, bang pesankan kami bahan kue" Ucap Mia.


"Baiklah, kalian mau bikin kue apa" Jawab Mario.


"Tidak usah kue, ini juga sudah mau malam, bagaimana kita membuat makanan untuk makan malam kita" Jawab Santi.


"Baiklah, kalian mau masak apa? " Tanya Mario.


"Tidak usah repot repot sayang, biar tante pesan sendiri kau pergilah istirahat, tante tau pasti kau grogi untuk wisudamu lusa" Ucap Santi.


"Apa tante mau ikut? " Tanya Mia.


"Tidak, tante ditugaskan untuk tinggal disini selama kalian dijepang" Jawabnya.


"Kenapa begitu" Bingung Mia.


"Agar ibumu tidak sendiri dalam rumah ini sayang" Ucap Handika. Mia dan yang lainnya langsung melihat kearah Handika.


"Papa, terimah kasih" Ucap Mia langsung memeluk Handika.


"Untuk apa sayang" Jawabnya.


"Karena papa selalu memikirkan ibu, dan sekarang papa tidak mau membiarkan ibu sendirian" Jawab Mia langsung melepaskan pelukannya.


"Itu sudah kewajiban papa sayang, pergilah memasak" Suruh Handika.


"Baiklah, mari tante" Ucap Mia.


Santi dan Mia pergi didapur menyiapkan apa yang harus mereka masak dan apa yang harus dipesan untuk yang mereka masak.


Tersisa Handika, Mario dan Restu.


"Paman bagaimana kabarmu? " Tanya Mario.


"Baik nak, kau sendiri? Jawabnya.


"Seperti yang paman lihat" Jawab Mario.


"Selamat yaa atas kelulusanmu, kau anak yang pintar bisa menyelesaikan kuliahmu dengan cepat" Ucap Restu.


"Iyalah ponakan siapa dulu" Jawab Mario.


"Astaga kau ini, apa kau pintar karena pamanmu ini" Ucap Handika. Keduanya tertawa melihat ekspresi Handika.


"Hahha papa, baiklah anak siapa dulu paman" Ucap Mario.


"Kau memang pandai sama seperti Handika" Jawab Restu.


"Terserah kalian, saya mau keruang kerjaku dulu" Ucap Handika langsung pergi menujuh ruang kerjanya.


"Rencanamu kau mau bekerja dimana?" Tanya Restu kelada Mario.


"Tentu saja dirumah sakit paman" Jawabnya.


"Maksudku rumah sakit opamukan banyak, diluar negri atau ditanah air" Ucap Restu.


"Ditanah air, lagian opaku juga akan tinggal bersama kami dan kedua abangkupun akan bekerja didari sini" Ucap Mario.


"Waw itu bagus, Mia tidak akan kesepian lagi" Jawab Restu.


"Tentu"


"Bagaimana hubunganmu dengan Widya? " Tanya Restu.


"Siapa Widya paman? " Tanya Mia dari belakang, keduanya langsung balik kearah Mia dengan rasa terkejut.


jangan lupa like komen dan vote πŸ’