Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB40



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


"Oh astaga, Kamu sudah ganteng" Jawab Mia pake bahasa jerman.


Herry sudah tidak sedih lagi mereka semua sudah duduk dan makan tanpa ada suara terkecuali suara sendok dan garpu.


Semua suda selesai, waktu sudah malam. Mereka sudah masuk dikamar masing masing, Mia tidur bersama kedua sahabatnya, Handika dan ketiga putranya tidur dimasing masing kamar, selebihnya tidur masing masibg pasangan.


dikamar Mia Siska dan Amel.


"Mel, kami belum selesai mengintrogasimu" Ucap Siska.


"Iya betul, kamu masih punya utang cerita pada kami" Lanjut Mia.


"Utang cerita? " Bingung Amel.


"Ada hubungan apa kau dengan abangku" Ucap Mia.


"Tidak ada, kalian terlalu berpikir yang aneh aneh, Sudahlah apa kalian tidak capek" Ucap Amel, langsung naik diranjang dan memejamkan matanya.


"Kau tidak boleh tidur dulu, ceritakan pada kami" Ucap Siska dengan mengguncang tubuh Amel.


"Apaan sih tidak ada yang harus ku ceritakan" Ucap Amel.


"Baiklah, biarkan saya cari tau sendiri" Ucapnya langsung mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


"Mi, kau menghubungi siapa" Kaget Amel.


"Abangku" Jawabnya.


"Assalamualaikum bang, maaf Mia ganggu" Ucap Mia pada ponselnya.


"Mia, sudah tidak usah biar saya yang ceritakan" Teriak Amel dengan mengambil ponsel Mia.


"Lah disini tidak ada panggilan Mi" Ucap Amel dengan mrlihat Mia.


"Hahahha kau ditipu, sudah berikan ponselnya dan ceritakan semuanya" Ucap Siska.


"Dasar, kalian ini terlalu kepo" Kesal Amel.


"Kau terlalu banyak bicara, ayo cerita" Ucap Mia.


"Baiklah, jadi saya dan bang Maxel itu sudah jadian sejak 3 bulan yang lalu" Ucap Amel dengan penuh ketakutan. Keduanya kaget, berita ini tidak pernah terdengar ditelingan mereka.


"Apa! itu sudah cukup lama, kenapa tidak cerita kekami" Ucap Siska.


"Belum ada waktu yang tepat untuk saya ceritakan ini" Jawab Amel.


"Angkat kepalamu, kenapa harus malu, selamat yaa akhirnya abangku tidak jomblo lagi" Ucap Mia.


"Kau merestuiku" Ucap Amel.


"Heyy, saya ini bukan ibunya kenapa butuh restu dariku" Ucap Mia.


"Putus satu jadian satu, lah gue" Ucap sedih Siska.


"Hahhaha mangkanya jangan terlalu barbar" Ucap Mia.


"Hahahaha itulah kelebayan semua abangku, mereka selalu memprioritaskan apa yang saya suka" Jawab Mia.


"Mi, jodohin saya sama bang Marsel kalau gitu" Ucap Siska


Plakkkkkk


"Aw sakit" Meringis kesakitan Siska ditapok sama Mia.


"Loo kata ini zaman siti nurbaya pake jodoh jodohan, semua terhantung mereka saya tidak punya hak untuk itu" Ucap Mia.


"Baiklah, sekarang kita tidur" Ucap Mia.


"Oh iya, Mel bahagiakan abangku yaa" Lanjutnya.


"Saya juga mampu membahagiakan bang Marsel" Jawab Siska.


"Halu loo tinggi" Ucap Amel dan Mia.


"Apa salah saya, dan kurang saya dimana" Ucap bingung Siska.


"Sudah tidur besok kita akan menghadiri wisudawan jadi bakalan capek" Ucap Amel.


"Iya betul sudah tidur jangan ngehalu terus" lanjut Mia. Mereka sudah menutup matanya dan memilih bermimpi untuk malam ini.


~~


Hari sudah pagi semuanya sudah bangun dan bersiap siap untuk kehotel tempat digelarnya wisuda Mario.


Mia dan perempuan lainnya sedang didandan, mereka sangat semangat untuk menghadiri acara bahagia Mario.


Keluarga Besar Wijaya mengunakan seragam kompak terkecuali Amel dan Siska.


"Kau sangat cantik cucuku" Kagum Mirna melihat Mia.


"Mia selalu yang tercantik ma" Ucap Rara( Istri Harrys).


"Terimah kasih tante, tante juga sangat cantik" Ucap Mia.


"Apa kalian semua sudah siap?" Tanya Wijaya.


"Sudah sayang" Jawab Mirna.


"Wah, kau opa hampir lupa padamu sayang" Kagum Wijaya melihat Mia.


"Agh, opa Mia kan jadi malu" Ucap Mia.


"Ohh punya malu rupanya" Nyosor Siska, dengan cepat Amel memukul tangan Siska.


"Aw sakit beg*" Ucapnya dengan memegang tangannya.


"Sudah ayo berangkat kasih Mario disana menunggu kedatangan kita" Ucap Wijaya.


Semua telah meninggalkan Apartemen iti dan menujuh hotel bintang lima tempat digelarnya wisudah itu.


Jangan lupa like komen dan vote 💝