
jangan luoa like komen dan vite yang banyak yaa teman teman๐๐
Mia masih menatap kaget kedatangannya tiba tiba, dia adalah Raka, Mia masih menapat tidak tau harus melakukan apa.
"Waalaikum salam Raka, kemarilah sarapan bersama kami" Ucap Handika.
"Raka sudah sarapan paman, Raka ingin menjempit Mia apa bisa?" Tanya sebari melangka mendekati meja makan.
"Pa Mia berangat, Asaalamualaikum" Ucap Mia sambil mengambil tasnya.
"Baiklah om, Raka juga berangkat, assalualaikum" Ucap Raka kemuadian. Mendengar itu Mia langsung membalikan tubuhnya.
"Mia tunggulah" Ucapnya sambil berlari.
"Waalaikum salam" Ucap Handika sambil menggeleng kepalanya melihat Mia dan Raka.
Mia ingin memasuki mobilnya tetapi langkahnya ditahan oleh Raka. Mia merasa gugup bingung harus bagaimana sikapnya terhadap Raka.
"Hey ikutlah bersamaku" Ucap Raka.
"Saya tidak suka diperintah" Jawabnya dengan melepaskan tangannya.
"Siapa yang berani memerintahmu ha" Tanya Raka.
"Sudahlah Raka, jangan bikin saya emosi pagi pagi" Ucap Mia.
"Tidak ada yang berani melakukan itu, dengarkan saya baik baik. Kau ini bersikap menjauhiku, apa kau tau betapa rindunya diriku" Ucap Raka.
"Kau bilang rindu, kenapa tidak jujur sedari pertemuan kita pertama ha?" Tanya Mia.
"Kau, kenapa kau tidak bisa mengenalku ha? " Raka balik tanya.
"Ya mana aku tau, kita sudah tidak bertemu semenjak kau ke Amerika dulu, kontakmu juga tidak bisa dihubungi, apa itu salahku. Ucap Mia.
"Sudahlah apa kau ingin terlambat, jangan berdepat terus ikut bersamaku" Ucap Raka sambil menarik tangan Mia. Mia mengikuti tidak ada penolakan karena sebenarnya dia juga sudah sangat rindu dengan Raka.
Mia dan Raka meninggalkan kediaman Handika, dalam mobil hanyalah keheningan, sesekali Raka melirik pada Mia yang menghadap didepan.
"Apa kau tidak merindukanku Mi? " Tanya Raka memecahkan keheningan.
"Tidak" Jawabnya singkat.
"Sungguh? "
"iya" Jawab Mia.
"Kau keterlaluan, sudah mengingkari janjimu padaku" Ucap Raka. Mendengar pernyataan itu langsung menoleh kearah Raka.
"Saya selalu ingat dengan setiap janjiku tuan Raka" Ucap Mia. Raka langsung tersenyum kecil karena pernyataan Mia barusan.
"Apa saja janji yang kau ingat?" Tanya Raka.
"Semuanya, apa kau lupa semua janjimu" Ucap Mia.
"Tentu saja tidak. Sebutkan semua janjimu Nyonya muda" Ucap Raka dengan senyumnya.
"Moodku sudah tidak bagus" Ucap Mia. Raka yang mendengar itu rem mendadak, Mia kaget dan langsung menoleh kepada Raka.
"Katakan dulu setelah itu kita lanjutkan perjalanan kita" Ucap Raka.
"Raka kita sudah mau terlambat" Ucap Mia.
"Apa kau lupa seorang Raka Adijaya tidak ter_" Ucapanya dipotong oleh Mia.
"Penolakan" Jawab Mia dengan ketus.
"Pintar, katakan cepat"
"Janjiku adalah tidak akan melupakanmu, jika nanti kita bertemu kembali semua yang kau inginkan akan saya turuti, puasssssa" Ucap Mia dengan sedikit teriak.
"Hahhha pikiranmu masih sangat baik, dengarkan ini baik baik. Kesalahanmu adalah tidak bisa mengenaliku jadi yang menjadi hukumannya adalah setiap hari saya akan mengatar dan menjemputmu dan permintaanku adalah kau harus menjadi pacarku, dan ingat tidak ada penolakan" Mendengar penyataan itu mata Mia membelalak,Mia bahagia mendengar semuanya karena yang diinginkan dari dulu adalah menjadi pacar Raka tapi Mia masih memiliki gensi jika dia langsung mengiyakan itu semua.
"Apa!" Teriak Mia.
"Ingat tidak ada penolakan" Ucapnya langsung menyalakan mobilnya. Mia masih tidak percaya rasanya ia sangat malu tapi mau bagaimana Raka tidak suka dengan penolaka.
Mia dan Raka telah tiba diparkiran, Mia turun buru buru tanpa menunggu Raka membukakan pintunya. Semua mata tertujuh pada mereka Mia gugup karena Raka sudah berada disampingnya semua mahasiswa membicarakan mereka.
apa dia pacar Raka'
enak banget yaa jadi dia bisa berangkat bersama'
sok cantik banget sih'
kok raka mau sih sama dia'
mereka cocok ya'
itulah yang dikatakan para mahasiswa yang berada disekitar parkiran.
Siska dan Amel menatap kaget dengan kedatang Mia yang didampingi Raka, mereka merasa ada yang aneh, karena setauh mereka Mia tidak suka dengan Raka tapi sekarang mereka malah berangkat bersama. Mia menghampiri kedua sahabatnya itu,keduanya masih menatap bingung ada dengan mereka yang tiba tiba akur.
"Baiklah sayang, sebentar makan siang denganku" Ucap Raka. Saska dan Amel membelalak mendengar kata sayang dari mulut Raka.
"Pergilah kau terlalu seenakmu dengan" Usir Mia.
Raka meninggalkan ketiga gadis itu, Raka juga memiliki kelas pagi ini. Siska dan Amel menatap Mia yang duduk didepan mereka.
"Mi apa yang kami dengar barusan benar?" Tanya Siska.
"Iya" Jawab singkatnya.
"Seriuslo" teriak Amel.
"Santai saja kali, memangnya salah jika saya pacaran dengannya" Ucap Mia.
brukkkkkk ketiga gadis itu kaget karena meja mereka digebrak sama orang yang entah dari mana dan apa salah mereka.
jangan lupa like komen dan vote yaa ๐๐
terimah kasih banyak๐