
~
Akhirnya hari yang ditunggu tunggu Amel Maxel serta Widya dan Mario bentar lagi akan menjadi kenyataan. Besok adalah akad kedua pasangan itu,,berbagai kesibukan yang dilakukan oleh keluarga Wijaya.
Begitupun dengan Mia dia disibungan dengan menyiapkan gaun kedua abangnya. Mia dan Siska yang mengurus semuanya,,semuanya diserahkan kepada keduanya.
"Semua sudah siapkan Mi?" Lesuh Siska.
"Iya,,,,tinggal pengantinya saja mungkin" Ucap Mia yang tidak akalah capeknya dengan Siska.
"Maaf kak,,,gaunnya sudah ada diruangan biasa" Ucap Qipa,,kebetulan Siska dan Mia sedang berada dibutik.
"Agh,,,baiklab kami akan turun melihatnya" Ucap Mia langsung beranjak dengan sangat terpaksa.
"Kakak terlihat sangat capek" Ucap Qipa.
"Ya gitu deh,,,,rasanya gue ingin rebahan saja" Keluh Mia sambil berjalan menujuh ruangan fiting.
"De,,,perintahkan pada Gina untuk menghubungi kedua pengantin itu untuk melihat gaun mereka" Ucap Mia.
"Waw,,,,kenapa jadinya makin indah begini Mi?" Kaget Siska pada saat keduanya tiba.
"Ini kerja bu Maya dan bu Dita mereka sangat talen mengenai ini" Ucap Mia yang juga sangat kaget dengan karyanya.
"Ah,,,loo malah muji mereka. Inikan ranjangan mereka" Ucap Siska.
"Kak keduanya sudah mau menuju sini" Ucap Gina.
"Terimah kasih dek" Ucap Mia,,,yang sesekali memeriksa gaun itu.
"Mia ini sudah sangat sempurnah,,,apa kamu tidak capek keliling melihat gaun itu" Ucap Siska yang duduk melihat tingkah Mia.
Setelah beberapa menit akhirnya Mario dan Widya tiba dengan pakaian rapi,,,yaa namanya juga masih jam kerja.
"Assalamualaikum sayang" Ucap Widya dan Mario.
"Waalaikum salam bang" Ucap Mia dan Siska langsung menyambut kedunya.
"Huhh,,,calon pengantin masih saja bekerja" Ledek Siska.
"Iyanih,,,,besokkan sudah mau melepaskan masa lajang masa iya satu hari cuti saja gak bisa" Lanjut lagi Mia.
"Iya ya,,,kita juga pengennya gitu sayang tapi yaa gitu ada saja pasien dan harus kita yang tangani" Ucap Widya dengan pasrah sedangkan Mario senyum melihat keluh Widya.
"Hahaha susah yaa jadi dokter" Ucap Siska.
"Ini gaun kaka kamu mana sayang?" Tanya Mario yang bingung pada kedua gaun itu.
"Ini sangat indah sayang" Kagum Widya,,gaunnya memang sangay cantik satu milik Amel dan satu lagi milik Mario. Amel berwarna putih sedangkan Widya warna silver.
"Apa bang Mario lupa sama warna yang kalian sepakati kemarin" Ucap Siska.
"Tau,,jadi kesal deh dengarnya" Ucap Mia pura pura cemberut membuat Mario panik.
"Agh,,,bukan gitu sayangku. Abang ingat kok tapi kali ajakan berubah" Ucap Mario dengan memeluk Mia.
"Lepasin ah,,,gak malu apa sama calon istri" Ucap Mia.
"Tau,,,depan calon istri masih juga berani pelul perempuan lain" Ucap Siska dengan menahan tawanya.
"Huuu,,,terserah. Kak Widy dicoba dobg gaunnya" Ucap Siska. Widya langsung mendekati gaunnya.
"Ginaaaaa,,,,Qipaaaaa" Teriak Siska.
"Astaga kak,,,kitakan ada disamping. Kenapa harus teriak teriak gitu" Ucap Qipa dengan wajah kagetnya.
"Hahahhah,,,,dimaklumi saja sayang dia sedang stres" Ucap Mia.
"Sudah kalian bantu klien kita yaa" Ucap Mia yang masih menutup identitasnya.
"Mari mba,,,,pasti mba ini sangat cantik deh" Ucap Qipa.
"Qipa,,Qipa masih saja kamu yaaa" Ucap Siska mengeleng kepalanya.
"Selamat siang Mia,,Siska" Ucap Amel yang baru tiba.
"Semangat sekali anda yaa" Kesal Siska.
"Oh,,,pasti dong sayangku" Jawab Amel tanpa dosa.
"Masya Allah,,,,ini sangat cantik sayangku" Ucap Amel melihat kagum pada gaunnya.
"Jangan lebay,,," Ucap Sinis Siska membuat Mario Maxel dan Mia melihat aneh pada keduanya.
"Abang gak kerja hari ini?" Tanya Mia pada Maxel.
"Ya gaklah,,,,besokkan udah mau nikah" Jawab Maxel. Tiba tiba mata mereka melihat kagum pada satu titik sangat terpanah dengan cantiknya Widya.
"Kaka Widy kau sangat sempurnah" Ucap Amel,,,Widya hanya senyum.
"Terimah kasih sayang" Ucap Widya.
"Bagaimana tuan,,,apa masih ada yang harus ditambah atau dikurangi?" Tanya Mia menyadarkan Mario.
"Agh,,,sudah sangat sempurnah bagiku" Ucap Mario yang sebenarnya kaget pada kata tuan,,,tapi dia sadar kalau ada Gina dan Qipa disamping Widya.
"Sekarang bagianmu nyonya Amel" Ucap Mia membuat Amel merasa aneh dipanggil nyonya apalagi dari Mia.
"Cihhh,,,,sok cantikkan loo dipanggil nyonya" Guman Siska yang hanya didengar oleh Mia.
"Baiklah,,,tolong dibawakan yaa" Ucap Amel pada Qipa dan Gina.
"Tunggu dulu,,,bantu dulu nyonya Widya membuka baju setelah itu baru bantu nyonya Amel memakai gaun itu" Perintah Siska dengan tegas.
"Baiklah kak" Ucap Qipa dan Gina.
"Dek,,,kenapa kamu masih menutupi ini sih" Ucap Maxel.
"Sudahlah bang,,,belum waktunya saja" Ucap Mia.
"Kapan Mia? gue tidak tegah menyonyakan dia" Kesal Siska.
"Hahhahaha,,,,diam saja" Ucap Mia.
jangan lupa like komen dan vote yaa manteman,,,terimah kasih kalian masih tetap stay disini,,,silahkan tinggalkan jejak kalian agar saya tetap semangat post🌹