Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB36



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


"Apa yang bagus untuk kejutanya yaa" Ucap Raka.


"Oh astaga, design berarti" Lanjutnya lagi langsung mengambil ponselnya.


"Kamu dimana" Ucap Raka pada ponselnya.


"Assalamualaikum dulu be**" Jawab Rika.


"Waalaikum salam, kamu dimana? " Kesal Raka.


"Hahaha santai tuanku, saya lagi disingapura ada apa? " Jawab Rika.


"Singapurah, ngapain? " Tanyanya lagi.


"Bermain tuan" Jawabnya.


"Rikaa" Teriak Raka.


"Hahahhahaha kenapa teriak apa ada kecoa ha" Ucap Rika.


"Kau siapkan saya studion untuk design Mia" Ucap Raka.


"Wah, apa itu idemu atau kau dapat ide dari orang lain" Ledek Rika.


"Idekulah, siapkan semuanya" Jawab Raka.


"Baiklah, semuanya sudah siap jika Mia sudah balik lagi diindonesia" Ucap Rika.


"Pintar, ternyata kau tidak sia sia kupilih" Ucap Raka.


"Tapi jika ada studion, Mia kan belum selesai kuliah bahkan masih semester awal" Ucap Rika.


"Carikan guru prifatnya" Jawab Raka.


"Baiklah, kau mau lokal atau luar negri? " Tanya Rika.


"Yang terbaik, ingat harus perempuan, paham" Jawab Raka.


"Iya paham tuan, baiklah apa sudah selesai? "


"Tunggu, studionnya jika sudah ada perlihatkan dulu kesaya dan guru prifatnya lagi" Ucap Raka.


"Iya tuan, percuma Mia kuliah jika dia harus les lagi" Ucap Rika.


"Tidak usah banyal bacot, saya tutup" Ucap Raka langsung mematikan panggilannya.


^


Dikamar Mia, Santi dan Mia tidur bersama, saling peluk menghilangkan kerinduan mereka.


"Sayang" Ucap Santi.


"Iya tan" Jawabnya.


"Apa kau sedang merindukan ibumu? " Tanya Santi, penuh hati hati.


"Apa kau juga menginginkan belaiyan seorang ibu? "


"Iya, Mia merindukan kasih sayang ibuku" Jawabnya lagi.


"Kenapa tidak mengizinkan papamu untuk menikah lagi" Ucapnya penuh kelembutan. Mia langsung menatap Santi.


"Kemarin Mia sudah memberikan perdetujuanku untuk itu tan, tapi papa bilang dia tidak bisa menemukan wanita yang seperti ibu" Jawab Mia.


"Papamu itu memang sangat mencintai ibumu, dia bahkan rela tidak mendapatkan harta dari opamu yang penting dia bisa bersama ibumu" Ucap Santi.


"Oyah, jadi mereka itu ditentang hubungannya tan? " Tanya Mia.


"Tidak ditentang tapi diuji, papamu diuji oleh opamu, om Wijaya sengaja melihat cinta papamu" Jawab Santi.


"Dan papa melanggar perintah opa dan memilih ibu" Ucap Mia.


"Hmmm, Om Wijaya dan kakek Bajari adalah sahabat bisnis dulu, om Wijaya tidak tau jika Kak Santika itu adalah putri sulung Bajari, dan ibumu itu penampilannya sangat sederhana dia tidak memamerkan kekayaan Bajari, bahkan dia menutupi identitasnya sebagai pewaris Bajari" Ucap Santi.


"Wah, ibuku ternyata sederhana sejak dulu yaa, trus bagaimana sampai opa mengetauj bahwa ibu itu putri dari Bajari? " Tanya Mia.


"Pada saat mereka datang untuk melamar, bayangkan bagaimana ibumu bisa menyembunyikan identitasnya kepada om Wijaya" Jawab Santi.


"Astaga Mia baru tau ini, apa pada saat itu opa belum sehebat sekarang sampai identitas ibuku dia tidak bisa tau" Bingung Mia.


"Ibumu itu sangat pandai sayang, tante juga bingung bagaimana caranya dia menyembunyikan itu, apalagi kepada om Wijaya yang memiliki kekuasaan ditanah air ini, opamu itu sangat hebat, jadi untuk mencar identitas itu gampang baginya tapi untuk identitas ibumh dia tidak mampu" Jawab Santi.


"Apa papa juga begitu, tidak tau identitas ibuku sebenarnya? "


"Papamu dibutahkan oleh cintanya kepada ibumu, hingga dia tidak peduli ibumu itu dari kalangan apapun" Jawabnya.


"Papa hebatnya tetap mengejar cintanya meski ditentang" Kagum Mia.


"Iya sayang" Jawabnya.


"Apa opaku jika menikahkan anaknya harus melihat status dari si gadis atau prianya? " Tanyanya lagi.


"Tidak, om Wijaya melakukan itu pada papamu karena dia ingin papamu serius dan tidak akan menyianyiakan ibumu" Jawab Santi.


"Umm, jadi status tidak masalah, berarti kepintaran ibu diwariskan kepada bang Mario" Ucap Mia dengan pandangan kelangit langit kamarnya.


"Kenapa sama Mario? " Tanya Santi.


"Iya sama bang Mario, jadi identitas Mia itu disembunyikan oleh bang Mario tanpa sepengetahuan bang Marsel dan Maxel apalagi papa, Bang Mario bisa membuat orang lupa jika saya ini putri dari Handika Wijaya tan" Jawab Mia.


"Kau tau apa untungnya jika identitas kita sembunyika? " Ucap Santi, Mia mengeleng.


"Jika identitasmu disembunyikan kamu akan bebas kemana saja tanpa takut ganguan dari siapapun, dan kamu bisa bergaul dengan siapapun sayang" Ucap Santi.


"Iya Mia setuju mengenai itu, apa tante kenal sama tuan Ambrin" Tanya Mia.


"Tuang Ambrin" Kaget Santi.


"Hmm, tuan Ambrin" Jawabnya.


jangan lupa vote 💝