Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB16



jangan lupa like komen dan vote yang banyak 💜🙏.


~~


Mereka semua sudah selesai makan, terdengar diluar ada yang mengetuk pintu dengan cepat Mario membuka pintu.


"Assalamualaikum" Ucapnya pada saat Mario membuka pintu.


"Waalaikum salam om,tante silahkan masuk" Ucap Mario dengan memberikan ruang untuk mereka masuk, terlihat ada Ranaya dan Ranti(ibu Raka).


Keduanya masuk langsung memberi salam kepada Wijaya dan Mirna.


"Om apa kabar? " Ucap Rayana.


"Seperti yang kau lihat, apa kau kemari hanya ingin melihatku? " Tanya Wijaya.


"Ah, om ini tidak pernah berubah, tentu saja saya ingin menjenguk Mia sekalian dengan Om dan tante" Jawabnya dengan senyum.


"Jika saya beruba kamu dan dia tidak akan bisa sesukses ini" Ucapnya dengan menunjuk Handika.


"Kenapa harus dengan saya" Bingung Handika.


"Tidak usah kita buka masalalu, bagaimana kabar kalian sayang" Ucap Mirna kepada Ranti.


"Ranti sangat baik tan, tante bagaimana? " Tanya balik.


"Seperti yang kalian lihat saya sangat baik"


"Syukurlah, Mia bagaimana keadaanmu sayang" Ucapnya dengan mendekat ke Mia.


"Mia sudah baikkan tante" Jawabnya.


"Syukurlah, lain kali hati hati dalam memakan sesuatu sayang" Ucapnya lagi.


"Marsel apa kamu sudah bertemu pelakunya" Ucap Wijaya penuh penekanan.


"Besok saya akan temui dia opa" Jawabnya.


"Siapa pelakunya bang?" Tanya Mia.


"Anesa Ambrin" Jawab Wijaya.


"Apa om serius keturunan Ambrin yang melakukan ini" Kaget Ranaya.


"Iya, dia terlalu berani mengganggu cucuku Ray" Jawabnya.


"Dunia ini terlalu sempit rupanya sampai saya sudah menikah dan punya anak konflik Wijaya grop dan Ambrin Grop tidak juga selesai" Ucap Ranaya.


Masalah Wijaya dan Ambrin hanya sebagian yang tau, Mia tidak tau tentang konflik yang dimaksud makanya dia tidak mengerti apa yang diucapkan Ranaya.


"Maksud om konflik seperti apa? " Tanya Mia.


"Sudahlah Mia, kau tidur saya oma dan opa akan pulang dulu" Ucap Mirna mengalihakan pembicaraan.


"Iya hati hati opa oma, tapi jawab dulu pertanyaan Mia" Kepo Mia.


"Kamu akan tau sayang, cuman sekarang belum tepat. istirahatlah opa dan omamu akan pulang, jangan begadang dirumah sakit, Mario beritahu saya jika dia tidak tidur" Ucap Wijaya dengan bersiap untuk pulang.


"Baiklah Mia akan tunggu waktu itu" Jawab Mia.


"Oh iya, besok pagi opa dan oma akan kesini lagi jadi kamu harus sudah bangun apa kamu paham" Ucapnya pada Mia.


"Paham opa"


~


Keesokan harinya rumah sakit sudah begitu ramai begitupun dengan ruangan Mia sudah banyak keluarganya yang berada didalam termaksud Wijaya dan Mirna.


"Pa kapan Mia akan kembali kerumah? " Tanya Mia.


"Sabarlah sayang, tunggu sampai kamu benar benar pulih ya" Ucap Handika.


"Pa, oma opa sayan dan Maxel akan keluar ada urusan diluar" Ucap Marsel.


"Pergilah sayang selesaikan pekerjaanmu" Ucap Wijaya, yang sudah mengerti dimana perginya kedua cucunya.


"Baiklah, assalamualaikum " Ucapnya, dengan menyalami mereka.


"Apa abang pergi menemui ka Anesa? " Tanya Mia.


"Iya abang mau kasih dia sebuket bunga" Ucap asal Maxel.


"Ha kenapa kasih bunga? " Bingung Mia.


"Sudahlah, kau fokus saja saya kesembuhanmu ya, abang keluar dulu" Ucap Marsel dengan menggulurkan tangannya kedepan Mia, Mia langsung mengambil tangan Marsel dan menyiumnya begitu juga dengan Maxel.


Keduanya keluar menujuh tempat persembunyian Anesa, Anesa sudah ditahannya selama sehari kemarin.


Mereka tiba digedung tua tempat dimana keluarga Wijaya menyembunyikan musuh mereka.


"Assalamualaikum Nyonya Ambrin" Ucap Marsel. Anesa langsung melihat kearah suara itu, Anesa kaget dengan yang didepannya, siapa coba yang tidak mengenal Marsel Wijaya. Cowo tampan dan kaya raya itu.


"Tidak perlu sekaget itu sayang" Ucap Maxel.


Mereka sudah dihadapan Anesa, Anesa diikat dikursi agar dia tidak memberontak.


"Kenapa ada kalian disini" Tanya Anesa.


"Tentu saja kami yang disini apa kau mau polisi yang disini" Ucap Marsel. Anesa langsung takut dengan kata Polisi.


"Kau ini ternyata masih kecil, tapi nyalimu cukup besar juga" Ucap Maxel dengan santai.


"Janga sebut saya anak kecil" Bantah Anesa.


"Hahhahhah kau sangat lucu jika bicara seperti itu, seperti sima saja yang selalu berbicara jangan menyebutku anak kecil paman. Hahhaha" Ucap Maxel.


Marsel memberikan perintah untuk dibawakan kursi.


"Lepaskan saya, atau tidak" Ucap Anesa.


"Atau tidak apa, apa kau ingin mengaduh pada Pak Ambrin, ha" Ucap Marsel dengan penuh penekanan.


"Kalian mau apa disini, apa urusan kalian dengan saya" Ucap Anesa.


"Apa kau kenal dengan Mia Ayunda?" Tanya Marsel.


"Dia pelakor" Ketus Anesa. prakkkkkk tampar Marsel tidak suka adiknya disebut seperti itu.


"Kau laki laki sangat kasar" Ucap Anesa dengan kesal.


"Karena kau menyebutnya dengan kata sampah itu" Ucap Marsel.


Jangan lupa like komen dan vote yang banyak terimah kasih sudah membaca 💜🙏