
jangan lupa like komen dan vote π
~~
Raka tiba dilantai paling bawah, mata semua karyawan masih juga tertujuh pada dia, Raka yang sudah biasa melihat pandangan kagum dari orang orang, tetap berjalan dengan gayanya yang maco.
Raka telah meninggalkan kantor Rayana, dia berjalan menuju kampus, karena besok dia sidah melepaskan statusnya sebagai mahasiswa. Raka cukup pintar karena bisa menyelesaikan kuliah hanya 3,5 tahun saja.
"Rika, dimana dia sekrang? " Monolognya dalam dirinya. Raka mengambil ponselnya dalam saku celanyanya dan menekan nomor Rika.
Dutttt dutttt
*πRika.
"Kamu dimana? " Ucap Raka.
"Lagi diapartemen tuan" Jawabnya.
"Baiklah, saya kesitu, bersiaplah kita akan kestudio Mia" Ucap Raka langsung mematikan ponselnya, dengan membelokkan mobilnya menujuh apartemen Rika.
Diapartemen Rika.
Rika bingung dengan Raka yang langsung mematika panggilannya.
"Dasar anak ini" Kesal Rika.
"Harus siap siap, saya masih mau kekampus 30 menit lagi, oh astaga" Pusing Rika.
Rika juga mahasiswa dikampus Raka, dia sekarang sudah semester 7 ya sudah hampir selesai juga.
tok tok tok.
"Astaga sudah sampai" Ucapnya langsung berdiri mbuka pintu. clekkkkk.
"Astaga kau belum juga siap siap" Ucap Raka.
"Kita akan kestudio bukan mau rapat" Ucap Rika meninggalkan Raka di ambang Pintu.
"Hanya kaos dan jeas? " Ucap Raka.
"Trus maumu stelan jas gitu" Jawab Rika.
"Ini cewe gimana ada cowo yang mau tingkahnya saja begini" Ucap Raka langsung duduk.
"Kenapa malah dudk ayo jalan" Ucap Rika dengan mengambil tasnya.
"Ganti baju dulu" Ucap Raka.
"Loh berani maju satu langka bakalan" Ucap Raka langsung dipotong Rika.
"Bakalan potong gaji, ya udah buruan" Kesal Rika.
"Hahhahaha baiklah, tapi ingat kau jangan jalan disampingku, nanti semua orang bilang kalau saya sedang berjalan bersama pemulung" Ucap Raka langsung keluar apartemen.
"Iya, iya, saya juga malas jalan bersamamu" Gerutu kesal Rika.
Kita cerita mengenai kehidupan Rika dulu, Rika adalah anak dari saudara Ranti, ibu dan papanya disurabaya, Rika sudah diizinkan ikut bersama Raka sejak kecil. Ranti sebenarnya sudah menganggapnya sebagai adik Raka, Ranaya dan Raka pun mengiyakan itu, tapi Rika tidak mau menerimah uang dari keluarga itu terkecuali dari kerja kerasnya, makanya dia disuruh untuk membantu Raka, Rika yang mempunyai pengetahuan banyak sangat gambang baginya untuk mengerjakan perusahaan sambil kuliah.
Mereka sudah sampai diparkiran, Raka mengendarai mobilnya dan Rika membawa mobilnya juga, mereka sengaja tidak semobil karena setelah kestudio Raka ada urusan lagi, sedangkan Rika harus kekampus.
Mereka sudah tiba distudio itu, lokasinya sangat dekat dengan rumah Mia, Rika sengaja mencari lokasi dengat situ karena dia tau Mia tidak mau jauh dari Handika.
"Dimana? " Tanya Raka.
"Didalam tuan" Ucap Rika dengan paksa sopannya.
"Ingat jangan jalan disampingku" Bisik Raka. Rika hanya mengankukan kepalanya.
Mereka jalan menyusuri Gedung itu, gedung itu berlantai 2 itu,geduk itu terlihat sangat unik. 'pintar juga dia cari ini semua' batin Raka mengagumi kebolehan Rika.
"Hei,,, kenapa disini tidak ada orang" Tanya Raka.
"Hahahahahah, ini gedung belum berpenghuni, karena nyonya masih dalam perjalanan tuan" Ucap Rika dengan tawanya.
"Kenapa, kenapa harus tunggu Mia untuk berorang" Ucap Raka.
"Biarkan dia yang mencari orang yang bakalan kerja disini, agar dia bisa tau mana yang pantas dan tidak" Jawabnya dengan santai.
"Mari kita keatas, disana ruangan paling menabjukan" Ucapnya dengan memasuki lift begitupun Raka.
tihhhgggg
Rika dan Raka keluar dari lift, Raka sangat kagum dengan desain dan warnanya sangat menggodanya.
"Bagaimana, apa kau suka? " Tanya Rika.
"Dari mana kau tau tempat ini? " Ucap Raka.
"Mudah saja, dan ingat saya Rika, apasih yang tidak diketahui oleh" Ucapnya dengan membanggakan dirinya.
"Cihhh,,,,,,, kau terlalu sombong" Ucap Raka.
jangan lupa like komen dan vote π