Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB24



jangan lupa like komen dan vote yang banyak teman teman πŸ’œπŸ™tinggalkan jejak baca kalian agar sya tetap semangat πŸ’œπŸ™


~~


"Kalian tidak tau saja putriku itu bagaimana" Ucap Handika,Ranti dan Ranaya bingung dengan yang dimaksud dengan Handika.


"Maksudmu bagaimana" Kepo Ranaya.


"Jika saya jujur akan kesini dia akan kepo dan banyak tanya kenapa harus kesana saya malas menjelaskan apapun kepadanya" Jawab Handika.


"Agh, kau ini terlalu bertele tele, sudahlah apa yang membawamu kesini" Ucap Ranti.


"Apa tidak bisa jika saya ingin bertemu sahabatku" Ucap Handika.


"Bukan begitu, secara Handika wijaya adalah orang paling sibuk ditanah air ini" Ucap Ranti.


"Sudahlah sayang, apa ada yang bisa kami bantu" Ucap Ranaya.


"Suamimu saja sampai sepeka ini, kau terlalu banyak bicara" Ucap Handika dengan menunjuk Ranti.


"Kalau begitu katakanlah" Kesal Ranti.


"Saya hanya mengingatkan kalian untuk memperketat penjagaan untuk Raka" Ucap Handika.


"Kenapa, anakku lebih bisa menjaga dirinya. Lagian dia juga sudah besar" Jawab Ranti.


"Tunggu maksudmu, apa kau berpikiran sama denganku Han" Ucap Ranaya.


"Iya Ran, kau harus berhati hati untuk itu" Jawabnya.


"Baiklah akan kuperintahkan orang orangku" Ucap Ranaya, Ranti bingung dengan percakapan mereka.


"Sebenarnya apa yang kalian maksud" Bingung Ranti.


"Ran jelaskan pada istri cerewetmu ini" Ucap Handika.


"Jadi begini sayang, apa kau ingat mengenai siapa yang metacuni makanan Mia" Tanyanya, Ranti hanya menganguk. "Iya ingat" Jawabnya.


"Jadi kau juga pasti belum lupa bagaimana Tuan Ambrin ka" Ucapnya lagi.


"Astaga kenapa saya melupakan itu" Jawab Ranti.


"Begilah jika orang yang terlalu bicara" Sindir Handika.


"Saya lagi serius Dika, kalian harus melakukan penjagaan untuk mereka" Ucap Ranti.


"Saya sudah kerahkan kepada orang orangku untuk menjaga Mia Dan Raka serta kedua sahabat Mia" Jawab Handika.


"Saya akan perintahkan orang orangku juga untuk mengawasi mereka" Lanjut Ranaya.


"Dan satu kabar lagi, papa dan mama akan tinggal bersamaku disini" Ucap Handika, keduanya kaget, karena Wijaya dan Mirna tidak bisa berpisa sama anak bungsunya"


"Apa kau serius" Tanya Ranti.


"Kenapa harus bercanda" Jawab Handika.


"Kayaknya perang tiga akan ada sayang"Ucap Ranaya.


"Sepertinya"


"Sudahlah, kalian jaga keamanan Raka, untuk Mia dia diliburkan sampai papa menetap disini" Ucap Handika.


"Kenapa begitu" Tanya Ranaya.


"Entahlah, itu permintaan papa" Jawab Handika.


"Pasti ini semua ada alasannya, dan pasti untuk yang terbaik untuk Mia" Jawab Ranti.


"Iya, saya hanya ingin mengingatkan kalian"Ucap Handika.


"Sudahlah, saya mau pulang. Assalamualaikum " Ucap Handika,dan meninggalkan mereka.


^


Dikediaman Handika, Mia sedang ngombrol bersama kedua sahabatnya sambil menunggu kedatangan Raka. Waktu sudah sire tapi Raka belum juga tiba, padahal dia memberitahukan pada Mia pada saat pagi tadi.


"Mia Raka jadi datang gak sih"Ucap Amel.


"Saya juga gak tau Mel, tunggu biar saya hubungi dulu" Jawabnya dengan mengambil ponselnya.


"nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif"


"Tidak aktif, Mel" Ucap Mia.


"Sudahlah mungkin dia urusan mendadak" Ucap Siska.


"Iya juga sih, secara Raka itu pengusaha muda" Ucap Amel.


"Tapi kok perasaanku gak enak ya"Khawatir Mia.


"Ya dienakkan saja Mi" Jawab Siska.


"Assalamualaikum sayang" Ketiga gadis itu menoleh kearah suarah itu.


"Waalaikum salam"Jawab ketiganya.


"Papa, kiraon siapa" Lanjut Mia.


"Memangnya kalian tunggu siapa?" Tanya Handika.


"Raka om"Jawab Amel.


"Bukannya seharusnya dia sudah tiba disini" Ucap Handika.


"Papa tau kalau Raka bakalan dikesini? " Tanya Mia, Handika kecoplosan bingubg harus jawab apa.


"Agh, itu papanya menghubungiku katanya Raka akan kerumah" Jawabnya dengan takut.


"Oh"Jawab singkat Mia.


"Raka belum tiba dari pagi tadi? " Tanya lagi Handika.


"Iya om, ponselnya juga tidak bisa dihubungi" Jawab Amel.


"Papa akan menanyakan pada Ranaya, kalian jangan terlalu khawatir. Bisa saja Raka ada urusan bisnis mendadakan" Ucap Hadika.


"Iya pa" Jawab Mia.


"Papa kedalam dulu ya" Ucapnya dengan meninggalkan mereka.


dutt duttt


"Assalamualaikum Han"Jawab Ranaya.


"Waalaikjm salam, apa Raka ada pekerjaan bisnis mendadak darimu Ran" Tanya Handika.


"Tidak ada, lagian dia ada dirumahmu Han"Jawab Ranaya.


"Raka belum tiba sedari tadi, ada yang tidak beres Ran" Ucap Handika.


"Kau jangan bercanda" Ucap Ranaya.


"Sudahlah bergerak lebih cepat, jangan terlalu banyak tanya. Saya akan bantu mencarinya" Ucap Handika.


"Baiklah, terimah kasih" Ucapnya labgsung mematikan panggilannya.


jangan lupa like komen dan vote yang banyak πŸ’œπŸ™