
jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah baca tulisan saya ini dengan cara like komen dan vote yang banyak yaa๐๐
~~
Mia dan Handika masih duduk dalam posisi menghadap tatanan bunga indah disekitar taman rumah besar itu. Mereka masih saling berbincang, saling memberitahu apa yang sedang mereka rasakan.
Dari dalam rumah terlihat kepala pelayan mendekati kedua bapa dan anak ini, kepala pelayan ingin menyampaikan sesuatu kepada tuan besarnya.
"Maaf tuan besar mengganggu, diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan" Ucap pelayan itu denga menundukan kepala.
Mia dan Handika yang mendengar pernyataan itu langsung menoleh kepada pelayan tersebut.
"Siapa?" Tanya Handika.
"Kata dia teman tuan besar" Jawabnya.
"Baiklah, suruh masuk saya akan menyusul" Ucapnya lagi. Kepala pelayanan itu langsung meninggalkan taman.
"Teman lama siapa pa?" Tanya Mia.
"Papa juga tidak tau sayang, masuklah istrahat waktu sudah sore" Ucapnya sembari membelai rambut Mia.
"Baiklah pa" Ucapnya lansung meninggalkan Handika.
Handika langsung menuju ruang tamu untuk melihat teman lamanya, dia juga tidak tau akan kedatangan temannya.
"Selamat sore Handika" Ucapnya dengan membuka kedua tangannya yang ingin memeluk Handika.
"Wah,, selamat sore juga" Jawabnya dengan memeluk teman lamanya itu.
Keduanya melepaskan pelukan merekan dan duduk saling berhadapan. Keduanya tampak bahagia dengan pertemuan mendadak ini.
"Ini adalah kejutan bagi sayan Ranaya, tapi kenapa mendadak sekali kemari ha?" Ucapnya dengan terdenyum.
"Hahahha kebetulan saya lewat didaerah ini Han, makanya sekalian singga saya tidak sangka kamu juga ada dirumah" Jawabnya.
"Bagaimana kabarmu?" Ucap Handika.
"Seperti yang kamu lihat teman, kau bagaimana?" Tanyanya lagi.
"Syukurlah, saya sangat baik" Jawab Handika.
"Kapan ada waktu kita bertemu lagi bersama keluarga?" Tanya Ranaya.
"Ah, tergantung jika ada waktu nanti" Jawabnya.
"Kau terlalu sibuk Handika sehingga tidak memiliki waktu untuk bertemu denganku" Ucap Ranaya.
"Ya beginilah pengusaha handal Ranaya" Ucapnya sambil tertawa.
"Ya aku paham" Ranaya juga ikut tertawa.
Tiba tiba Mia muncul dari arah luar ruang tamu itu."Pa Mia ingin keluar dengan Amel dan Siska" Ucap Mia. Kedua sahabat itu menoleh ke sumber suara.
"Pergilah sayang" Suruh Handika. Mia pun pergi tetapi langkahnya terhentikan karena ucapan Ranaya.
"Kau sudah sangat besar anak kecil" Ucapnya. Mia langsung menoleh ke keduannya.
"Apa kau tidak mengenal pamanmu ini sayang" Ucap Handika.
"Paman sangat mengenalmu sayang" Ucap Ranaya.
"Mia lupa pa" Ucapnya dengan mengangkat jarinya berbentuk V. Handika tertawa karena pitrinya tidak mengenal yang dulu sering mengendongnya.
"Mia ini paman Ranaya yang dulu sering mengendongmu sayang" Ucap Handika yang masih ketawa. Mia langsung mendekat dan memeluk Ranaya tampaknya Mia sudah mengenalnya. Ranaya dengan senang menyambut dan membalas senyumnya.
"Maaf paman Mia sangat merindukan paman" ucap Mia yang masih dalam pelukan Ranaya.
"Tidak apa apa sayang, paman mengerti. Pergilah temanmu sudah menunggumu, hamburkan saja uang papa mu ini dia orang paling kaya ditanah air" Ucap Ranaya lansung melonggarkan pelukannya, Mia hanya mengangkuk dan tersenyum mendengar penyataan Ranaya.
"Assalamualaikum Pamanku, pa" Ucapnya meninggalkan keduanya.
"Waalaikum salam sayang". Ucap kompak keduanya. Dengan melihat kepergian Mia.
"Putrimu sudah dewasa Han" Ucapnya dengan pandang kearah Mia.
"Iya saya takut putriku merasakan sakit hari Ran" Jawabnya.
"Hahahh Mia kayaknya menuruni sikap Santika" Ucap Ranaya.
"Ya itulah kenapa saya tidak menikah lagi Ran, karena saya tidak mau Santika sakit hati melalui Mia" Ucap Handika.
"Hmm, bagaimana kalau kita jodohkan saja Mia sama putraku Han" Ucapnya dengan melihat Handika.
"Jangan bicara b**** Ran, tapi kalau Mia setuju saya juga setuju. Saya tidak suka sama perjodohan Ran, kau pasti tau alasanku"
Ucapnya.
"Hahhha baiklah, bagaimana kita pertemukan mereka dulu" Saranya.
"Terserah, jika ada waktu dari keduanya" Jawabnya.
Keduanya terus berbincang memanfaatkan waktu karena pertemuan mereka tiba tiba. Saling memberi saran untuk kajuan keduanya.
^
Mia Siska dan Amel nongrong di suatu kafe, Mereka sangat menikmati memandangan sore itu dikafe. Mia dan kedua sahabatnya ditemani minuman yang mereka pesan. Hanya ingin menhilangkan kebosanan masing masing.
"Mia coba kamu liat deh sana" Ucap Siska. Mia dan Amelpun mengikuti arah mata Siska.
"Kenapa dengan itu Sis" Tanya Mia dengan pandangan yang sama Siska.
"Ganteng banget Mia" Ucapnya sambil senyum.
"Dasar mata genit" Ucap Amel.
"Isss Am, memang ganteng kan Mi?" Tanyanya kepada Mia.
"Biasa saja" Jawabnya. Mata Siska membelalak mendengar jawaban Siska
merasa tidak terimah denga jawaban Mia.
jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa teman teman๐๐