
***jangan lupa lime komen dan vote yang banyak yaa manteman 💜🙏
selamat menbaca 😍***
~~
"Abang yang tidak penah mengerti Mia" Ucapnya dengan menangis.
"Mia" Ucap takut Siska dan Amel.
"Sudahlah, tidak ada yang sayang padaku, semuanya sudah menghianatiku hiks hiks hiks" Ucalnya dengan menangis.
"Kalian jaga dia, jangan sampai terjadi apa apa sama dia" Ucap Mario lanhsung pergi meninggalkan mereka.
"Apa pedulimu ha" Teriak Mia. Mario tidak memperdulikan itu dia terus meninggalkan mereka.
Mia sangat kecewa karena Mario sudah tidak menjaga emosinya.
"Mia, sabar yaa bang Mario begitu pasti ada hal sesuatu" Ucap Amel.
"Sudahlah, tidak ada yang peduli denganku, hiks hiks hiks" Ucapnya denga menangis.
"Mia, jangan bicara begitu, kau kan tau bang Mario bagaimana, dan jika ini ditahu oleh om Handika bisa marah Mi" Ucap Siska.
"Sudah, kalian jangan bilang sama siapa siapa" Ucapnya menuju lemari bajunya.
"Kau mau apa Mi, jangan terlalu nekat" Ucap Siska.
"Untuk apa saya hidup ha, tidak ada yang menginginkan kehadiranku" Jawabnya.
"Mia, pikirkan perasaan om Handika, jika kau kabur bagaimana nanti om Handika" Ucap Siska.
"Iya Mi, kamu harus pikirkan Om Handika" Lanjut Amel.
"Tapi saya sudah tidak tahan" Jawabnya.
"Mia lagian ini kali pertama kamu dibendak oleh bang Mario, sudahlah mungkin dia khila Mi" Ucap Amel.
"Iya Mi, jangan ambil keputusan dalam keadaan panas begini Mi" Lanjut Siska.
"Tapi dia abang yang Mia sayang, dia abang yang paling mengerti perasaanku, tapi yang dia lakukan tadi diluar dugaanku Sis" Jawabnya.
"Mungkin bang Mario sedang pusing Mi, jadi kita berpikir positif saja" Ucap Amel.
"Iya Mi" Lanjut Siska. Mario memperhatikan mereka dari sisi tivi dari kamarnya, sengaja dia pasang untung mengontrol kegiatan yang Mia lakukan.
dikamar Mario.
"Apa saya terlalu kasar padanya" Ucapnya pada diri sendiri.
Mario keluar dari kamarnya dan menuju kamar Mia, Mario langsung membuka pintu kamar Mia tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Dimana Mia? " Tanya pada Siska dan Amel.
"Dikamar mandi bang" Jawab Siska. Mia keluar dan mendapati Mario yang duduk disofa kamarnya.
"Mia sayang abang minta maaf" Ucanya berdiri menghampiri Mia.
"Abang tidak salah, Mia yang terlalu egois padamu" Jawab Mia tanpa melihat Mario.
"Tidak sayang, abangmu ini yang terlalu keras terhadapmu, maafkan saya sayang" Ucap Mario dengan memeluk Mia. Mia menangis dalam pelukan Mario.
"Jangan menangis sayang, abang tidak sanggup" Lanjutnya lagi.
"Mia yang salah bang, Mia yang salah" Ucapnya dengan menangis.
"Sudah abang tidak suka melihat ini" Ucap Mario dengan menghapus air mata Mia.
"Apa kau sudah selesai pecking hmm" Lanjutnya lagi.
"Agh, abang tau" Ucap Mia.
"Tentu sayang, bawalah yang kau sangat butuhkan besok siang kita akan berangkat dijepang" Ucap Mario.
"Serius bang" Tanya Siska.
"Iya, kalian juga harus pulang untuk pecking, atau kalian tidak mau ikut" Jawab Mario.
"Agh, abang ini sudah menjanji malah bicara begitu, kami akan ikut. Baiklah Mi, kami pulang setelah pecking kami akan kembali disini lagi" Ucap Amel.
"Kau ini terlalu semangat, baiklah pergilah minta supir untuk mengantarkan kalian" Ucap Mia.
"Dah dah Mia" Ucap Mereka langsung pergi meninggalkan Mia dan Mario.
"Kau juga harus siap siap, kita pergi melihat baju untuk kita" Ucap Mario.
"Oh ya hore,,,, coba aja kalau saya sudah selesai kuliah dan sudah lihai untuk merancang gaun pasti saya bangga dehh" Ucap Mia.
"Kau pasti akan menjadi perancang terbesar nantinya, belajar yang baik yaa" Jawab Mario.
"Pasti" Ucap Mia.
"Pergilah siap siap abang tunggu dibawah" Ucap Mario, Mia mengangkukan kepalanya.
***jangan lupa like komen dan vote yang banyak 🙏💜
*terimah kasih****