
jangan lupa like komen dan voteđź’ť
~~
"Kita semua tau kalau adalah cucu dari orang hebat" Ucap seorang wanita seraya lampu menyalah. Mata Mia langsung tertutup karena cahaya lampu yang begitu tiba tiba. Hingga dia terbelalak dengan wanita yang berada didepannya.
"A_pa ini nyata" Ucap Mia dengan memukul pipinya.
"Jangan menyakiti kulitmu sayang, kau tidak mimpi ini nyata" Ucapnya dengan mendekati Mia.
"I__bu" Ucap Mia dengan menangis dan duduk ditempatnya.
"Perintahkan kelada yang membawanya kamari" Ucap Santika kepada pelayan yang ada diruang itu.
"Sayang, maafkan itu selama 4 tahun ini telah berbohong kepada kalian" Ucapnya lagi dengan memeluk tubuh anaknya.
"Ibu,,,, Mia sangat merindukanmu tapi kenapa ibu melakukan ini kepada kami" Ucap Mia dengan menangis yang semakin sedih.
"Maafkan ibumu ini sayang, berdirilah ibu akan memceritakan semuanya" Ucap Santika dengan membantu Mia berdiri.
"Duduklah sayang" Lanjutnya lagi.Mereka telah duduk bersampingan Mia yang masih dengan tangisannya.
"Maaf nyonya besar, kami mengaku salah dengan mengambil paksa Nyonya mudah" Ucap seorang laki laki yang membawa Mia tadi.
"Kalian tidak memberitahuku kalau ibuku yang memerintahkan kalian" Ucap Mia dengan menunjuk mereka.
"Maaf Nyonya Muda, kami hanya mematuhi perintah" Ucap lelaki itu dengan takut.
"Ibu,,,, Mia ingin mereka ini diberi pelajaran karena telah menyeretku dengan tidak sopan tadi" Ucap Mia dengan melihat Santika.
"Katakan sayang, ini adalah permintaan pertamamu setelah 4 tahun berlalu" Jawab Santika dengan senyumannya.
"Mia ingin mereka ini dipecat ibu, Mia tidak suka sama orang yang pemaksa" Ucap Mia dengan gayanya yang sombong.
"Nyonya muda,,,,, berpikirlah jika berbicara. Kami tidak akan hidup lagi jika dipecat nanti" Ucap Mereka dengan bersudut kepada Mia.
"Agh, jangan menyentuhku. Kalian akan dipecat sebagai penjaga ibuku, tapi kalian akanku angkat sebagai orang paling terpecayaku. Apa kalian mau" Ucap Mia dengan membantu mereka berdiri.
"Apa nyonya muda berkata benar" Ucap pelayan itu dengan tidak percaya.
"Baiklah jika kalian tidak mau" Ucap Mia.
"Siapa yang berani membantah perintah dari nyonya muda" Ucap Mereka.
"Sudahlah, kalian bersiaplah untuk menjadi orang terpercaya putriku" Ucap Santika.
"Kalian semua keluarlah, terkecuali bu tati" Perintah Santika, semuanya langsung keluar terkecuali Tati.
Tati adalah orang paling dipercaya oleh Santika, dia juga yang merawat Santika selama sakit. Tati sudah dianggap sebagai pengganti ibu Santika.
"Duduklah sayang, biar ibu ceritakan semuanya" Ucap Santika.
"Ibu,,,,,,sebelum menjelaskan Mia ingin bertanya" Ucap Mia.
"Tanyakan apa yang ingin kau tau" Ucap Santika.
"Apa ada dari pihak keluarga yang mengetahui jika ibu masih hidup?" Tanya Mia.
"Kau adalah yang pertama sayang, Ibu tidak bisa menahan rindu ini sayang" Jawab Santika dengan memegang tangan Mia.
"Ibu, apa ibu tau betapa rindunya papa terhadap ibu" Ucap Mia.
"Ibu tau, semua apa yang kalian lakukan ibu tau sayang, Ibu juga hadir diwisudah abangmu Mario. Ibu juga tau pada saat kau sakit hati pada Raka" Jawab Santika.
"I_bu, Apa opa Wijaya juga tidak tau ibu masoh ada?" Tanya lagi Mia.
"Tidak sayang, bahkan tantemu Santi juga tidak tau ini" Jawab Santika.
"Bagaimana ibu bisa melakukan inoh tanpa diketahui siapapun, ibu sangat hebat bahkan opa Wijagapun yang sangat hebat tidak bisa mengetahui itu" Ucap Mia dengan kekagumannya.
"Itulah ibumu nak, jika kau tau pada saat papamu melamar mereka dibuat kaget karena ibumu adalah putri sulung dari tuan besar Bajari" Timpal Tati.
"Itu sudah kudengar dari tante Santi, ibu sampai kapan menyembunyikan ini kepada papaku" Ucap Mia.
"Sampai papamu berulang tahun, rencananya ibumu akan memberikan kejutan untuk mereka semua" Jawab Tati.
"Wah, tapi itu setahun lagi. Papakan ulang tahun dibulan ini" Ucap Mia.
"Tapi kau belum memberikan papamu kado nak" Ucap Tati.
"Ohh iya, jadi ini yang bakal menjadi kadoku" Ucap Mia, Santikan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kita susun bagaimana rencananya" Ucap Mia.
Mia telah asik bercerita dengan Santika, sedangkan dirumah mereka sangat khawatir karena Mia tidak diketahui keberadaannya. Bahkan Mariopun hilang mengenai Mia.
Semua panik, suruhan Santi pun tidak dapat menemukan keberadaan Mia. Mirna sangat sedih dan menyalahkan dirinya karena telah membiarkan Mia pergi sendiri.
jangan lupa like komen dan voteđź’ť