Mia Ayunda

Mia Ayunda
hari pertama



jangan lupa tinggalkan jejak bacamu dengan cara like komen dan vote yan banyak yaa πŸ’œπŸ™


~


Perkenalkan saya adalah Mia Ayunda Wijaya. Saya adalah putri bungsu dari Handika Wijaya dan Santika, sekarang saya berumur 20 tahun, dengan melanjutka kuliah di universitas indonesia.


Ayahku Handika Wijaya adalah orang terkaya ditanah air, sekrang ayah berkerja diperusahaan Wijaya group sebagai presdil diperusahaan tersebut, Ayah juga memiliki banyak aset diluar negeri.


Ibuku Santika telah meninggal saat saya berumur 17 tahun yaa tepatnya 3 tahun yang lalu. Ibu memiliki penyakit kangker dibagian otak dan harus merengut nyawa ibuku, saya sendiri sudah mengiklaskan kepergian ibu karena yang diatas lebih menyayanginya.


Saya memiliki 3 saudara laki laki, yaa ketiga kakaku laki laki, yang pertama adalah bang Marsel Aprial Wijaya sekarang bang Marsel melanjutkan bisnis ayah yang ada di Amerika, bang Marsel sendiri memiliki sifat yang sangat dingin dan tekun dalam melakukan pekerjaannya. Abang Mia yang kedua adalah bang Maxel sekarang juga dia melanjutka bisnis Ayah yang ada di prancis abang Maxel sangat cerewet sifat hampir mirip dengan saya kayalnya saya menuruni sikap bang Maxel. Abang yang ketiga adalah bang Mario dia masih melanjutkan studi kedokterannya dijepang. Bang Mario tidak mau mengambil jurusan bisnis alasannya katanya kedua kakaknya mengambil jurusan bisnis jadi dia pengen beda dengan kedua, sifat bang Mario sama seperti bang Marsel, bahkan nih bang Mario lebih kejam, bang Mario sendiri sangat keras mengajari Mia.


~~


Pagi menyambut seluruh mahkluk hidup didunia, matahari sendiri sangat bersemangat hari ini seperti semangat tuan putri yang sedang mempersiapkan dirinya untuk kekampus yang pertama kali.


tokk tokk


"Nyonya muda, tuan besar memerintahkan nyonya untuk sarapan pagi!" Ucap seorang pelayan dibalik pintu Mia.


krekkk


"Baiklah Mia akan turun, kembalilah" Suruhnya kepada kepala pelayan itu.


Mia menuruni tangga rumah dengan sangat semangat, dengan agak lari sedikit saking semangatnya. Terlihat beberapa mata yang sedang memperhatikan kedatangannya dengan senyum diwajah saya dan mereka membalas senyum Mia dengan sangat lembut.


"Selamat pagi pa, bang!" Ucap Mia sambil mendudukan bokongnya dikursinya.


"Selamat pagi sayang, apa kamu bahagia hari ini?" Tanya handika kepada putrinya.


"Seperti yang kalian lihat" Jawabnya sambil mengambil sarapannya.


"Apa kalian akan kembali pagi ini bang?" Ucapnya kembali dengan menatap ketiga kakaknya.


"Ya marsel akan kembali, apa kamu bersedih?" Jawab Marsel.


"Rumah besar ini tidak akan terasa sepi jika masih ada kamu sayang" Ucap Maxel dengan senyumnya.


"Benarka itu bang?"Tanyanya kembali.


"Tentu kami akan selalu rindu kembali ke indonesia karena diri de? Ucap Marsel.


"Wah sampai segitunya bang" Ucapnya dengan mulut yang terisi.


"Makanlah dengan baik sayang nanti kamu keselek, dan kamu harus tau semua yang papa punya tidak berarti ketimbang dirimu sayang" Ucap Handika dengan menatap putrinya.


"Terimah kasih atas semuanya, Mia sudah mau berangkat hati hati untuk kalian bertiga bang" Ucap Mia sambil meninggalkan meja makan.


"Mario bagaimana kuliahmu disana nak?" Tanya Handika?


"Semua baik pa, wisudahku 3 bulan lagi" Jawabnya.


"Baiklah, Marsel, Maxel apa perusahaan kalian ada masalah?" Tanyanya kembali kepada ke putra lainny.


"Tidak ada pa" Jawab kompak keduanya.


"Baiklah papa kekantor dulu, berhati hatilah dalam perjalanan kalian" Ucapnya sambil meninggalkan meja makan.


"Mario jam berapa keberangkatanmu?" Tanya Marsel.


"Jam 10 sebentar bang" Jawabnya.


"Baiklah berhati hatilah dalam perjalananmu, kamu juga Maxel" Ucapnya dengan meninggalkan kedua adeknya.


"Baiklah bang Maxel, Mario kekamar, abang juga hati hati dalam perjalananmu" Ucap Mario. Dengan beranjak menuju kamarnya.


jangan lupa like komen dan vote yaa teman temanπŸ’œπŸ™