
~
"Punya mata gak sih" Kesal Mia dan mengambil tas dan melihat kerah atas,,,yang benar saja dia sangat kaget melihat orang yang ada didepannya.
"Kak Raka" Ucap Mia lalu bangun dari duduknya dibantu oleh Raka.
"Kenapa bisa disini?" Tanya Mia yang sudah berdiri didepan Raka,,,,Raka hanya senyum melihat gemas pada Mia.
"Kok bisa disini sih kak?" Ucap Siska datang menghampiri keduanya.
"Mia gimana dong,,,,pulang saja yaa" Ucap Amel.
"Yaaa kok pulang sih,,,,Oppa Le Min Hoo gimana" Ucap Lagi Siska.
"Gak ada Oppa oppaan kita harus pulang sekarang" Ucap Herri.
"Tunggu dulu,,,,kamu kok bisa disini sih" Ketus Mia.
"Jadi kamu gak bahagia kalau gue disini?" Tanya Raka.
"Ya bukan gitu,,,,tapi kenapa gak bilang coba" Ucap Mia.
"Sudah yaa tanya jawabnya nanti saja. Pokoknya kita harus pulang. SEKARANG" Ucap Amel.
"Iya deh. Kita kembali diapartemen dulu ambil barang barang" Ucap Mia.
Mereka langsung berjalan menujuh Apartemen,,Mia masih banyak yang ohngin ditanyakan kepada Raka.
"Apa semuanya sudah siap,,,,tidak ada lagikan barang yang dilupakan" Ucap Roki.
"Iya siap" Jawab Siska melemas.
"Nanti juga kita akan kesini lagi,,,,,ketemu banyak oppa ganteng lagi" Ucap Mia menyemangati sahabatnya itu.
"Terserah" Kesal Siska langsung keluar masuk dalam mobil.
"Siska maap" Ucap Amel.
"Iya gue maafin,,,,,udah buruan pesawat pribadi gue udah datang tuh" Ucap Sombong Siska membuat semuanya tertawa.
"Selamat malam Nyonya Mudah" Sapa pramugari.
"Malam,,,apa papaku mengetahui ini?" Tanya Mia.
"Sesuai perintah Nyonya tuan Mario merahasiakan ini semua" Jawab pramugari itu.
"Baiklah,,,ayooo kita harus tiba pagi ditanah air" Ucap Mia.
Semua telah naik dalam pesawat termaksud Raka,,,,Pesawat sudah membawa mereka menujuh Indonesia.
Setelah melalu beberapa jam perjalan akhirnya pesawat pribadi yang membawa Mia dan yang lainnya berlabu dengan selamat.
Pada Saat ini sudah pukul jam pagi,,,,sangat melelahkan tapi harus mereka tempuh demi Amel.
"Terimah kasih yaaa Mia,,,,gue harus kehotel nih" Ucap Amel.
"Iya pulanglah,,,,,kami juga harus pulang. Rasanya sangat melelahkan" Keluh Mia.
"Mia gue bakalan selalu ingat janji looo untuk ketemu Oppa" Ucap Siska.
"Itu mobil kita,,,,dan kau nailah mobil yang sana nanti Riko yang mengantarmu dihoter orang tuamu" Ucap Jori.
"Baiklah,,,ayo Riko. Bayyy Mia Siska ku" Ucap Amel langsung pergi.
"Kak Raka mau ikut kita?" Tanya Herri.
"Tidak disana sudah ada Biro,,,,,kalian pulanglah. Hati hati yaaa" Ucap Raka.
"Dan kau,,,,akan kujemput sebentar. Oke" Ucap Raka lalu meninggalkan mereka menujuh Biro.
"Hmmmm,,,,,gue juga pengen kejutan kak Raka" Teriak Siska,,,,Raka tidak memperdulikan itu.
"Nanti kuberi kejutan marilah kita pulang" Ucap Jori.
Semuanya sudah meninggalkan bandara dan menujuh dikediaman mereka masing masing. Mia yang tidak diketahui kedatangannya karena ingin memberi kejutan untuk Handika dan yang lainnya.
"Semuanya masih tidur" Ucap Mia masuk dalam Rumah yang diikuti Jori dan Siska.
"Agh,,,,,Nyonya mudah sudah pulang" Teriak Rina membuat ketiganya kaget.
"Lah bibi koo berisik banget sih" Ucap Mia pelan pelan.
"Agh,,,,Maaf Nyonya. Tapi kenapa harus bicara pelan pelan Nyonya" Ucap Rina yang juga mengecilkan suaranya.
"Ohhhh,,,,,,baiklah. Bibi mau lanjut kerjaan dulu kalo gitu" Ucap Rina lalu pergi.
"Barangnya simpan disini saja,,,,,nanti bi rina yang kasih masuk dikamar. Iyakan Mi" Ucap Siska.
"Iya sayang" Jawab Mia.
"Mia,,,gue kekamar yaaa" Ucap Siska berbelok kekamar Mia. Sedangkan Mia pergi menujuh kamar Handika dan Santika.
clekkkkkk
"Tidak dikunci rupanya" Ucap Mia lalu masuk kedalam kamar orang tuang. Terlihat Handika tidur dengan pulas sambil memeluk Santika.
"Mia sangat rindu tidur ditengah tengah kalian" Ucap Mia lalu naik diatas ranjang.
"Ibu,,,ibukuuu" Bisik Mia diteligah Santika sehingga menyadarkannya.
"Mia,,,,,apa ibu mimpi" Ucap Santika dengan suara khas bangun tidur.
"Ibu tidak mimpi,,,,ini benaran Mia" Ucap Mia dengan berbisik.
"Mia rindu ingin tidur ditengah tengah kalian" Lanjut lagi Mia dengan cepat Santika melepas tangan Handika lalu membuka ruang untuk putrinya itu.
"Terimah kasih bu,,,,,rasanya disini sangat nyaman" Ucap Mia memeluk Santika.
"Tidurlah sayang,,,,ibu sangat merindungan suasana ini" Ucap Santika dengan menepuk nepuk bahu putrinya.
"Tetaplah seperti ini sayangku" Lanjut lagi Santika sedangkan Mia sudah tertidur pulas dipelukan Santika dan dipeluk oleh Handika.
"Hoaaaaaaa" Sadar Handika.
"Selamat pagi sayangku" Ucap Santika yang sudah sangat rapi. Handika yang masib setengah sadar melihat bingung pada Santika tapi rasanya kenapa seperti ada yang ia peluk.
"Mia,,,,,putriku" Kaget Handika langsung menyadarkan Mia.
"Papa" Ucap Mia setengah sadar.
"Kau kapan balik ha,,,,,akhirnya kau tidak begitu lama disana. Papa pikir kau sangat bahagia tinggalin papa" Ucap Handika.
"Mana bisa Mia bahagia tanpa papa dan ibu. Mia tidak begitu senang berada disana pa" Jawab Mia lalu bangun.
"Mungkin papa akan melupakan Mia jika anak bang Marsel sudah keluar,,,,tapi Mia tidak akan melupakan Kalian" Ucap Mia pura pura sedih.
"Sayang,,,,kau tidak akan terabaikan, sekalipun itu kami sudah bercucu. Kau tetap menjadi putri kecil kami" Ucap Santika dan duduk disamping Mia.
"Betul sayang,,,mana bisa papa menyingkirkan kamu. Kamu itu kehidupan papa jiwa papa berada disini" Ucap Handika.
"Benarkah?" Tanya Mia melihat Handika dan Santika secara bergantian.
"Iya sayangku sangat benar" Ucap Handika.
"Bu,,Pa Mia mau bicara" Ucap Mia sedikit gugup.
"Katakan sayang,,,,bicaralah" Ucap Handika.
"Mia mau buka usaha fhasion tapi tidak akan menggunakan nama keluarga kita" Ucap Mia.
"Kenapa harus begitu,,,papa tidak setujuh" Ucap Handika.
"Dengarkan dulu alasannya kenapa,,,,,jangan langsung dipotong gitu" Ucap Santika.
"Tapi pa,,,,Mia mau coba mandiri. Mia tidak mau membangun bisnis yang instan. Mia ingin mencoba dari bawah dulu" Ucap Mia.
"Untuk apa,,,,kau tau kekayaan kita ini biar kau tidak usah bangun bisnis dan kerjamu hanya makan dan tidur saja kita tidak akan jatuh miskin" Ucap Handika.
"Mia tau,,,,tapi Mia mau belajar dan pengen tau seberapa susahnya kita mencari uang tanpa bantua dari siapapun,,,,,lagian kalau Mia tidak mampukan Mia akan minta bantu kalian" Ucap Mia.
"Sayang,,,,kau taukan keluarga kita banyak musuh,,,,,,,jika kau mau begitu sebenarnya kami akan nuritin tapi kami tidak mau kenapa napa sayang. Ibu izinkan kamu berbisnis tapi ibu bantu bangunin yaaa" Ucap Santika.
"Tapi Mia pengennya dari nol bu" Ucap Mia.
"Kalau begitu,,,,biarkan kami kasih kamu modal sedikit saja yaaa sayang biar gak terlalu capek" Ucap Handika.
"Tidak mau pa,,,,Mia mau coba dari nol. Itu susah Mia putuskan" Ucap Mia lalu pergi dan keluar dari kamar Handika dan Santika.
"Anak itu,,,,,apa dia yakin bisa" Ucap Handika.
"Kita tanya papa dulu yaaa" Ucap Santika.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa"
jangan lupa tinggalin jejak baca kalian yaaa gesku,,,,,dengan cara like komen dan vote terimah kasih masih tetap stay at My Novel🌹