
jangan lupa like komen dan vote ๐
~~
"Baiklah, kalian hati hati yaa" Ucap Wijaya.
"Bay bay Siska Amel" Ucap Herri dengan melambaikan tangan kepada kedua gadis itu.
Mia melihat aget pada Herri karena dia bisa tau dan kelihatan sangat akrap pada kedua sahabatnya.
"Mari kita juga harus jalan" Ucap Handika, dengan menggandeng tangan Mia mereka berjalan menuju mobil.
Meraka sudah dalam perjalan menuju rumah Handika, jaraknya cukup jauh dan jalannya cukup macet karena waktu pulang kantor dan waktu magrib akan tiba.
Mereka akhrirnya telah tiba dirumah, semuanya telah istirahat dan membersihkan diri mereka masing masing.
Semuanya telah berkumpul diruang keluarga sambil menunggu makan malam disiapkan, didapur ada Santi yang menyiapkan mereka makan malam dibantu dengan shef keluarga Handika.
"Tanteku sayang" Ucap manja Maxel.
"Jangan dulu menggangguku Cel, tante harus menyelesaikan ini dulu" Ucap Siska.
"Agh, apa tante tidak merindukan ponakanmu yang paling ganteng ini" Ucapnya dengan memeluk Santi.
"Oh,,,, astaga anak ini, tantemu ini sangat merindukan pengusaha sukses ini" Ucap Santi dengan membalikkan tubuhnya menghadap Maxel.
"Agh,,,,, kenapa harus repot-repot menyiapkan makanan disini kan ada pelayan" Ucap Maxel dengan melepaskan pelukannya.
"Apa kau tidak rindu dengan masakan tantemu ini?" Tanya Santi.
"Sangat rinduu" Jawabnya dengan senang.
"Jika rindu, kembalilah diruang keluarga, berkumpul bersama mereka, biar tante bisa selesaikan masakan ini" Ucapnya.
"Baiklah" Jawab Maxel langsung pergi duduk dimeja makan.
"Agh,,,, duduklah dengan tenang jangan banyak bicara yaa" Ucap Santi dengan menggeleng kepalanya melihat tingkah Maxel.
Sinta melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai, masakan mereka hampir selesai.
"Bi, sajikan makanannya" Perintah Santi, dengan cepat para pelayan menyajikan makananannya dimeja.
Ada banyak menu rumahan yang disiapkan Santi, makannya juga hampir semua makan khas indonesia, karena itu semua requis dari keluarga Wijaya. Karena Santi lihai memasak itu hal gampang baginya.
"Bi Rina, panggil mereka, makan semuanya sudah siap" Ucap Santi dengan menyiapkan beberapa makanan lagi.
"Tuan makanannya sudah siap" Ucap Rina dengan menundukan kepalanya kepada keluarga Wijaya.
"Baiklah kami akan datang" Jawab Handika.
"Mari waktunya kita makan" Lanjutnya lagi dengan berdiri dan berjalan menuju dapur,yang diikuti dengan yang lainnya.
"Apa kau yang masak ini semua?" Tanya Mirna.
"Iya tante" Jawab Santi.
"Kau sangat pandai, ajari saya memasak makanan indonesia" Ucap Mirna.
"Tentu saja, saya akan mengajarkan tante" Jawab Santi.
"Dimana Mia, apa dia belum turun sejak tadi? " Tanya Handika.
"Biar saya yang memanggilnya" Ucap Santi.
"Tidak perluh nak, kau sudah dari tadi bergerak terus biarkan pelayan yang memanggilnya" Ucap Wijaya.
"Tidak masalah om, biar saya saja" Ucap Santi dengan berjalan menuju lantai atas.
Santi telah tiba didepan kamar Mia. tokkk tokkk. Tidak ada jawaban dari dalam, Santi membuka pintu kamar itu yang todak terkunci. Betapa kagetnya dia melohat Mia yang duduk dilantai dengan menaikan tulutnya dan menundukan kepalanya.
"Astaga Mia" Teriak Santi.
Hikkks hikssss hiskk
"Kenapa menangis, apa yang terjadi sayang" Ucap Santi dengan memeluk Mia.
"Tante, i_bu ibuk tante" Ucap Mia dengan terbata bata.
"Kenapa dengan ibu ha, apa yang terjadi" Ucal Santi dengan mengusap air mata itu.
"Bang Handika, Bang Handika" Teriak Santi. Mia masih menangis dengar deras.
Handika yang mendengar jeritan Santi langsung berdiri dan berlari menuju suara Santi, yang lainnyapun ikut panik termaksud Wijaya dan Mirna.
"Ada apa, kenapa teriak teriak" Ucap Handika dengan napas yang sudah tidak teratur.
"Mia sayang, ada apa? " Tanya Handika langsung memeluk Mia.
"Papa, hiksss hiksss" Ucap Mia dengan menangis.
"Iya kenapa sayang, ada apa" Panik Handika, Mereka masih duduk dilantai mengikuti Mia.
Wijaya dan yang lainnya telah tiba dikamar Mia merekapun melihat kaget pada keadaan itu, Marsel, maxel dan Mario mendekat dan memeluk adiknya itu.
"Ada apa? katakanlah" Ucap Marsel.
"Bang, i_bu ibu" Ucapnya dengan menunjuk bagian jedela. Semua mata melihat arah itu, Mario dengan cepat memeriksa jendelah itu.
jangan lupa like komen dan vote๐