
jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa teman temanππ
~
Mia tiba dikampus semua mata tertuju padanya, Mia dengan senyumnya dan melangkah menuju kelas. Mia dengan semangat menyusuri kampus, dengan senyumnya semua laki laki terpana karena kecantikan gadis kecil itu.
Mia memang memiliki postur tubuh hampir dibilang sempurnah, matanya yang mebola indah, kulitnya yang putih mulus dan tubungnya sangat mungil itu membuat semua mata yang melihatnya mengaguminya.
"Miaaaaa" Teriak seseorang dari arah belakang. Mia lansung menoleh kebelakang, terlihat ada dua gadis yang mendekatinya dengan sesikit berlari.
"Kalian dari mana saja?" Tanyanya kepada kedua gadis itu.
"Dari kantin" Jawab keduanya dengankompak.
"Astaga sepagi ini, apa kalian tidak sarapan sebelum kekampus?"
"Tidak karena itu saya ajak ditemani sama Siska!" Jawab Amel.
"Sudahlah tidak penting mari kita masuk" Ucap Siska sambil menarik keduannya. Keduanya mengikuti Siska.
Amel dan Siska adalah sahabat Mia sedari duduk dibangku SMA. Handika memberikan amanah kepada kedua sahabatnya itu untuk menjaga Mia, bisa dibilang keduanya itu asisten pribadi Mia.
"Tunggu Sis mel" Ucap Mia dengan menahan lengan keduanya.
"Ada apa?" Tanya Amel.
"Saya ingin kalian harus menyembunyikan identitasku!" Ucapnya dengan menatap keduanya.
"Ah, kenapa bukanya om Handika tidak mengizinkan itu?"Tanya Siska.
"Ini perintah dari bang Mario, maka ikuti saja" Jawabnya langsung meninggalkan keduanya. Keduanya bingung dengan pernyataan Mia.
"Mia Apa kamu lebih mendengarkan bang Mario dari pada om Handika?" Tanya polos Amel.
"Tentu saja tidak, tapi ada baiknya kita ikuti saja perintahnya" Jawabnya.
"Kenapa harus ngikutin kalau tidak takut?" Ucap Siska.
"Apa kamu mau dimarahi sama bang Mario, kalian pasti tau bagaimana bang Mario marahkan, ikuti saja" Jawabnya.
"Baiklah Mia" Ucap Siska.
flaskback on
Pada saat diperjalanan menuju kampus tiba tiba Hp Mia berbunyi, Mia mengambil Hpnya dan dan menghentikan mobilnya ditepi jalan.
"Assalamualaikum bang" Ucapnya, dengan Hp yang terletak ditelinganya.
"Waalaikum salam, apa kamu sudah tiba dikampus?" Tanya Mario.
"Sedikit lagi sampai"
"Dengan abang baik baik Mia, identitasmu semuanya abang sembunyikan jadi jangan berani kamu mengungkap kepada semua orang" Ucapnya dengan tegas.
"Tapi kenapa harus begitu, bukannya pa_" Ucapnya langsung dipotong.
"Baiklah bang jika itu yang terbaik" Jawabnya dengan pasrah.
"Pintar... ingat abang tetap pantau kamu dari jepang" Ucapnya lagi.
"Ya Mia selalu ingat itu bang" Jawabnya.
"Baiklah berkemudilah dengan baik, belajar yang benar"
"Siap bang, Mia matikan yaa" Jawabnya lansung mematikan panggilannya.
flaskback off
Mia dan sahabatnya duduk dikantin dengan canda tawa yang mereka lakukan. Mereka tidak menyadari ada satu pasang mata yang memandangi dari jauh. Sepasang mata itu mendekat dimeja keriga gadis itu, dan duduk tepat didepan Mia, ketiganya merasa bingung dengan kedatangannya yang tiba tiba itu.
"Ah maaf kak ini meja kami" Ucap Mia dengan sopan.
"Raka Adijaya" Ucapnya dengan mengulurkan tangannya didepan Mia. Mia bingung dengan tingkah Raka.
"Ahh,,, Mia Ayunda" Jawabnya dengan menerimah uluran tangan Raka.
Raka Adijaya adalah pewaris tunggal Ranaya Adijaya, Raka dari keluarga yang hampir setara dengan Handika Wijaya, sebenarnya Handika dan Ranaya adalah berteman semenjak mereka dibangku kuliah. Keduanya sangat dekat tetapi dengan kesibukan bisnis keduanya sangat jarang punya waktu bertemu, terakhir kali bertemua pada saat meninggalnya istri dari Handika.
"Senang berkenalan dengan anda nona" Ucapnya dengan senyum.
"Saya rasa kami harus pulang, maaf ka Raka tangan saya" Ucapnya dengan sedikit risih melihat senyum Raka. Raka Reflek melepaskan tangan Mia. Mia dan sahabatnya pergi meninggalkan Raka.
Setelah tiba ditempat parkiran, mereka langsung memasuki mobil Mia. Siska melirik Mia, terlihat sangat jelas wajah kesal dari muka itu.
"Mia apa kamu tidak mengetahui tentang dia?" Tanya Siskan penuh hati hati.
"Siapa dia?" Jawabnya.
"Raka adalah cowo yang paling digemari oleh cewe cewe yang ada dikampus ini Mi" Jawab Siska.
"Dan dia adalah pewaris tunggal Mia" Lanjut Amel.
"Sudah tidak penting bagiku"
"Apa kau yakin" Tanya Amel. Mia hanya dia tidak menanggapi pertanyaan dari Amel.
"Tujuan kita sekarang kemana Mi?" Tanya Siska. Karena Siska yang pegang kemudi mobil Mia.
"Kita pulang saja, rasanya mood ku lagi tidak baik" Jawabnya.
"Baiklah" Jawab Siskan.
Mobil telah meninggalkan parkiran kampus, denga kecepatan sedang ketiga gadis itu bergabung dengan kendaraan lain saling memberi gas yang tidak sehat itu. Mia masih dengan lamuannya entah apa yang iya lamunkan.
***jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa guysss karena dengan begitu berarti kalin mendukung dan memberikan penghargaan kepada saya. Selamat menikmati.ππ
Follow ig sayaπ
@mazna sayhdan***