Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB45



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


"Hahajahhaha, sudahlah saya ngantuk, ayo Sis" Ucap Mia lansung pergi bersama Siska.


"Mia, Siska tunggu" Teriak Amel dan berjalan menghamiri mereka tapi dengan cepat tangan Amel dipegang oleh Maxel.


"Kenapa harus buru buru sih" Ucapnya.


"Tapi Amel ngantuk bang" Jawabnya.


"Kau ini penuhi dulu keinginan kekasihmu ini" Ucap Maxel.


"Keinginan apa? " Tanya dengan ekspresi takut.


"Keinginanku ingin duduk berdua bersamamu" Jawab Maxel.


Pipi Amel merah merona mendengar itu yang benar saja, dia juga sebenarnya ingin berduaan bersama Maxel tapi rasa takut kepwgroknya yang selalu meruntuhkan keinginannya.


"Agh, masih ada besok bang, sudah yaa" Ucapnya dengan melepaskan genggaman Maxel.


"Bay sayang" Lanjutnya lagi langsung berlalu malu. Maxel hanya menggeleng kepalanya melihat tikah malu Amel.


tokkk tokkk


"Siapaa" Teriak Mia dari dalam.


"Saya Mi, buka cepat" Jawab Amel dari balik pintu.


crekkk


"Lah kok disini" Kaget Mia.


"Trus saya harusnya dimana" Jawabnya langsung masuk.


"Kok cepat banget sih baliknya" Tanya Siska.


"Kalian kenapa sih, apa kalian tidak mau tau mengenai Widya" Ucapnya dengan cepat Mia mendekat kepada Amel.


"Apa lagi yang kau tau? " Tanya Mia.


"Mi, apa kau tidak ingat mengenai cewe yang dulu yang marahi karena mendekati bang Mario?" Tanya Amel.


"Tidak, saya tidak pernah menentang semua abangku berdekatan dengan perempuan" Jawab Mia.


"Coba ingat ingat dulu, waktu masih SD" Ucap Amel.


"Langsung kepoinnya deh" Ucap Siska.


"Bentar, waktu SD pernah kayaknya tapi siapa yaa" Ingat Mia.


"Cewenya memakai kerudung juga, kulitnya putih, hidungnya tidak terlalu putih, tingginya segini" Ucapnya dengan mengukur tingginya.


"Saya ingat tapi lupa siapa" Ucap Mia.


"Itu kak Widya Mi" Jawabnya, keduanya membelalakkan matanya.


"Apa! " Kaget Mia.


"Iya jadi dia cerita kalau kau tidak mengizinkan mereka untuk pacaran Mi" Jelas Amel.


"Kok loh sampe setegah itu sih sama abangmu sendiri" Ucap Siska.


"Loh kalau dekat saya tapok mau" Ucap Amel.


"Saya salah apa cob" Bingung Siska.


"Apa dia masih ada disini? " Tanya Mia.


"Iya masih ada, tapi saya tidak tau dimana dia tinggal" Jawab Amel.


"Lah, kok kamu gak nanya sih" Kesal Siska.


"Tapi saya punya nomor telponnya" Ucap Amel.


"Coba mana" Ucap Mia.


"Nih" Jawab Amel dengan memberikan ponselnya pada Mia.


"Biar saya hubungi" Ucapnya dengan membuka aplikasi panggilan. duttt dutt


*kak Widya. 📞


"Assalamualaikum " Ucap Mia.


"Waalaikum salam, siapa ya" Jawab Widya.


"Ini kakak Widya ya?" Tanya Mia dengan takut.


"Iya benar ini siapa? " Tanya Balik.


"Ini Mia kak" Jawab Mia. Widya tidak bersuara setelah mendengar nama itu, rasanya sudah terlalu lama dia tidak mendengar suara Mia.


"Hallo kak" Lanjut lagi Mia.


"Agh, iya " Jawab Widya


"Besok kakak sibuk ga? " Tanya Mia.


"Ti_tidak kenapa ya de? "


"Apa bisa besok kita ketemu kak? " Ucap Mia.


"Ada apa yaa, jika ingin bicara katakan saja sekarang" Ucap Mia.


"Tidak, lebih baik kita bertemu dulu" Ucap Mia.


"Baiklah jika itu keinginan mu" Jawab Widya.


"Terimah kasih calon kakak ipar, sampai jumpa besok Assalamualaikum " Ucap Mia, Widya kaget mendengar kata kaka ipar rasanya ini adalah hari yang paling dia tunggu. 'hah kka ipar astaga saya tidak sedang bermimpikan' Batin Widya.


"Hallo kak" Ucap Mia.


"Agh, iya sampai jumpa besok, waalaikum salam" Jawab Widya. tut tut


"Mia kamu bilang kakak ipar? " Ucap Siska.


"Memangnya kenapa apa ada yang salah? " Ucap Mia.


"Ya tidak sih" Ucap Siska.


"Apa kalian tidak mau tidur" Ucap Amel.


"Tidurlah besok saya akan ketemu kaka ipar" Ucap Mia dengan semangat naik diranjangnya. Mia membuka chat di ponsel.


*nomor yang tidak dikenal ✉️


📩:Assalamualaikum, kamu apa kabar? "Mia bingung sama nomor yang tidak dikenal itu.


jangan lupa like komen dan vote 💝