Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB41



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


Mereka telah tiba dihotel tempat diadakan acara itu, seseorang datang mendekati mereka.


"Maaf tuan apa kalian keluarga dari calon wisudawan ini" Tanyanya dengan bahasa jepang.


"Iya, kami keluarga dari Mario Wijaya" Jawab Handika.


"Baiklah silahkan masuk, tapi hanya ibu dan bapaknya saja yang lain bisa menunggu disana" Ucapnya dengan menunjuk tempat duduk yang sudah disiapkan untuk keluarga Wijaya.


"Baiklah, terimah kasih" Ucap Mirna.


"Pergilah nak, Mia temani papamu sayang" Lanjutnya lagi.


"Baiklah oma, mari pa Mia tidak sabar untuk melihat bang Mario" Ucap Mia.


Mia dan Handika masuk dalam gedung yang disiapkan untuk wisudawan dan kedua orang tua, sedangkan yang lainnya menunggu dimeja yang sudah disiapkan untuk mereka.


"Apa itu istrinya, mudah sekali" Gosip orang orang melihat Mia dan Handika yang jalan bergandengan tangan, Mia tidak mempermasalahkan itu.


"Hay, bang bagaimana perasaanmu" Ucap Mia langsung duduk disamping Mario.


"Sangat degdegan sayang" Jawab Mario dengan menggenggam Tangan Mia.


"Selamat ya nak" Ucap Handika kepada Mario.


"Terimah kasih pa" Jawab Mario dengan menatap Handika yang terlihat sedih.


"Papa kenapa? " Tanyanya lagi.


"Tidak sayang, papa hanya ingat pada seseorang" Jawabnya.


"Papa" Sedih Mia, Mia tau seseorang itu siapa.


"Papa tidak apa apa sayang" Ucap Handika dengan mengelus pipi Mia.


"Ibu pasti bangga sama kamu bang" Ucap Mia dengan air mata.


"Sudahlah ini hari bahagia, ibu pasti tidak suka melihat air matamu" Jawab Mario.


"Baiklah, acara selanjutnya adalah pengumuman nilai terbaik untuk angkatan ini" Ucap Hots.


Mia dan Mario saling genggam tangan karena degdegan.


"Selamat untuk Mario Wijaya sebagai pemengang nilai tertinggi diangkatan dan paling tinggi dijurusan" Ucapnya dengan bahasa jepang, tepuk tangan riuh, suara hots itu terdengar sampai dimeja Wijaya, betapa harunya mereka, mereka semua mengucap syukur dan selamat pada Mario.


"Kepada Mario Wijaya silahkan kedepan" Lanjutnya lagi. Mario sudah meninggalkan Mia dan Handika untuk menerimah penghargaan yang dia tempuh.


"Sampaikan sesuatu untuk penempuanmu ini Mario" Ucap Hots itu kepada Mario.


"Assalamualaikum, Saya ucapkan terimah kaaih pada Tuhan yang Maha Esa, terimah kasih juga kepada Papaku Handika Wijaya yang selalu memberiku semangat yang memerankan peran orang tua ganda" Icapnya dengan air mata, Handika dan Mia pun ikut menangis. "Terimah kasih pada alm. Ibuku yang sudah melahirkan putri cantik diantara kami yaa itu dia Mia Ayunda Wijaya" Ucapnya dengan menunjuk kearah Mia. "Kau adalah kekuatan kami sayang, tetaplah sehat dan bahagia terus sayang, terimah kaaih untuk kedua abangku yang selalu memberiku pengajaran dan opa oma serta paman Harrys dan tante Rara yang selalu ada jika kami menginginkan kasih sayang ibu,Wasalamualaikum" Ucapnya dengan menghapus air matanya (dalam bahasa jepang).


Mario mengambil sesi foto pada saat menerimah penghargaannya dan Mario membisikkan sesuatu diteliga hots.


"Baiklah kepada Mia Ayunda untuk keatas" Ucap Hots. Mia berjalan meninggalkan papanya dan menghampiri Mario.


"Silahkan ambil sesi fotonya" Ucapnya lagi.


Mario dan Mia mengambil sesi foto berdua Mario memeluk Mia dari belakang, itu sudah menjadi tradisi bagi mereka semua dari Marsel dan sekarang Mario Mia selalu saja menerima penghargaan semua kakaknya.


Mario dan Mia sudah turun menuju Handika.


"Papa bangga sama kamu nak" Ucap Handika dengan memeluk Mario, Mia pun ikut memeluk Mario dari belakang.


"Terimah kasih Pa" Ucap Mario.


Mario dan teman teman yang lainnya sudah selesai mereka juga sudah mengambil sesi foto bersama seangkatan.


Handika dan kedua anaknya menujuh meja Wijaya.


"Abang lihatlah Mia memegang apa" Pamer Mia kepada Marsel dan Maxel.


"Hahaha sayang, kami disini juga mendengar apa yang ada didalam" Ucap Marsel.


"Ohh begitu, kenapa mickrofonnya begitu besar, Mia kan mau kasih kejutan" Kesal Mia. Semua tertawa melihat tingka Mia.


Mario melihat ada seseorang yang dia sangat rindukan dikerumunan orang orang, matanya tidak berhenti menatap orang itu, Mario sudah tidak memperhatikan ocehan Mia dan keluarga.


Jangan lupa like komen dan vote 💝