
jangan lupa like komen dan vote yang banyak 🙏💜
selamat membaca 😍
~~
"Terimah kasih bang" Lanjutnya lagi langsung pergi kekamarnya.
"Assalamualaikum om" Ucap Mario diponselnya.
"Waalaikum salam ada apa Rio? " Jawab Ranaya.
"Mario hanya memberih tahukan kalau Raka menginap dirumah papa" Ucap Mario.
"Kenapa begitu, apa rumahku ini tidak bisa menampungnya tidur" Ucap Ranaya.
"Agh, om ini lagian ini juga sudah malam, jadi saya menyuruhnya untuk menginap saja" Jawab Mario.
"Baiklah, terimah kasih om tutup yaa assalamualaikum " Ucap Ranaya langsung mematikan panggilannya.
"Ada apa dengan Raka pa?" Tanya Ranti.
"Mario bilang, dia menginap dirumah Handika" Jawabnya.
"Kenapa?"
"Kata Mario ini sudah cukup malam jika dia kembali kerumah, makanya dia disurunginap saja" Jawabnya.
"Sudahlah sayang, dia akan baik baik disana, tidurlah" Lanjutnya lagi.
"Tapi apa ada masalah sama Mia" Ucap Ranti.
"Kau ini terlalu kepo"
"Tapi tidak seperti biasanya Raka begitu" Ucapnya lagi.
"Sudahlah, lagian dia sudah besar"Jawabnya.
Mereka sudah tertidur dalam keadaan bingung, Mia dan yang lainnyapun sudah terlelap dalam mimpinya.
~~
Pagi telah tiba, Mia dan yang lainnya sudah bangun, Raka sudah duduk dimeja makan bersama Mario dan Handika, sedangkan Mia dan kedua sahabatnya masih dikamar.
"Bagaimana kabarmu nak Raka? " Tanya Handika.
"Alhamdulillah baik om" Jawabnya.
"Bi panggil ketiga gadis itu" Ucap Mario.
"Baik tuan" Jawabnya langsung pergi menujuh lantai atas.
"Bagaimana perusahaanmu di singapura? " Tanya lagi Handika.
"Semua sudah baik om" Jawabnya.
"Ka Raka" Kaget Amel. Mia dan Siska masig dibelakang.
"Iya, selamat pagi" Jawab Raka.
"Agh, iya pagi" Ucapnya dengan duduk dikursinya, Mia dan Siska telah tiba dimeja makan mereka sama kagetnya dengan Amel.
"Lah kak Raka, sampai sepagi ini" Kaget Siska.
"Kalian ini, apa kalian tidak tau kalau Raka menginap disini" Bingung Handika.
"Agh, begini pa jadi Raka itu datang kerumah tadi malam untuk menemui Mia. Tapi Mia sudah tidur, jadi saya suruh menginap saja" Ucap Mario.
"Abang" Ucap Mia.
"Tidak, bi bawakan sarapan kami dikamar" Ucapnya langsung meninggalkan meja makan.
"Mia, Mi.Agh" Teriak Raka.
"Permisi, bang om" Ucap Amel, Siska dan Amel mengikuti Mia.
"Apa kalian ada masalah nak?" Tanya Handika.
"Agh. Tidak ada om" Jawabnya.
"Sudahlah Raka, dia butuh waktu jadi biarkan saja dulu. Nanti saya bantu jelaskan masalahmu" Ucap Mario.
"Apa abang tau masalah kami? " Tanya Raka.
"Tentu, tapj kita sarapan dulu" Jawabnya.
"Iya makanlah dulu nak" Lanjut Handika.
Mereka memualai sarapannya tanpa Mia, Siska dan Amel, tidak ada suara terkecuali suara garpu dan sendok.
^
Dikamar Mia, Mia sangat marah karena mendapati Raka, membuat moodnya saja tidak baik pagi pagi.
"Mia apa kau tidak mau sarapan" Ucap Siska.
"Kalian duluan saja, nafsu makanku sudah tidak ada" Jawabnya.
"Ya sudah nafsu kami juga sudah hilang kalau begitu" Ucap Amel, Mia langsung melihat kearah mereka.
"Kenapa bisa begitu" Bingung Mia.
"Entahlah kami juga tidak tau" Jawab Amel.
Mia mengerutkan keningnya dan mendekat kepada mereka.
"Sudahlah mari makan" Ucap Mia.
"Begitu dong" Ucap Keduanya.
Merekapun memulain sarapan mereka dalam kamar.
tok tok tok
"Biar saya yang buka" Ucap Siska. ceklekk
"Eh,,,, abang mari masuk" Ucapnya.
"Mia sayang apa kau kecewa pada abangmu ini" Ucap Mario langsung duduk disamping Mia.
"Tidak" Jawabnya singkat.
"Trus kenapa kau tidak melihat keabang pada saat abang sedang berbicara" Ucapnya.
"Mia lagi sibuk bang, jika hanya itu pertanyaannya abang bisa meninggalkan kami" Ucap Mia.
"Mia, abang tidak suka jika kau memperlakukan abang begitu" Ucap Mario penuh penekanan. Mia dan yang lainnya langsung takut, karena ini bukan kali pertama untuk Mia jika Mario marah tapi rasanya ini sangat beda.
"Trus abang maunya bagaimana ha" Ucap Mia dengan nada tinggi.
"Mia, kau sudah kelewatan batasmu. Apa kau sudah lupa cara sopan santun" Ucap Mario.
"Abang yang tidak penah mengerti Mia" Ucapnya dengan menangis.
***jangan lupa like komen dan vote yang banyak 💜🙏
_terimah kasih 💜***_