
jangan lupa like komen dan vote 💝
~~
Hari sudah pagi, hari ini adalah hari yang paling ditunggu Mia dan yang lainnya untuk balik diindonesia.
Mia dan kedua temannya sudah bangun dan sedang bersiap siap, Mia yang sudah selesai mandi begitupun dengan Siska, yang terakhir siapa lagi kalau bukan Amel, dia sudah pasti yang paling terakhir.
"Mel, cepat yaa, nanti kau ditinggal" Teriak Mia.
"Iya bentar lagi" Jawabnya.
"Sudah jadi kebiasaan, jika sering terlambat begitu mana mau om Handika kau dijadikan istrinya" Celute Siska.
"Hahahhha, benar nih" Ucap Mia.
Diindonesia, Kediaman Ranaya.
Mereka sedang melakukan sarapan, Ranaya dan Ranti melakukan sarapannya tanpa Raka.
"Apa Raka belum bangun sayang? " Tanya Ranaya.
"Belum, Bi bangunkan Raka" Ucap Ranti. Rala yang sudah dibelakang mereka memberikan isyarat kepada pelayan itu.
"Selamat pagi" Ucap Raka langsung duduk.
"Pagi sayang" Jawab Ranti, langsung memperisiapkam sarapan untuk Raka.
"Raka, apa yang kau lakukan dijepang? " Tanya Ranaya.
"Ada urusan kantor pa" Jawabnya dengan menerima sarapan dari Ranti.
"Papa, biar saya yang menanyakan mengenai tadi malam" Ucap Ranti.
"Apa ada masalah bu?" Tanya Raka.
"Ya, papa ingat ya sama kamu untuk tidak melakukan hal yang kau lakukan kemarin" Ucap Ranaya dengan tegas.
"Maksud papa? " Bingung Raka.
"Papa jangan merusak nafsu makan anakmu" Ucap Ranti.
"Tapi dia sudah merusak tidur sekalogus nafsu makanku" Ucapnya dengan ketus.
"Masalahnya apa pa? " Tanya lagi Raka.
"Sayang, kau harus mengenal terlebih dahulu karakter Mia, Mia sudah berubah, Mia tidak seperti dulu lagi, jadi jika kau ingin memberinya kejutan atau penjelasan kau harus tau dan mengerti dia sayang" Ucap Ranti penuh dengan lasih sayang.
"Apa ibu dan papa tau?" Tanya Mia.
"Tentu saja tau, dan kau harus berhati hati jika memyakiti hati Mia" Ucap Ranaya.
"Sudahlah, makanlah dulu sayang" Ucap Ranti.
"Papa tunggu kamu dikantor" Ucap Ranaya langsung berdiri dan meninggalkan mereka. Raka dan Ranti melohat kepergian Ranaya.
"Makanlah dulu sayang" Ucap lagi Ranti.
"Papa tau dari mana salah kemarin bu? " Tanya Raka.
"Dari tante Mirna" Jawabnya.
"Apa oma Mirna tau masalah kemarin? " Kaget Raka.
"Apa kau lupa sayang, mereka adalah orang paling berkuasa sayang. Jadi ibu harap kau lebih berhati hati kepada mereka" Ucap Ranti.
"Agh,,,,,,,, baiklah" Ucapnya langsung memakan saralannya.
Semua telah selesai saralan, Raka bersiap untuk kekantor, dia juga sudah meninggalkan rumah menujuh kantor Ranaya.
Dijepang.
Wijaya dan keluarga telah menikmati sarapan mereka direstoran ternama. Mereka juga sudah siap untuk penerbangannya setelah sarapan.
Semuanya sudah selesai sarapan dan sedang menunu bandara internasional jepang, mereka menggunakan 4 mobil. Wijaya bersama Mirna, Handika bersama Mia dan kedua temannya. Mario, Marsel, dan Maxel semobil. Dan Harry bersama keluargany.
Semuanya telah tiba dibandara, mereka menggunakan pesawat pribadi keluarga itu.
"Apa tidak ada yang tertinggal?" Tanya Mirna kepada mereka.
"Ada oma" Jawab Mia.
"Apa sayang? " Tanya Wijaya.
"Bukan saya yang ketinggalan opa, tapi bang Marjo" Ucap Mia dengan menunjuk Mario, Mario mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Tidak ada yang ketinggalan sayang" Ucap Mario.
"Agh,,, abang terlalu cepat melupakannya" Ucap sedih Mia.
"Semuanya kita sudah mau berangkat jadi masuklah didalam" Ucap Handika.
"Tunggu dulu, Mario ingat ingat dulu apa yang kau lupakam disini? " Tanya Mirna, mereka sangat serius dengan ucapan Mia.
"Tidak ada oma, katakanlah sayang apa yang tertinggal"Jawab Mario.
"Apa abang sudah melupakan kenangan disini,,,,, agh yang benar saja" Ucap Mia langsung pergi meninggalkan mereka, yang lainnya hanya menggeleng kepala melihat tingkah Mia, Wijaya bahkan Mirna dibuatnya pusing.
jangan lupa like komen dan vote